Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Ide Menarik Membuat Bangku Batang Kayu yang Dibelah

Ide Menarik Membuat Bangku Batang Kayu yang Dibelah

Sudah sering kita melihat atau saksikan penggunaan batang kayu utuh yang dijadikan sebagai bahan untuk membuat bangku. Namun batang kayu tersebut selalu tampil sendirian, tidak diberi kombinasi bahan yang lain. Hal ini menjadikan penggunaan bahan menjadi lebih boros dan bisa memunculkan kesan yang terlalu monoton.

Dengan alasan tersebut kali ini muncul ide menarik membuat bangku batang kayu yang dipadu dengan bahan lain yaitu cor beton. Batang kayu yang digunakan tidak dalam keadaan yang masih utuh, namun dibelah pada bagian tengahnya menjadi dua bagian. Dengan cara seperti ini selain penggunaan bahan bisa dihemat, tampilan bangku juga menjadi rata dan terlihat makin cantik serta nyaman digunakan untuk duduk atau dipakai untuk meletakan suatu barang.

Cara membuatnya, pertama siapkan batang kayu dalam bentuk yang masih utuh atau gelondong dengan ukuran yang cukup besar. Panjangnya bisa disesuaikan dengan ukuran bangku yang mau dibuat. Selanjutnya batang kayu gelondongan ini dibelah menjadi dua bagian dengan ukuran yang sama besar. Namun sebelumnya bagian kulit harus dibersihkan lebih dulu. Tujuannya adalah agar kayu ini nantinya bisa melekat erat pada element cor beton. Setelah itu keringkan kayu ini agar tidak mudah mengalami perubahan bentuk ketika sudah dipasang.

Langkah berikutnya adalah membuat kontruksi dan media penempelan. Buatlah susunan tulang besi yang digunakan untuk membuat kaki. Tulang ini sebaiknya menggunakan ukuran yang kecil saja. Kontruksi kaki yang jumlahnya ada empat ini kemudian dirangkai dan disatukan dengan atap yang berada di bagian atas, menggunakan tulang besi juga. Bagian atas ini dibuat cekung ke bawah karena digunakan untuk meletakan batang kayu.

Setelah tertata dengan baik, tutuplah kerangka ini dengan adonan cor semen dan pasir. Karena punya ukuran yang kecil, jika ingin menggunakan campuran batu batu maka pilihlah batu kerikil saja. Cara membuat cor beton ini juga sama dengan ketika kita membuat cor beton pada suatu bangunan, yaitu menggunakan element cetakan atau penutup dari papan kayu atau triplek bekas.

Sesudah adonan cor beton ini tertata, sebelum kering batang kayu harus segera diletakan pada bagian atas yang bentuknya cekung ke bawah tadi. Agar bisa melekat dengan kuat dan erat, sebelum dipasang batang kayu ini bisa diberi paku atau pasak, lalu pasak ini masukan atau di tanam ke dalam adonan cor beton. Dengan cara seperti ini kayu ini tidakan akan mudah terlepas. Selain itu agar terlihat lebih menyatu, lubang atau celah yang ada di sela-sela batang kayu juga harus ditutup dengan semen dan pasir.

Setelah proses pengeringan yang memakan waktu beberapa hari telah berjalan sempurna, tutup cor beton bisa dibuka lalu diberi lapisan semen atau gips. Maka setelah dikeringkan lagi dan dihaluskan dengan ampleas, lakukan proses finishing dengan lapisan pelitur pada batang kayu.

Kemudian untuk element cor betonnya, bisa ditampilan begitu saja atau diberi cat warna sesuai dengan selera. Namun sebaiknya cat warna yang dipilih harus tetap selaras dengan tampilan serat atau warna kayu, sehingga nilai alami dan artistiknya tidak berkurang atau hilang.

Jika suka dengan tampilan yang makin artistik dan unik, sebelum dipelitur beberapa bagian dari batang kayu ini bisa diberi warna hitam atau coklat menggunakan alat yang biasanya dipakai untuk melakukan pekerjaan penyambungan besi atau las.

Aturlah besar nyala apinya agar tidak hanya mengenai pada satu titik saja seperti ketika sedang mengelas. Selain itu alat ini juga harus selalu digerakan agar tidak menimbulkan bara pada kayu. Selain itu gerakan ini juga punya tujuan agar pola warna yang dihasilkan bisa lebih indah.

Sumber gambar : http://design-milk.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Penggunaan Batu Alam dan Kayu untuk Fasad Mempercantik Ruang Dengan Kaca Patri 
 Nilai Artistik Arsitektur Pasar Tradisional Triwindu di Solo Jawa Tengah Penataan Rumah dengan Konsep Modern Minimalis 
 Kombinasi Mewah dan Etnik Bali di Kamar Mandi Perhatian Penting Sebelum Membangun Ruko 
 Arsitektur Stadion Paling Megah Desain Gereja di Tanah Karo 
 Rumah Kayu Kecil Bergaya Minimalis Seluk-Beluk Kontrak Kerja dengan Arsitek atau Kontraktor 
 Ide Menarik Membuat Lemari dari Tonk Sampah Menciptakan Sistem Child Proofing House Dalam Rumah 
 Teknik Pembuatan Konstruksi dan Pembagian Ruang Rumah Adat Lobo di Ternate Arti Container Garden dan Cara Membuatnya 
 Memilih Kain Untuk Hiasan Interior Mengenal Teknik Desain Gaya Retro 
 Pengertian dan Fungsi Valance Bagaimana Meninjau Perilaku Penghuni Sebelum Membangun atau Membeli Rumah 
 Warna Interior Rumah Hitam Putih Nan Abadi Menjadi Kontraktor yang Ramah Lingkungan 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker