Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Keuntungan dan Tips Membuat Taman Terasering

Keuntungan dan Tips Membuat Taman Terasering

Terasering adalah suatu konsep yang digunakan untuk meletakan tanaman dengan sistem yang bertingkat-tingkat. Meski lebih sering diaplikasikan pada tanaman padi atau sawah dan sayuran serta lahan pertanian lainnya, tapi penggunaan konsep ini juga bisa diaplikasikan untuk membuat taman.

Ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika kita mau membuat taman dengan menggunakan konsep seperti ini. Meski dilihat dari arah depan atau belakang, semua tanaman hias yang ada di taman tersebut bisa terlihat dengan jelas. Untuk mengamati suatu tanaman yang mungkin dirasa menarik, kita tidak perlu mendongakan kepala, seperti yang sering terjadi pada taman yang datar.

Selain itu proses penyiramannya juga lebih mudah dilakukan. Kita tinggal mengalirkan air dari atas, selanjutnya air tersebut akan mengalir sendiri menuju ke bawah. Selain lebih praktis, cara ini juga bisa menghemat waktu dan tenaga.

Keuntungan lainnya, meski lahan yang digunakan punya ukuran yang sempit atau kecil, taman terasering tetap bisa terlihat luas dan lebar serta besar. Terlebih lagi jika jumlah terasering atau tingkatan dalam taman tersebut punya jumlah yang lebih banyak. Kesan yang luas dan lebar tersebut muncul dari garis-garis dinding yang ada di setiap tingkatan terasering.

Jika di desain dengan baik dan benar serta punya konsep yang jelas, taman terasering juga akan memunculkan kesan lebih istimewa yang tidak dipunyai oleh taman yang menggunakan bentuk datar. Untuk memunculkan kesan tersebut ada beberapa tips membuat taman terasering yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Lahan yang paling cocok dan pas digunakan untuk membuat taman terasering adalah lahan yang bentuknya miring. Lahan seperti ini biasanya lebih mudah ditemukan di daerah perbukitan. Bentuk lahan atau tanah yang miring akan memudahkan kita untuk membuat konsep penataan, karena tinggal menyesuaikan derajat kemiringan tersebut. Namun demikian, bukan berarti lahan yang bentuknya datar tidak bisa digunakan untuk membuat taman seperti ini.

Hanya saja, untuk lahan yang bentuknya datar tanah yang digunakan untuk media taman harus disediakan dalam jumlah yang lebih banyak. Terutama sekali pada bagian atas. Selain itu taman tersebut sebaiknya diletakan pada bagian pinggir suatu bidang, misalnya menempel pada dinding tembok.

Atau bisa juga taman tersebut berada di samping kiri atau kanan suatu tangga berundak. Dengan penempatan seperti ini kita tinggal membuat bentuk taman yang disesuaikan dengan tampilan tangga tersebut.

Ada dua bagian yang perlu mendapat perhatian ketika ingin membuat taman terasering. Yang pertama adalah sistem konstruksi pada dinding yang dibuat di masing-masing tingkatan, harus diperhitungkan dengan cermat. Untuk yang menggunakan lahan miring, dinding tersebut harus memperhitungkan derajat dan bentuk kemiringan lahan.

Selanjutnya baik menggunakan lahan yang miring atau datar, dinding dinding tersebut harus kuat menahan beban tanah yang ada di samping atau atas. Dan yang tidak boleh dilupakan, usahakan agar dinding juga bisa berfungsi sebagai tanggul sehingga tanah tidak akan jatuh atau longsor ke bawah.

Lalu yang kedua adalah sistem drainasenya. Air yang disiramkan atau air hujan yang jatuh harus bisa turun dan meluncur ke bawah dengan lancar. Jangan sampai terjadi air tersebut berhenti di suatu tingkat sehingga menciptakan genangan. Karena jika tidak segera meresap ke dalam tanah, air bisa membuat tanaman hias yang digunakan menjadi busuk dan mati.

Kemudian untuk jenis tanaman hias yang digunakan, semuanya bisa menyesuaikan dengan selera dan ukuran dari taman tersebut. Namun yang tidak boleh dilupakan adalah konsep penempatan dan penataannya juga harus diusahakan agar tanaman yang ada di bagian bawah bisa tampil lebih rendah dari tanaman yang berada di atas. Jadi semua jenis tanaman bisa terlihat semua tanpa ada yang menghalangi.

Sumber gambar : http://www.idealhomegarden.com

 

 

 
Artikel Lainnya :
 Menata Ruang Sempit? Kenapa tidak…? Cara Membuat Atap Rumah Cina yang Unik 
 Membuat Jalan Beton dan Pebandingannya dengan Jalan Aspal Tips Membuat Desain Pagar Dari Batu Bata 
 Tips Membeli Perumahan Murah Memilih dan Menggunakan Keramik Corak 
 Ruang Keluarga dan Tidur yang Menyatu dan Menggunakan Ornament Khas Bali Menjadikan Karya Arsitek Sebagai Simbol Wilayah 
 Menghias Kaca Dengan Teknik Grafir dan Air Brush Aplikasi Kain Gorden Pada Ruang Klasik dan Modern 
 Rumah Berbentuk Huruf ‘V’ Terbalik Menjadikan Lemari Sebagai Penyekat Ruang 
 Rumah Kontemporer Berdinding Batu Teknik Memasang dan Merawat Lantai Decking 
 Cara Cerdas Memilih ButhUp dan Bak Mandi Agar Nat Menjadi Kuat dan Tahan Lama 
 Rumah Kontemporer dengan Atap Melengkung Bentuk Ruang yang Lahir dari Fungsi Bangunan 
 Membuat Kamar Mandi Terbuka Aplikasi Desain Minimalis Rumah pada Arsitektur Bali 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker