Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Dinding dan Atap Lengkung

Membuat Dinding dan Atap Lengkung

Dinding dan atap adalah bagian terpenting dari suatu bangunan namun merupakan dua element yang terpisah walau tempatnya sangat berdekatan. Namun demikian, dua element ini bisa digabung dan dijadikan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Contohnya bisa dilihat pada gambar. Pada bagian belakang lantai atas, antara dinding dan atap dijadikan satu dan membentuk suatu lengkungan besar. Bentuk dinding dan atap yang melengkung seperti ini lebih mudah diaplikasikan untuk bangunan yang terdiri dari dua lantai.

Perhatikan dengan seksama di bagian lantai bawah, persisnya pada eras sebelah kiri. Di tempat itu terdapat pilar atau tiang yang ketinggiannya mencapai bagian atas lantai dua. Pilar ini digunakan sebagai penahan beban kayu yang menjadi kerangka utama bagi penyatuan atap dan dinding belakang.

Beberapa kerangka lain dipasang secara melintang pada bagian pinggir dan tengah. Pekerjaan membuat kerangka yang melintang ini merupakan bagian yang tersulit serta membutuhkan kayu yang banyak dan cukup besar serta perhitungan yang sangat cermat dan akurat. Caranya beberapa kayu dipotong pendek, kemudian dibuat lengkungan dengan menggunakan mesin atau tatah. Kayu-kayu yang bentuknya sudah melengkung kemudian disusun dan dipasang sehingga menghasilkan kerangka lengkung.

Teknik penyambungannya  bisa menggunakan lempengan besi yang juga dibengkokan sesuai dengan alur pada lengkungan kayu. Lempengan besi ini kemudian dijadikan media untuk menyambungan antara kayu lengkung yang satu dengan kayu lengkung yang lain menggunakan sekrup yang kuat.

Susunan kayu lengkung ini kemudian dipasang mulai dari lantai hingga mencapai sebuah tiang yang dipasang secara melintang pada tiang penyangga atau pilar. Setelah semua susunan kayu lengkung terpasang, baru dinding atau atap bisa dipasang di atasnya.

Bahan yang digunakan juga kayu yang ukurannya sama dengan kayu untuk memasang atap genting namun lebih tipis. Adapun cara pemasangannya adalah dengan disusun secara berjajar dan melintrang mengikuti alur lengkungan kayu.

Penyusunannya harus rapat sehingga tidak menghasilkan celah sedikitpun. Pekerjaan ini bisa dimulai dari dari lantai kemudian terus naik hingga mencapai bagian paling depan, atau bisa juga sebaliknya.

Setelah itu susunan kayu ini kemudian dilapisi dengan alumunium atau bahan lain yang gunanya adalah untuk memberi perlindungan dari panas sinar matahari dan air hujan yang jatuh. Jadi kayu akan tetap awet dan tahan lama. Selain itu lapisan penutup tersebut juga berguna untuk menghindari terjadinya kobocoran ketika hujan, sehingga air tidak bisa masuk ke dalam ruang.

Ruang atas yang berada di bawah dinding atau atap lengkung ini, kedua bagian dinding samping dan depannya tidak menggunakan tembok, namun memakai kaca bening. Tujuannya adalah untuk memunculkan kesan yang lebih luas pada ruang tersebut. Dan yang lebih utama adalah untuk memperlihatkan kondisi dari atap dan dinding lengkung yang menjadi point of view atau fokus utama pandangan pada bangunan tersebut.

Bahkan untuk memunculkan karakter yang lebih kuat namun tetap alami, semua bahan kayu yang digunakan tidak diberi lapisan warna sama sekali kecuali hanya pelitur saja. Jika kayu yang digunakan punya kualitas yang bagus dan punya susunan serat yang lebih jelas, tentu tampilan bangunan ini akan menjadi lebih istimewa.
Sistem pencahayaan yang diterapkan juga menggunakan lampu yang sinarnya menghasilkan warna kuning dan tidak terlalu terang namun bisa menghasilkan bayang-bayang yang menjadikan tampilan ruang bisa makin dramatis.

Selain itu agar tampilan kayu bisa terlihat secara utuh, maka lampu-lampu penerangan tersebut tidak diletakan di atas namun berada di bagian samping atau di atas lantai yang sinarnya diarahkan pada susunan kayu yang dijadikan atap sekaligus dinding tersebut.

Sumber gambar : http://www.archidir.com

 
Artikel Lainnya :
 Atap Ilalang yang Menyatu Dengan Dinding di Rumah Bali Ide Menarik Membuat Satu Pintu Dengan Tiga Ukuran 
 Kelebihan dan Cara Menggunakan Lantai Papan Semen Paduan Coklat dan Putih pada Bangunan Villa di Bali 
 Kelebihan Desain Balkon Melayang Menghadirkan Nuansa Religi di Taman Bali 
 Persamaan Desain Arsitektur Gaya Islam dan Eropa Terrazzo sebagai Bahan Lantai Ramah Lingkungan 
 Konsep Kontruksi Kanopi di Lantai Atas di Kalimantan Seluk-Beluk Kontrak Kerja dengan Arsitek atau Kontraktor 
 Atap Miring yang Unik di Museum Iptek Bandung Arsitektur Rumah Artis Terkenal Dunia 
 Kelebihan dan Teknik Menggunakan Gebyok Jawa Mencari Arsitek Landscape/Lanskap di Bali? 
 Menggunakan Tanaman Rambat Untuk Memperindah Tampilan Rumah Teknik Menempatkan Kaca atau Mirror 
 Menggunakan Tugu Majapahit Untuk Hiasan Kolam Renang di Jawa Timur Aplikasi Desain Minimalis Rumah pada Arsitektur Bali 
 Keindahan Istana Maimun Medan Kelebihan dan Cara Pemasangan Lantai Keramik 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker