Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Ide Menarik Membuat Ubin Lantai dari Kaca

Ide Menarik Membuat Ubin Lantai dari Kaca

Sebelum ini kita hanya mengetahui jika kaca bisa digunakan untuk jendela, pintu atau hiasan lain seperti kaca patri. Kaca tempel atau air brush. Namun saat ini kita bisa menggunakan kaca untuk membuat lantai. Untuk di Indonesia, saat ini lantai kaca lebh sering diaplikasikan pada kantor, hotel atau tempat umum lainnya. Meski begitu bukan berarti ruang yang ada di dalam rumah tidak bisa menggunakan lantai yang terbuat dari bahan kaca.

Namun sebaiknya ide menarik membuat ubin lantai dari kaca ini hanya diaplikasikan pada ruang-ruang tertentu saja, yang mudah dilihat atau dinikmati oleh banyak orang. Misalnya ruang tamu, ruang keluarga atau teras maupun ruang lain dengan tujuan untuk menghadirkan kesan yang dramatis atau eksotis. Karena kaca ini bisa memantulkan cahaya sesuai dengan sinar lampu yang digunakan serta warna dari kaca itu sendiri. Jika semua ruang diberi lantai kaca, tentu hasilnya justru tidak bagus terutama jika dipandang dari sudut estetika.

Untuk menghasilkan tampilan yang sempurna dan mampu menciptakan sistem yang aman dan nyaman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama pilihlah jenis kaca yang tidak licin sebab jika digunakan untuk berjalan akan mengurangi atau menghilangkan resiko terjadinya kaki terpeleset. Kemudian hindari penggunaan kaca yang mirror yang warnanya bening karena akan mengurangi privacy dan bisa memantulkan cahaya yang menyilaukan mata.

Ukuran ketebalan kaca juga harus diperhitungkan karena kekuatan kaca ketika harus menahan beban kalah kuat jika dibanding dengan lantai lain seperti keramik atau marmer. Selain itu untuk menghindari terjadinya resiko kaca pecah, selain harus tebal kaca tersebut juga memakai ukuran yang lebih kecil.

Kaca yang digunakan untuk membuat lantai ada dua jenis. Yang pertama yaitu kaca yang diberi lapisan atau sering disebut dengan laminated glasses. Kelebihan dari bahan ini adalah jika ada yang pecah, pecahan tersebut tidak akan terlepas namun tetap melekat pada perekatnya.

Bahan perekat yang dinamakan polyvynil buttyral atau PVB ini terletak di antara susunan dua kaca atau lebih. Karena punya sifat yang lebih kuat dan tidak mudah lepas inilah ketika ada kaca yang pecah atau retak akan membentuk suatu tampilan seperti jaring binatang laba-laba

Jenis kaca yang kedua dinamakan lantai glassblock. Lantai jenis ini setelah dipasang kemudian dilapisi dengan adonan semacam pasir yang dinamakan sandblasted finsish. Sistem pelapisannya adalah dengan cara disemprotkan. Tujuan dari penyemprotan ini yaitu untuk mengurangi efek licin pada lantai serta efek pantulan cahaya yang muncul.

Hal lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah proses pemasangannya. Berbeda dengan pemasangan lantai keramik dan marmer atau bahan yang lain. Lantai kaca harus menggunakan kerangka yang terbuat dari pelat besi, stainless steel atau alumunium. Kemudian di setiap pinggir kerangka tersebut diberi lapisan karet. Fungsinya adalah untuk meredam atau menahan getaran yang timbul sehingga kaca tidak menyentuh langsung pada kerangka. Jadi resiko terjadinya kaca pecah bisa dihindari dengan lebih maksimal.

Kemudian untuk perawatan, sebenarnya tidak begitu sulit untuk dilakukan. Yang paling penting adalah lantai tersebut rajin dibersihkan menggunakan lap yang lembut dengan cara digosokan. Penggunaan bahan penghilang cat, sabun detergen atau cairan lain yang punya kandungan kimia cukup tinggi harus dihindari karena bisa mengakibatkan hilangnya lapisan.

Permasalahan yang sering timbul dari lantai kaca adalah munculnya embun di bagian dalam lantai. Untuk mengatasi masalah ini kita bisa menggunakan cairan anti kabut atau embun yang biasanya digunakan untuk kaca mobil atau kaca mata renang.

Sumber gambar : http://glassfloor.org

 

 
Artikel Lainnya :
 Kelebihan Kerai Kayu dan Cara Merawatnya Jenis Sambungan Kayu Untuk Konstruksi 
 Mengenal Lebih Jauh Tentang Rumah Raswari Hiasan Lampu Gantung Tercantik 
 Kaca Air Untuk Mempercantik Ruang Tips Rancangan Rumah Terbuka 
 Mengenal Jenis-jenis Plafon Tips Membuat Desain Ruang Tidur Bernuansa Afrika 
 Keuntungan dan Tips Membuat Taman Terasering Rumah Pavilliun Bergaya Kontemporer di Bali 
 Menyulap Bangunan Kost Menjadi Hotel Tips Menggunakan Lampu Hias Taman Dalam Ruang 
 Menghitung Volume Bahan Bangunan Ide Menarik Membuat Satu Pintu Dengan Tiga Ukuran 
 Peristiwa Alam yang Sering Memunculkan Masalah Pada Proyek Bangunan Agar Nat Menjadi Kuat dan Tahan Lama 
 Tips Memilih Furniture dan Asesoris Rumah Landsacpe Komplek Perumahan Adat Wae Rebo di NTT yang Indah 
 Desain Gereja di Tanah Karo Memilih Bahan dan Membuat Desain Ukiran Dekoratif Dinding 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker