Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Cara Membuat Lantai Bambu

Cara Membuat Lantai Bambu

Salah satu jenis bahan untuk membuat lantai kayu yang ramah lingkungan adalah kayu. Selain ramah terhadap lingkungan, lantai kayu juga punya tampilan yang sangat menarik, sehingga makin banyak orang yang menyukainya. Namun sayangnya, penggunaan kayu yang berlebihan justru mengakibatkan bahan utama pembuatan lantai tersebut makin sulit untuk didapat sehingga harganya juga menjadi mahal.

Karena itulah perlu dicari bahan alterantif lain untuk membuat lantai yang punya sifat ramah lingkungan tapi dengan persediaan bahan yang masih melimpah. Salah satu pilihan yang saat ini mulai populer dan makin dikenal banyak orang adalah lantai yang menggunakan bahan dari bambu. Karena dibandingkan dengan kayu, ternyata bambu punya beberapa kelebihan.

Salah satunya adalah bambu punya sifat yang lebih lentur namun kuat dengan daya tahan sekitar empat hingga lima tahun. Selain itu bambu juga lebih tahan menghadapi perubahan cuaca, baik dalam suhu yang sangat lembab dan panas. Penyebabnya adalah, susunan pori-pori dalam bambu punya struktur yang lebih padat dan rapat. Kerapatan pori-pori ini juga menyebabkan binatang rayap tidak suka mengerat benda ini.

Kelebihan lainnya adalah, masa panen bambu punya jangka waktu yang lebih pendek. Mulai dari penanaman bibit hingga siap ditebang atau digunakan, pohon bambu hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun saja. Bandingkan dengan pohon jati yang butuh waktu selama tigapuluh tahun untuk mendapatkan kayu dengan kualitas yang baik.

Dan yang lebih menarik lagi adalah meski punya kesan yang lebih lunak dan lembut serta rapuh, namun bambu justru punya kekuatan yang lebih besar karena bisa menahan beban yang lebih berat. Menurut suatu penelitian yang belum lama ini dilakukan, lantai bambu yang ditaruh di atas permukaan tanah bisa menahan suatu beban atau tekanan hingga mencapai dua ton.

Adapun teknik dan cara membuat lantai bambu, metodenya hampir sama dengan cara yang digunakan untuk membuat lantai kayu. Namun sebelumnya bambu tersebut dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan, lalu dimasukan ke dalam air yang dicampur dengan bahan pengawet. Tujuannya adalah agar lantai bambu yang dibuat ini nantinya bisa lebih tahan lama dan tidak mudah mengalami pembusukan dan pelapukan.

Setelah itu bambu dikeringkan kembali dengan mesin pengering lalu dilanjutkan dengan proses pengepresan agar menjadi rata dan rapi. Setelah menjadi lembaran papan, ubin bambu yang sudah jadi ini kemudian dipotong lagi untuk mendapatkan hasil presisi yang lebih bagus dan siku terutapa pada bagian pojoknya.

Dan yang terakhir adalah proses finishing yaitu memberi lapisan penutup pada bambu untuk mendapatkan tampilan yang lebih indah dan cantik. Setelah semuanya selesai dikerjakan, lantai bambu ini siap dipasang dan digunakan. Adapun cara pemasangannya juga sama dengan lantai kayu, menggunakan sistem saling mengikat atau menggunakan lem.

Demikian pula dengan perawatannya juga tidak berbeda jauh. Misalnya sapu yang digunakan untuk membersihkan sebaiknya menggunakan sapu yang berbahan nilon agar lantai bambu tidak mudah tergores. lalu tidak boleh menggunakan perapot yang pada bagian bawahnya memakai bahan logam. Jika terpaksa menggunakan sebaiknya logam tersebut dilapisi dengan karet atau bahan lain yang tidak tajam, dan sebagainya.

Untuk pemilihan warnanya, terdapat beberapa jenis yang bisa dijadikan sebagai pilihan, yaitu coklat muda atau terang, coklat tua atau gelap dan kuning. Semuanya bisa disesuaikan dengan selera atau warna perabot yang digunakan serta warna dinding maupun plafon pada ruang yang akan dipasang lantai ini.

Sumber gambar : http://woodfloorsguides.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Arsitektur Rumah Artis Terkenal Dunia Gaya Desain Arsitektur Hotel dan Resort di Bali Menjadi Acuan Dunia 
 Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Jasa Broker Dalam Jual Beli Rumah Gunakan Jasa Pengawasan, untuk Proses Pembangunan Rumah Anda 
 Keindahan Atap Rumah Tradisional Minang Seluk-Beluk Kontrak Kerja dengan Arsitek atau Kontraktor 
 Agen Properti Indonesia - Ajakan Kerja Sama Tips Memilih Furniture dan Asesoris Rumah 
 Memilih dan Menggunakan Keramik Corak Trend Kostel, Konsep Kost-Hotel Yang Menjanjikan 
 Membuat Mural Untuk Memperindah Tampilan Dinding Membuat Pagar Sudut 
 Interior Istana Kuno di Dunia Kelebihan dan Cara Memilih Atap Polycarbonate 
 Cara Menggunakan Genteng Tanah Liat Untuk Membuat Dinding Penggunaan Kayu Dengan Konsep yang Sama pada Rumah dan Pagar 
 Trik Menjual Rumah Tanpa Perantara Peristiwa Alam yang Sering Memunculkan Masalah Pada Proyek Bangunan 
 Keuntungan dan Cara Membuat Dinding Rumput Kelebihan Porselen Untuk Lantai Kamar Mandi 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker