Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Cara Membuat Desain Ruang Untuk Pameran Lukisan

Cara Membuat Desain Ruang Untuk Pameran Lukisan

Desain interior tidak hanya diaplikasikan untuk menata desain ruang dalam rumah hunian saja. Ruang yang lain seperti perkantoran, pertokoan, hotel dan lain-lain juga perlu penataan desain agar bisa membuat nyaman bagi siapa saja yang datang atau tinggal di tempat itu.

Bahkan desain interior juga dibutuhkan dalam suatu peristiwa yang bersifat sementara, misalnya dalam acara pameran atau eksebisi yang biasanya menampilkan suatu koleksi barang yang bersifat spesifik dan tematik. Misalnya pameran koleksi benda-benda seni, lukisan, otomotif, elektronik dan lain-lain. Masing-masing dari jenis pameran ini punya konsep atau aturan sendiri-sendiri dalam penataan desain interiornya.

Misalnya saja pameran lukisan yang menampilkan koleksi berbagai jenis aliran dalam lukisan atau hasil karya dari beberapa seniman sekaligus. Jika jumlahnya tidak begitu banyak, cara yang paling mudah untuk menampilkan lukisan tersebut tinggal menempelkan pada dinding yang berada di setiap sisi ruangan. Dengan cara seperti ini pengunjung yang datang tinggal masuk dan melihat lukisan yang ditampilkan dengan cara mengelilingi ruang tersebut.

Namun bagaimana jika lukisan yang ditampilkan jumlahnya lebih banyak?.
Cara membuat desain ruang untuk pameran seperti ini tentu membutuhkan teknik dan konsep yang lebih rumit. Salah satu caranya adalah membagi ruang tersebut menjadi beberapa bagian yang elbih kecil, kemudian digunakan untuk menampilkan lukisan berdasarkan kelompok atau jenis-jenis tertentu. Misalnya lukisan tersebut dipajang sesuai dengan alirannya atau pembuat dan pencipta karyanya.

Pembuatan ruang-ruang inilah yang membutuhkan perhitungan dan ketelitian tersendiri. Yang paling utama adalah, pengunjung yang datang ketika masuk ke dalam ruang pameran harus selalu diusahakan untuk menggunakan satu jalur saja untuk berjalan sehingga tidak saling berdesakan dan bertubrukan. Untuk mengatasi masalah seperti ini salah satu cara yang bisa ditempuh dan paling umum digunakan adalah memisahkan jalur untuk masuk dan keluar.

Selain itu desain pemisahan ruang tersebut harus ditata sedemikian rupa, sehingga ketika sudah mengunjungi salah satu ruang dan mau menuju ke stand yang lain pengunjung tidak perlu masuk ke dalam ruang itu kembali, meski hanya sekedar lewat saja. Dengan cara seperti ini suatu ruang tidak akan dijejali oleh banyak orang sementara ruang yang lain terlihat kosong dan sepi. Selain itu pengunjung juga tidak akan merasa bosan dan jenuh.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah konsep dan teknik pencahayaan. Selain mampu memberi penerangan yang bagus dan membuat nyaman mata pengunjung, cahaya dari lampu-lampu yang digunakan juga harus dapat menjadikan koleksi lukisan yang dipajang terlihat lebih bagus, menarik dan indah serta menampilkan karya seni yang bermutu tinggi. Hal yang sering menjadi masalah adalah ketika daya listrik yang tersedia hanya terbatas saja.

Permasalahan ini bisa dipecahkan dengan cara memisahkan berdasarkan ukuran lukisan tersebut. Jika punya ukuran yang besar, diletakan dalam suatu ruang tersendiri dan menggunakan lampu sorot sendiri pula. Sedangkan untuk lukisan yang ukurannya lebih kecil tidak perlu dipisah-pisah namun dijadikan dalam satu ruang sehingga cukup menggunakan satu lampu saja.

Selain menghemat penggunaan daya listrik dan ruang, pengelompokan berdasarkan ukuran ini juga bisa memberi keuntungan yang lain yaitu tidak ada satu koleksi lukisan yang menjadi dominan. Jika lukisan kecil disatukan dengan lukisan yang besar, tentu akan punya pengaruh terhadap daya tarik lukisan tersebut meski sebenarnya punya kualitas seni yang sama.

Yang terakhir adalah, pembagian ruang juga harus memperhatikan sistem sirkulasi udara yang masuk. Karena hal ini berkaitan dengan kenyamanan pengunjung dan untuk menghindari terjadinya kerusakan lukisan yang diakibatkan oleh cuaca yang terlalu panas atau dingin.

Sumber gambar : http://www.esbaluard.org

 

 
Artikel Lainnya :
 Memilih Kayu Untuk Lantai Bagaimana Mewujudkan Gemercik Air Terjun Buatan yang Nyaman dalam Rumah 
 Merancang Rumah Tropis Modern Yang Ideal Keindahan Desain Menara Masjid di Samarinda 
 Penataan Rumah dengan Konsep Modern Minimalis Perbedaan dan Persamaan Furniture Gaya Victoria dan Klasik 
 Perhatian Penting Sebelum Membangun Ruko Keindahan Bali dengan Arsitektur Tradisional Bali 
 Ide Menarik Membuat Pagar dari Botol Bekas Arsitektur Gaya Kontemporer yang Menggunakan Lekukan 
 Menjadikan Kayu sebagai Point Of View pada Bangunan Pengertian dan Cara Membuat Taman Air 
 Membuat Desain Fasad Bernuansa Etnik Jawa Menjadikan Pohon sebagai Point of View pada Bangunan  
 Membuat Kolam di Ruang Gazebo Bergaya Bali Secret Garden di Taman Tropis Museum Lukisan Sidik Jari 
 Mendesain Ruang Untuk Membaca dan Perpustakaan Investasi Properti di Bali, Begitu Menarikkah? 
 Tips Menggunakan Batu Alam Untuk Membuat Dinding Rumah Membongkar Lantai Keramik 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker