Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Ide Menarik Membuat Desain Kursi Goyang

Ide Menarik Membuat Desain Kursi Goyang

Kursi goyang pada umumnya lebih sering digunakan untuk bersantai dan membaca. Kebanyakan penggemarnya adalah orang yang sudah lanjut usia atau orang tua. Dan karena digunakan untuk membaca, tentu harus diletakan pada ruang dengan penerangan yang cukup.

Namun yang sering menjadi masalah adalah, lampu penerangan tersebut sering tidak mampu memancarkan sinarnya dengan maksimal karena jaraknya cukup jauh. Jika menggunakan lampu tersendiri misalnya lampu berdiri atau standing lamp, tentu menjadi tidak praktis. Karena lampu tersebut hanya bisa diletakan pada bagian samping, bukan di belakang kursi atau di atasnya.

Karena itu dibutuhkan suatu ide baru untuk memecahkan masalah tersebut. Salah satunya adalah membuat desain kursi goyang dengan konsep yang lebih sempurna sehingga masalah penerangan yang sering memunculkan rasa kurang nyaman tersebut bisa diatasi dengan baik. Berikut ini ada satu ide menarik membuat desain kursi goyang dimana antara kursi dan konsep pencahayaan yang diciptakan bisa menyatu dan bukan merupakan element yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri seperti yang sering terjadi selama ini.

Salah satu hal utama yang cukup menarik dari kursi goyang ini adalah bentuknya lebih modern dan mampu memunculkan karakter masa kini yang sangat kuat. Selama ini desain kursi goyang biasanya menggunakan gaya atau model yang terkesan sangat monoton dan terasa membosankan serta tidak punya daya tarik yang tinggi.

Bahan utama yang digunakan adalah logam atau baja ringan yang dibentuk dengan sistem cor dan las. Konstruksi utama yaitu element untuk menggerakan atau menggoyang kursi, tempat duduk dan sandaran punggung dibuat menyatu dan saling menyambung, tidak terpisah-pisah. Pertama kali, batang logam yang jumlahnya ada dua dibuat lengkungan yang bentuknya seperti lingkaran namun tidak penuh.

Logam ini kemudian disatukan pada bagian pucuk atau atasnya. Bagian atas yang bentuknya seperti atap ini digunakan untuk meletakan lampu penerangan, sehingga arah sinarnya bisa langung mengarah pada buku yang sedang dibaca atau badan orang yang sedang duduk di tempat itu.

Sedang bagian bawah, dibuat lebih lebar atau renggang tapi disatukan lagi oleh dua logam lain yang berbentuk lempengan dan diletakan pada masing-masing lengkungan. Selanjutnya pada bagian tengah diberi lempengan lagi yang bentuknya kotak dan dipasang secara mendatar namun agak miring kebelakang. Element ini digunakan untuk meletakan tempat duduk. Pemasangan tempat duduk yang dibuat agak miring tersebut punya tujuan, yaitu untuk membuat rasa nyaman dan enak ketika digunakan.

Konsep yang sama juga dilakukan pada element yang berada diatas yang digunakan sebagai sandaran punggung. Dan agar lebih kuat menahan beban, element atau lempengan logam ini dibuat lebih panjang hingga menyatu sampai ke atas dan membentuk bidang seperti segitiga.

Sisi lain yang cukup menarik, bagian ujung bawah dari lengkungan logam yang digunakan untuk konstruksi tersebut diberi tonjolan yang agak besar. Penggunaan tonjolan ini bukan sekedar untuk menciptakan kesan yang artistik saja, namun punya fungsi yang lain yang tidak kalah penting. Yaitu digunakan sebagai sandaran kaki sekaligus sebagai media untuk memberi tekanan agar kursi bisa bergerak atau bergoyang.

Pekerjaan yang paling sulit dan membutuhkan tingkat keakuratan yang sangat tinggi untuk membuat kursi goyang dengan tampilan seperti ini adalah menghitung derajat pergerakan atau goyangan yang dihasilkan.

Karena bentuknya bundar, jika ada perhitungan yang meleset akan membuat goyangan tersebut tidak terkontrol. Akibatnya bukan goyangan nikmat yang didapat, namun kursi tersebut bisa menggelinding liar seperti bola atau roda. Jika ini terjadi tentu akan menimbulkan efek yang cukup fatal, yaitu pengguna bisa terjatuh.

Sumber gambar : http://cubeme.com

 

 

 

 
Artikel Lainnya :
 Desain Teras Bali yang Segar dan Alami Menelusuri Perkembangan jenis dan Bentuk Ragam Hias Bali 
 Mengamati Arah Perkembangan Gaya Arsitektur Rumah Indonesia di Tahun 2012 Ruang Tamu Bernuansa Etnik Bali 
 Jenis-jenis Tanah Kavling Cara Membuat Shower Unik di Kolam Renang 
 Tips Memilih Kontraktor Villa Menghadirkan Suasana Musim Semi (Spring) Dalam Ruang 
 Cara Membuat Tempat Tidur berbentuk Tabung Membuat Desain Home Theatre 
 Teknik Mencampur Warna Cat Pengertian Dari Istilah Dinding Bernafas 
 Bagaimana Merencanakan Kolam Hias Sebagai Element Pemanis Rumah Membangun Karakter Ruang Makan 
 Rumah Berdinding Kaca dan Batu Pengertian Mezzanine dan Teknik Membuatnya 
 Rumah Antik yang Cantik Teknik Menentukan Posisi Skylight 
 Menggunakan Bambu Untuk Hiasan Interior Paduan Kuning Merah Rumah Kayu di Jawa Barat 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker