Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Rumah Bali Bernuansa Tempo dulu

Rumah Bali Bernuansa Tempo dulu

Masyarakat Bali terkenal sebagai orang yang kuat memegang teguh adat istiadat dan tradisi yang telah menjadi pola hidup bagi semua warga yang tinggal di pulau dewata. Termasuk di dalamnya adalah ketika membuat bangunan rumah.

Meski telah menjalani di kehidupan yang sangat modern, namun kebanyakan masyarakat di sana tetap menerapkan konsep tradisional ketika membangun rumah yang baru. Seperti yang terlihat pada gambar,  Meski rumah tersebut dibangun pada saat ini namun semua elementnya tetap bisa menghadirkan nuansa gaya tradisional Bali yang sangat khas.

Salah satu cirri utama dari bangunan rumah tradisional Bali adalah sebagian besar dindingnya menggunakan batu bata warna merah kecoklatan yang disusun secara rapat tanpa menggunakan adonan semen dan pasir untuk penyambungnya. Sehingga tampilan bata tersebut terlihat lebih rapi dan menyatu. Hal yang sama juga diaplikasikan pada rumah ini, menjadikan warna batu bata tersebut menjadi warna yang dominan.

Untuk menghadirkan kesan yang lebih luas dan terang, bangunan rumah Bali ini tidak dilengkapi dengan pagar. Namun sebagai tanda akses untuk masuk ke dalam komplek rumah, pada bagian depan, terdapat dua patung yang diletakan sejajar di sebelah kiri dan kanan dengan jarak yang tidak begitu jauh. Jadi tampilannya seperti pintu gapura namun tidak menggunakan daun pintu.

Patung tersebut dibuat dari batu alam warna kuning gading dan ditempatkan pada sebuah bidang yang dibuat dari susunan batu bata kemudian ditutup dengan lapisan atau adonan semen dan pasir, sehingga menghasilkan warna abu-abu. Meski beda warna namun antara patung dan bidang untuk menempatkan terlihat serasi dan bisa menyatu.

Di sebelah kanan patung agak ke belakang, terdapat ornament semacam tugu atau menara kecil yang bentuknya sangat khas. Warnanya abu-abu menghadirkan kesan yang lebih alami dan natural. Pada masa lalu, tugu ini dibuat dan baru alam yang dipahat atau diukir dengan tatah. Namun dengan alasan lebih praktis dan hemat biaya, kadangkala pembuatan tugu ini diganti batu bata yang ditutup lapisan dari adonan pasir dan semen.

Fungsi dari tugu ini bukan sekedar ornament atau hiasan untuk mempercantik tampilan rumah. Namun yang lebih utama adalah digunakan sebagai tempat dan media untuk melakukan sembahyang atau memanjatkan doa kepada Tuhan bagi setiap penghuni rumah. Selain itu meski bentuknya kecil namun tugu ini merupakan element yang penting yang mampu menghadirkan karakter kuat dan khas pada rumah Bali bernuansa tempo dulu tersebut.

Bangunan utama yang berada belakang, menggunakan konsep dua lantai dengan tampilan yang sederhana. Sedang bangunan lain yang ada di bagian depan, lebih mampu menghadirkan kesan tradisional yang kuat. Hal ini terjadi terutama pada bagian dinding muka yang menggunakan dinding kayu yang diukir menggunakan gaya Bali.

Di sebelah kiri, terdapat bangunan lain yang ukurannya lebih tinggi seperti menara. Bentuknya juga sangat khas sekali. Bagian paling bawah, pondasi dan dindingnya dibuat dari batu bata yang ditutup lapisan semen dan pasir. Sedangkan dinding yang berada di tengah, menggunakan bahan kayu yang ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan kesan yang sangat artistik.

Bagian paling atas punya tampilan yang paling cantik dan menarik. Karena ruang yang ada di tempat tersebut bersifat terbuka sehingga tidak diberi dinding penutup. Di setiap pojoknya, terdapat kayu penyangga atap yang dilengkapi dengan ornament dari papan kayu yang penuh dengan ukiran. Kesan yang sangat eksotis hadir dari element ini.

Sumber gambar : http://www.livebali.net

 
Artikel Lainnya :
 Desain Rumah Tinggal untuk Iklim Tropis Rumah Panggung Anti Gempa Dari Kayu 
 Acuan Dan Hal Penting Dalam Mendesain Mini Bar di Rumah Membuat Desain Home Theatre 
 Jenis Sambungan Kayu Untuk Konstruksi Membeli Rumah Lelang 
 Atap Kerucut Pada Rumah Adat Wae Rebo NTT Mengapa Harga Tanah di Bali Melonjak Naik? 
 Menggunakan Tirai Untuk Penyekat Ruang Kelebihan dan Teknik Menggunakan Gebyok Jawa 
 Teknik Membuat Desain Ruang Belajar Menggunakan Batu Alam Untuk Membuat Fasad 
 Becak dan Rangkaian Bunga Untuk Memperindah Tampilan Ruang Tips Renovasi Rumah 
 Jenis Biaya Untuk Transaksi Jual Beli Rumah Kelebihan Perabot Microfiber dan Teknik Perawatannya 
 Tips untuk Mengantisipasi Banjir di Rumah Rawan Banjir Mengenal Ekpose Gaya Platonik Geometris 
 Tips dan Cara Membuat Lantai dari Papan Kayu yang Masih Utuh Rumah Tropis yang Sejuk 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker