Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik dan Cara Mempercantik Tampilan Dinding dengan Kayu Bakar

Teknik dan Cara Mempercantik Tampilan Dinding dengan Kayu Bakar

Selain digunakan untuk membuat perapian, kayu bakar bisa juga digunakan untuk mempercantik tampilan dinding atau membuat dinding sekaligus, terutama yang berada di dalam ruang. Namun berbeda dengan dinding kayu yang lain, kayu bakar tersebut tidak di pakai dengan cara dibelah, melainkan dipotong secara melintang sehingga membentuk lempengan yang bundar.

Adapun teknik dan cara mempercantik tampilan dinding dengan kayu bakar seperti yang terlihat pada gambar, bisa menggunakan dua konsep atau sistem yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan selera.

Konsep yang pertama adalah kayu bakar tersebut di tempel secara langsung pada dinding atau tembok yang sudah jadi. Sehingga fungsinya hanya sebagai lapisan penutup saja. Pekerjaan ini tentu lebih mudah dilakukan. Kita tinggal menempel lempengan kayu tersebut di seluruh dinding yang ingin ditutup.

Penempelan tersebut bisa menggunakan lem kayu atau tembok. Kelebihan dari penggunaan lem kayu ini adalah proses pengerjaannya lebih mudah dilakukan dan tidak memakan waktu yang lama. Hanya saja, karena jumlah kayu yang ditempel banyak, maka penggunaan lem juga boros. Efeknya adalah dana yang harus dikeluarkan menjadi lebih banyak.

Selain itu penempelan menggunakan lem juga punya resiko yang lain, yaitu kayu mudah terlepas dari susunan yang sudah jadi. Jika ini terjadi, tentu keindahan dinding kayu bakar ini menjadi terlihat kurang sempurna.

Kemudian jika menggunakan paku, biaya yang harus dikeluarkan lebih hemat dan irit karena harga paku lebih murah dibanding dengan harga lem. Namun yang sering menjadi masalah adalah, jika pemakuan tidak dilakukan secara hati-hati lempengan kayu mudah pecah. Selain itu dinding tembok menjadi cepat rusak karena jumlah paku yang menempel dan masuk pada dinding juga banyak.

Melihat kenyataan tersebut, maka pilihan yang terbaik adalah menggunakan konsep yang kedua, yaitu membuat dinding kayu bakar secara langsung. Meski proses pengerjaannya lebih rumit, namun konsep ini tidak mengandung resiko yang besar. Keuntungan lainnya, dinding terlihat lebih asli dan alami.

Penggunaan konsep ini juga akan memunculkan nuansa yang lebih istimewa. Karena dinding tersebut akan menghasilkan lubang atau celah yang bisa menghadirkan kesan dramatis. Untuk mendapatkan kesan tersebut, bisa dilakukan dengan cara menciptakan sistem pencahayaan di balik atau belakang dinding. Selanjutnya dari celah tersebut akan muncul sinar-sinar kecil yang indah.

Untuk menerapkan konsep yang kedua ini, hal paling utama yang harus diperhatikan adalah pembuatan kerangka dan konstruksinya yang berada pada bagian pinggir bawah, atas dan sisi kiri serta kanan. Semua harus diperhitungkan dengan cermat agar susunan kayu tidak mudah jatuh apalagi runtuh. Agar punya daya cengkeram yang lebih kuat, sebaiknya konstruksi tersebut dibuat menempel langsung pada plafon. Jika keadaan memungkinkan, bagian sisi kiri dan kanan juga menempel pada dinding yang lain.

Untuk penyusunan kayunya sendiri, bisa menggunakan paku buatan sendiri dari potongan kayu kecil atau bambu. Cara menggunakannya, setelah kayu atau bambu dibentuk seperti paku yang lancip pada kedua ujungnya, kemudian dimasukan pada lubang yang dibuat pada sisi pinggir lempengan kayu. Lakukan pekerjaan ini satu persatu hingga semua lempengan kayu menyatu dan membentuk susunan dinding yang rapi.

Jika ingin menggunakan lem, hal ini juga bisa dikerjakan. Caranya lem dicampur dengan serbuk yang dihasilkan dari penggergajian kayu, lalu digunakan untuk membuat susunan. Konsepnya sama dengan ketika kita memasang batu bata pada dinding. Penggunaan serbuk kayu tersebut bertujuan untuk menjadikan lem punya daya cengkeram yang lebih kuat serta untuk melakukan penghematan.

Namun jika menggunakan cara yang satu ini, tidak akan menghasilkan lubang atau celah pada susunan. Sehingga konsep penataan cahaya yang dilakukan di belakang dinding tidak bisa diaplikasikan.

Sumber gambar : http://homedesigndecorator.com

 

 

 
Artikel Lainnya :
 Tempat Tidur di Ruang Terbuka Bernuansa Bali Teknik Mendesain Pilar 
 Teknik dan Cara Membuat Dipan Goyang atau Gantung Memilih dan Merawat Pompa Air 
 Mengganti Lantai Keramik Dengan Konsep Tile on Tile Ruang Tamu Bernuansa Etnik Bali 
 Menikmati Keindahan Desain Jembatan Ampera di Palembang Rumah Panggung Bergaya Modern 
 Atap Susun dari Rumput di Teras Rumah Bali Tips Membeli Tanah dan Rumah Warisan 
 Arsitektur Museum Karst yang Indah di Jawa Tengah Teknik Aplikasi Warna Biru Untuk Ruang 
 Menelusuri Ciri Khas Ragam Hias Nusantara Tips dan Cara Menata Kamar Tidur untuk Anak 
 Rumah Dome Yogyakarta Kemana Tujuan Investasi Properti Tanah Setelah Bali? Lombok, Labuan Bajo, Raja Ampat? 
 Hal Penting Dalam Perancangan Sanitasi Rumah Tips Memilih Arsitek Villa 
 Rumah Orang Kaya Sedunia Merancang Rumah Mungil Bertingkat 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker