Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Rumah di Atas Air Terjun

Rumah di Atas Air Terjun

Dengan tujuan untuk menyatu dengan kehidupan alam, orang berusaha untuk mencari tempat tinggal yang berada di daerah tepi hutan atau pegununang. Meski sedikit aneh, namun hal ini merupakan salah satu pilihan yang bisa dimengerti.

Sebagaimana yang nampak dalam gambar, rumah yang bentuk desainnya cukup indah ini mengambil lokasi di tengah hutan rimbun dan tepat berada di atas air terjun. Ciri utama dari rumah yang bergaya kontemporer ini adalah teras yang berada di lantai atas menghindari penggunan pilar, sehingga bentuknya seperti melayang.
Keadaan yang tidak berbeda juga terjadi pada plafon atas, dimana pada bagian tersebut tidak menggunakan atap, namun memakai cor berbahan beton. Kesan yang dingin dan sejuk timbul dari warna krem yang digunakan pada fasad.

Sementara itu pada bagian belakang terdapat bangunan lagi yang lebih kecil dan sempit namun punya ukuran yang lebih tinggi. Dindingnya menggunakan batu alam yang warnanya sangat selaras dengan batu-batu lain yang berada di sekitar air terjun. Tujuan dari penggunaan batu ini tentu saja untuk memunculkan suasana yang lebih natural dan asli.

Yang membuat bangunan belakang ini menjadi unik adalah bagian fasadnya menggunakan kaca riben yang dipadu dengan kayu berwarna cokat sebagai kusen atau kerangkanya. Selain itu ukuran dindingnya lebih tebal dibanding dengan dinding lain yang menggunakan batu bata. Hal ini mengakibatkan bentuk bangunan kecil tersebut terlihat makin sempit.

Hal yang sama juga dilakukan pada dinding bagian bawah yang berada disamping, tepat di depan bangunan belakang. Konsep seperti ini selain membuat ruang terlihat lebih sempit juga menjadikan suasana lebih gelap dan dingin. Namun memang demikianlah tujuan utama dari pembuatan bangunan rumah ini yang ingin menghadirkan kesan yang sangat alamiah dan menyatu dengan alam.

Pekerjaan yang paling sulit dilakukan dalam membangun rumah ini adalah membuat konstruksinya. Karena berada di tanah yang berbatu, tentu membutuhkan teknik tersendiri agar konstruksi yang dibuat bisa masuk dan kuat tertanam.

Apalagi lahan yang digunakan bentuknya miring dan ada beberapa bagian (terutama teras lantai atas) yang tidak menggunakan pilar. Agar bisa mendapat kekuatan untuk menahan beban, maka selain membuat kontruksi yang ditanan secara vertical, juga harus membuat kontruksi yang dimasukan secara horizontal pada bagian tebing atau lahan yang miring. Ini merupakan pekerjaan yang sangat rumit dan butuh keahlian serta teknik tersendiri.

Permasalahan lain yang muncul dari bangunan ini adalah, karena berada di lokasi yang berada di hutam rimbun dan ruangnya agak menjorok ke dalam, cahaya alami dari sinar matahari tidak bisa masuk secara maksimal. Hal ini akan menyebabkan terjadinya pemborosan dalam hal penggunaan energi listrik untuk menyalakan lampu penerangan.

Meski demikian, rumah ini tetap mampu memunculkan suasana yang sangat sensasional. Ketika duduk di dalam teras lantai bawah, kita akan bertemu langsung dengan aliran air yang kemudian terjun kebawah tepat di depan teras.

Suara gemericik air yang terus mengalir dan terjun ke aliran sungai tiada henti akan menyejukan hati dan pikiran, terutama bagi meraka yang suka dengan suasana yang sangat sepi dan senyap. Demikian pula dengan udara segar yang berguna untuk menyehatkan paru-paru dan tubuh kita, lebih mudah diperoleh di tempat yang jauh dari polusi tingkat tinggi ini.

Namun sayangnya rumah seperti ini biasanya jauh dari pemukiman penduduk, sehingga ketika membutuhkan sesuatu bersifat mendadak tentu akan memunculkan permasalahan tersendiri. Jadi kesimpulannya adalah rumah ini lebih cocok dijadikan sebagai tempat peristirahatan atau liburan saja, bukan untuk rumah tinggal keluarga. 

Sumber gambar : http://www.home-designing.com

 
Artikel Lainnya :
 Penggunaan Kayu untuk Memperbaiki Tampilan Rumah Mengatur Ruang Cuci 
 Aneka Jenis Ornament Ukiran Rumah Banjar Material Untuk Membuat Sekat Ruang dan Kelebihannya 
 Rumah Kayu Kecil Bergaya Minimalis Memilih Tukang Untuk Renovasi Rumah 
 Mengenal Jenis Pasir dan Semen Perbedaan Antara Membeli Rumah Siap Huni dan Membangun Sendiri 
 Atap Lebar pada Bangunan Tropis Memaksimalkan Fungsi Sosial Pada Ruang 
 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Meninggalkan Rumah Persamaan dan Perbedaan Desain Plafon Rumah Eropa dan Amerika 
 Sejarah Desain Rumah Minimalis Gabungan Mewah dan Etnik Tempat Tidur Bambu Dari Bali 
 Cara Membuat Atap Rumah Cina yang Unik Mempercantik Ruang Dengan Warna 
 Kelebihan dan Cara Memilih Atap Polycarbonate Fasad Indah Keraton Yogyakarta 
 Teknik Baru Pembuatan Wall Covering Keramik dan Kelebihannya Bagaimana Memulai Bisnis Developer Perumahan 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker