Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Cara Membuat Tangga Bambu Untuk Hiasan Interior

Cara Membuat Tangga Bambu Untuk Hiasan Interior

Selama ini tangga dari bambu lebih sering digunakan untuk naik ke suatu tempat yang posisinya lebih tinggi. Karena hanya digunakan untuk keperluan yang sifatnya hanya sementara dan bukan merupakan bagian dari suatu element pada bangunan atau ruang, maka ketika dibuat bentuknya juga sangat sederhana sekali.

Namun jika kita mau kreatif, sebenarnya tangga bambu ini bisa dijadikan hiasan interior dalam ruang dengan tampilan yang sangat unik serta punya nilai seni yang tinggi. Sebagaimana yang terlihat pada gambar, tangga bambu yang fungsinya telah berubah menjadi aksesori ini diletakan pada sebuah dinding. Selain tidak terlihat kosong, tampilan dinding tersebut juga terlihat makin indah dan menarik.

Cara membuat tangga bambu untuk hiasan interior seperti ini merupakan perkerjaan yang tidak begitu sulit untuk dilakukan. Untuk menciptakannya ada dua sistem yang bisa digunakan. Untuk sistem yang pertama menggunakan konsep bakar atau panggang, sedangkan sistem kedua menggunakan konsep pengupasan kulit.

Jika lebih suka dengan sistem yang pertama, bambu yang digunakan harus memiliki warna kulit yang terang misalnya kuning. Karena konsep bakar atau panggang akan memunculkan pola-pola yang warnanya cenderung gelap yaitu coklat tua atau coklat kehitaman. Maka jika bambu yang digunankan menggunakan warna yang sama-sama gelap, tentu pola tersebut tidak bisa terlihat dengan jelas.

Setelah menemukan bambu sesuai dengan yang dibutuhkan, sediakan bahan untuk membuat pola atau gambar. Yaitu aluminium tipis (foil) atau bahan lain yang punya sifat tahan panas dan api. Buatlah pola dalam bentuk kurva tertutup pada bahan itu, lalu digunting sehingga pola tersebut menjadi lubang atau bolong.

Langkah selanjutnya, tempelkan pola dari alumunium foil pada bambu yang sebelumnya telah dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Jika sudah melekat kuat dan menutup erat, bambu ini kemudian dipanggang pada api atau bara yang nyalanya tidak begitu besar sehingga bambu tidak akan terbakar. Bila ingin hasil yang lebih sempurna sekaligus praktis, proses pembakaran atau pemanggangan ini bisa memakai alat yang biasanya digunakan untuk mengelas atau menyambung besi.

Setelah pola yang terdapat pada bambu berubah warna menjadi gosong, alumunium foil dapat dilepas. Maka bambu yang tampilannya telah berubah menjadi cantik ini bisa digunakan untuk membuat tangga hias.

Kemudian untuk sistem yang kedua, jenis bambu yang dipilih harus punya warna yang lebih gelap. Karena pola yang dibentuk berasal dari kulit bambu itu sendiri, sementara bagian daging bambu selalu punya warna yang sama yaitu kuning. Jadi jika memakai bambu yang warnanya juga kuning, hasilnya menjadi tidak bagus karena pola yang dibuat akan punya tampilan yang sama dengan warna daging.

Adapun proses pembuatannya, pertama kali membuat pola atau gambar langsung pada bambu menggunakan pensil atau spidol. Setelah itu kulit bambu yang bukan merupakan bagian dari pola dihilangkan dengan cara diseset menggunakan pisau yang tajam. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati terutama ketika memotong kulit bambu pada bagian gambar. Jika terjadi kesalahan sedikit saja, pola akan menjadi rusak.

Setelah proses penyesetan selesai dilakukan, barulah bambu disusun menjadi tangga. Agar punya tampilan yang lebih menarik, pemasangan anak tangga bisa menggunakan bahan dari tali bambu atau rotan. Jadi tidak menggunakan lubang seperti tangga bambu pada umumnya. Karena punya fungsi untuk hiasan maka tangga tersebut tidak akan diinjak atau dinaiki. Sehingga kekuatan konstruksinya tidak perlu mendapat perhitungan.

Selanjuntya untuk finishingnya, bisa menggunakan bahan pelitur. Ada dua jenis pelitur yang bisa dipilih. Jika lebih senang dengan tampilan yang mengkilat, pilihlah jenis glossy. Namun jika lebih suka dengan tampilan yang tidak mengkilat, bisa menggunakan dari jenis doop.

Sumber gambar : http://www.gumtree.com.au

 

 

 
Artikel Lainnya :
 Jenis-jenis Kamar Mandi Perlu Arsitek Bertangan Dingin Untuk Investasi Resort Anda di Raja Ampat 
 Ide dan Cara Membuat Wastafel Unik dari Kayu Menjadikan Rumah Hunian Sebagai Rumah Penginapan 
 Persiapan Penting Sebelum Membangun Rumah Rumah Jembatan di Atas Sungai 
 Jenis-jenis Bangunan Tradisional Suku Lore Sulawesi Tengah Gazebo Bertingkat Gaya Bali yang Eksotis 
 Menciptakan Suasana Terang di Ruang Tamu Gaya Bali Mendirikan Bangunan Tanpa Bekisting 
 Tips Renovasi Rumah Ide Menarik Membuat Desain Kursi Eceng Gondok 
 Keuntungan Menggunakan Lilin Hias Ekletrik Tips Cara Membeli Rumah Second /Bekas 
 Tips Merawat Kamar Mandi Sejarah Desain Rumah Minimalis 
 Teknik Penyelidikan Tanah Bangunan Rumah Kontemporer Berdinding Batu 
 Jenis Pencahayaan Ruang Interior Jenis Desain Mebel Antik 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker