Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Keuntungan dan Tips Menggunakan Kayu Sintetis

Keuntungan dan Tips Menggunakan Kayu Sintetis

Kayu adalah salah satu bahan yang banyak disukai orang untuk membuat beberapa element dalam bangunan rumah. Misalnya jendela, pintu, perabot furniture dan lan sebagainya. Karena kayu punya tampilan yang alami tapi tetap bisa diaplikasikan untuk rumah yang menggunakan gaya desain modern.

Namun sayangnya bahan ini sekarang tidak mudah ditemukan terutama untuk jenis kayu yang punya kualitas nomor satu dan diambil dari pohon yang sudah tua. Meski tersedia pasti harganya sangat mahal. Sementara, untuk kayu yang harganya lebih murah hampir bisa dipastikan punya kualitas yang kurang bagus dan tidak punya daya tahan yang kuat serta mudah keropos. Selain itu kayu ini juga punya tampilan yang kurang alami dan menarik, terutama pada bagian seratnya.

Hal ini mendorong beberapa pihak untuk menciptakan bahan alternatif lain yang seratnya punya tampilan seperti serat kayu alam, punya daya tahan yang kuat namun dengan harga yang lebih murah. Maka terciptalah jenis kayu yang dinamakan kayu sintetis atau kayu komposit.

Dibandingkan dengan kayu alam, kayu sintetis ini punya beberapa kelebihan. Diantaranya kayu ini lebih tahan terhadap serangan jamur dan rayap sehingga tidak mudah keropos. Selain itu kayu sintetis punya ukuran yang lebih lebar, jadi bisa memudahkan kita untuk membuat desain sesuai dengan perabot yang mau dibuat.

Kelebihan lainnya, kayu sintetis tidak mudah mengalami perubahan bentuk seperti kayu alam. Dan yang tidak kalah penting, kayu ini bisa digunakan untuk bermacam aplikasi dengan konsep pemasangan yang lebih sederhana. Karena kita tidak perlu melakukan pemotongan yang rumit seperti kayu yang diambil dari batang pohon. Hal ini tentu akan menjadikan biaya atau ongkos untuk membayar tukang lebih irit dan tidak memakan waktu yang lama.

Ketika membeli, kayu yang bentuknya lembaran ini juga sudah diberi lapisan warna sehingga kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli cat. Jadi proses pengerjaan finishing seperti menghaluskan kayu tidak usah dikerjakan. Kita tinggal memakainya secara langsung.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, ada beberapa tips menggunakan kayu sintetis yang perlu diperhatikan. Misalnya jika mau dipakai untuk membuat meja atau lemari, sebaiknya kerangkanya tetap menggunakan kayu biasa. Sedangkan pekerjaan penyusunan atau penempelan kayu tidak boleh menggunakan paku. Karena bentuknya solid, kayu sintetis akan mudah pecah jika diberi paku.

Paku ini bisa diganti dengan lem kayu. Namun jika lem kayu dirasa kurang kuat, bisa memakai sekrup dan baut. Pembuatan lubang untuk memasang sekrup ini harus menggunakan mesin bor yang tajam agar lubang mudah terbentuk dan tidak menimbulkan retakan terutama pada lapisan luar.

Bagian yang paling mudah rusak pada kayu sintetis adalah bagian pinggir. Karena itu usahakan agar bagian ini selalu ada di dialam. Jika terpaksa harus berada di luar, gunakan lapisan penutup yang bisa dibeli di toko yang menjual kayu ini. Lapisan ini biasanya ada yang berbentuk panjang seperti pita namun ada pula yang bentuknya lembaran. Semuanya sudah diberi lem perekat pada bagian dalamnya. Pilihlah yang warnanya serasi dengan warna kayu tersebut.

Kemudian untuk perawatan, dibandingkan dengan kayu alam kayu jenis sintetis lebih mudah dilakukan. Jika terkena kotoran kita tinggal mengelapnya saja dengan kain basah. Penggunaan sabun detergen atau cairan lain yang mengandung bahan kimia sebaiknya dihindari karena bisa merusak tampilan serat dan lapisan pewarna.

Kayu sintetis bisa digunakan untuk membuat perabot furniture, element penutup dinding atau lantai dan lain-lain. Hanya saja kayu ini tidak boleh digunakan untuk membuat konstruksi atau kerangka, karena tidak kuat menahan beban dalam posisi yang vertikal. Jika tetap ingin memakai sebaiknya kayu ini digunakan sebagai element penutup atau pelapis saja.

Sumber gambar : http://news.archiexpo.it

 

 
Artikel Lainnya :
 Rumah Panggung Alami di Ubud Bali Ide Menarik Membuat Ubin Lantai dari Kaca 
 Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Jasa Broker Dalam Jual Beli Rumah Benarkah Profesi Arsitek Belum di Apresiasi di Indonesia? 
 Membeli Rumah Lelang Tips Membuat Desain Pagar Dari Batu Bata 
 Eksotisme Rumah Tradisonal Bali Memilih dan Meletakan Lampu Tidur 
 Kelebihan Lantai Terakota dan Cara Memasangnya Ide Menarik Membuat Tangga Dengan Bentuk Seperti Kerangka Tulang  
 Tips Membeli Rumah dari Developer Rumah Memilih Perusahaan Jasa Instalasi Listrik 
  Jangan Takut Biaya Arsitek Mahal, Ukur Budget Pembangunan Rumah Anda Membuat dan Mendesain Kubah/Tower 
 Membuat Desain Gazebo Bali yang Asri dan Alami Menggunakan Atap Transparan 
 Membeli dan Memilih Besi Kolom Dalam Bentuk Jadi Menerapkan Konsep Atap Joglo 
 Bangunan Museum Paling Istimewa Mengenal Lebih Dekat Dengan Pergola 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker