Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Desain Atap Bertingkat Rumah Villa Gaya Bali

Desain Atap Bertingkat Rumah Villa Gaya Bali

Salah satu cara untuk menjadikan bangunan rumah agar bisa terlihat lebih megah adalah dengan cara menerapkan konsep dua lantai atau lebih. Namun membuat bangunan dengan konsep seperti ini tentu membutuhkan dana yang lebih besar. Apalagi jika lantai kedua atau atas tersebut tidak digunakan secara maksimal, maka yang terjadi adalah pemborosan dana yang sia-sia.

Untuk mengatasi masalah ini, masih ada satu metode lain yang bisa digunakan untuk membuat bangunan tampak tinggi dan megah. Yaitu dengan cara membuat atap yang terdiri dari dua tingkat. Selain lebih hemat dan terlihat lebih megah, dengan atap bertingkat, bangunan rumah juga akan tampak lebih indah dan berwibawa.

Berikut ini ada contoh desain atap bertingkat rumah villa gaya Bali yang ada di pulau dewata tersebut. Nuansa etnik Bali dimunculkan pada penggunaan bahan yang digunakan yaitu rumput ilalang. Bentuknya memakai model limas yang sisi mukanya terlihat seperti bidang trapesium. Karena menggunakan sistem dua tingkat atau lapis, ukuran atap ini menjadi jauh lebih tinggi dari ukuran bangunannya.

Selain menjadikan bangunan tampak lebih megah, ada keuntungan lain yang bisa diperoleh jika menggunakan atap dua tingkat seperti ini. Yaitu bisa menciptakan sistem sirkulasi udara dengan baik karena angin bisa masuk melalui lubang yan berada di antara atap bawah dan atas. Hal ini menjadikan suasana di dalam ruang bisa terasa lebih sejuk dan segar meskit tidak menggunakan kipas angin atau AC.

Membuat atap dengan konsep seperti ini, bagian utama yang harus diperhatikan adalah tiang atau pilar penyangganya. Ada dua sistem atau cara yang bisa digunakan. Cara pertama adalah dengan membuat tiang secara terpisah atau sendiri-sendiri. Tiang pertama yang digunakan untuk atap yang ada di bawah, tentu punya ukuran yang lebih pendek dan berada di pinggir dan tengah.

Sedangkan tiang untuk atap yang ada di atas secara otomatis tentu punya ukuran yang lebih tinggi. Posisinya ada hanya berada hanya di tengah ruang. Sistem ini lebih mudah diterapkan namun ada beberapa kelemahan. Salah satunya, tiang yang digunakan jumlahnya lebih banyak dan lebih banyak memakan tempat. Hal ini dapat memunculkan permasalahan tersendiri untuk pembagian ruang dan penataan interiornya.

Jika menggunakan tiang dari kayu, kesulitan lain yang muncul adalah sulitnya mendapatkan kayu dengan ukuran yang ketinggiannya sama dengan tinggi atap bagian atas. Jika menggunakan sambungan, hasil desainnya terlihat kurang sempurna. Selain itu kekuatannya juga tidak bisa maksimal untuk menahan beban.
Cara yang kedua, tiang penyangga yang digunakan hanya ada satu jenis saja. Susunan tiang ini memakan tempat yang lebih sedikit karena hanya berada di bagian atap bawah saja. Tiang yang digunakan untuk menahan atap atas diletakan pada bagian atas atap bawah. Dengan cara seperti ini maka tidak dibutuhkan tiang penyangga yang ukurannya lebih tinggi.
Hanya saja, tiang yang dibuat harus benar-benar kuat dan membutuhkan perhitungan yang sangat cermat karena harus menyangga beban yang lebih berat dua kali lipat, yaitu atap bawah dan atas sekaligus.

Demikian pula dengan tiang lain yang ada di atas atap bawah yang digunakan untuk menyangga atap atas. Element atau media untuk meletakan tiang tersebut harus kuat karena punya pengaruh terhadap daya tiang penyangga ketika menahan beban.

Selain atap, pengaruh lain yang menjadikan bangunan rumah villa ini tampak lebih tinggi dan megah karena berada pada lahan yang lebih tinggi. Kemudian ditambah lagi dengan pondasi dan lantai yang berada di atas permukaan tanah. Meski hanya terdiri dari beberapa trap saja, namun tangga yang berada di depan teras juga menjadikan bangunan makin terlihat lebih jangkung.

Sumber gambar : http://www.baliholidayaccommodation.com

 
Artikel Lainnya :
 Teknik Menggunakan Beton Vibrator Seluk-Beluk Kontrak Kerja dengan Arsitek atau Kontraktor 
 Kelebihan Perabot Microfiber dan Teknik Perawatannya Gedung Piramida Museum Sepuluh November 
 Desain Geraja yang Megah di kota Medan Sumatera Utara Skema Kubus Modern pada Rumah  
 Gazebo Minimalis di Tepi Pantai Bali Tips Hemat Membuat Lampu Gantung  
 Membuat Peneduh dan Mempercantik Fasade Rumah dari Tanaman Rambat Ruang Makan Bernuansa Hutan di Malang 
 Ide dan Cara Membuat Wastafel Unik dari Kayu Paduan Tradisional Bali dan Modern pada Dapur 
 Mengapa Cat Baru Cepat Mengelupas? Bagaimana Cara Membuat Rumah Adem Tanpa Boros Listrik 
 Interior Ruang Upacara di Istana Merdeka Membuat Ruang Tamu Berkonsep Outdoor 
 Aneka Jenis Pekerjaan Finishing Bangunan Solusi Rumah Tumbuh di Lahan Terbatas 
 Mengenal Lebih Jauh Tentang Rumah Raswari Menghias Kaca Dengan Teknik Grafir dan Air Brush 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker