Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengenal Hasil Arsitektur Karya Ir. Soekarno

Mengenal Hasil Arsitektur Karya Ir. Soekarno

Hampir semua masyarakat Indonesia mengenal Ir. Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Republik Indonesia. Namun jika melihat gelar yang berada di depan namanya, yaitu Ir, banyak yang tidak mengetahui jika beliau juga seorang insinyur teknik yang punya keahlian untuk membuat arsitek bangunan yang sangat monumental.

Sebelum terjun di dunia politik dan melakukan gerakan yang bertujuan untuk memerdekakan bangsa Indonesia, Ir Soekarno pernah menempuh ilmu di De Techniche Hoogeschool te Bandung (THS) yang pada saat ini telah menjadi Institut Teknologi Bandung atau ITB.

Bahkan yang lebih membanggakan lagi adalah, Ir Soekarno juga tercatat sebagai sebagai seorang arsitek terkenal di dunia yang namanya sejajar dengan Santiago Calatrava dari Spanyol, Zaha Hadid dari Irak, Kenzo Tange dari Jepang, atau Frank Owen Gehry dari Canada.

Hingga sekarang, kita masih bisa menyaksikan beberapa bangunan hasil karya Ir. Soekarno yang punya ciri dan karakter yang mampu menunjukan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Salah satunya adalah Monumen Nasional atau Monas. Bangunan yang tingginya mencapai 132 meter ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat demi membebaskan bangsanynya dari belenggu penjajahan Belanda.

Nilai-nilai semangat perjuangan ini disimbolkan pada mahkota tugu yang berbentuk seperti lidah api menyala yang diberi lapisan emas. Sedangkan untuk tugunya sendiri, ide desainya diambil dari lingga yoni yang merupakan simbol kesuburan menurut budaya Jawa dan agama Hindu.

Masjid Istiqal yang letaknya tidak jauh dari Monumen Nasional bentuk desainnya juga merupakan hasil pemikiran Ir Soekarno, meski dibuat oleh desainer arsitektur lain yaitu Frederich Silaban. Ketika masjid akan dibuat, Ir Soekarno memberi beberapa sentuhan arsitek pada bangunan tersebut. Sehingga meski menjadi tempat ibadah bagi umat Islam namun tampilan masjid ini bisa menggambarkan kehidupan bangsa Indonesia yang ber Bhineka Tunggal Ika.

Kemudian Patung Dirgantara yang letaknya berada di Pancoran dan lebih terkenal dengan sebutan Tugu Pancoran juga tidak jauh berbeda dengan Masjid Istiqal. Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso. Meski demikian dalam proses pembuatan desainnya Ir Sokearno memberi saran dan ide pada rancangan tersebut. Sehingga patung yang punya ukuran ketinggian 27 meter ini bisa menggambarkan suatu karakter kuat bangsa Indonesia di bidang dirgantara.

Ketika itu Ir Soekarno ingin membuat patung yang bentuk desainnya ditekankan pada penggambaran kejayaan bangsa yang selalu menonjolkan sifat pantang menyerah, punya semangat tinggi, jujur dan berani.
Hotel Indonesia yang terletak di Jakarta Pusat juga mendapat sentuhan arsitek dari tangan dingin Soekarno walau dirancang oleh arsitek lain yang bernama Abel Sorensen dari Amerika. Hotel yang dibangun untuk menyemarakan acara Asian Games yang ke empat pada tahun 1962 ini mejadi hotel berbintang yang pertama di Indonesia.

Gedung yang paling tinggi pertama di Indonesia yaitu Wisma Nusantara, gedung MPR DPR, Stadion Utama Senayan yang namanya telah diganti dengan Stadion Gelora Bung Karno atau GBK semuanya desainnya juga dibuat berdasarkan hasil pemikiran dari Soekarno meski dikerjakan oleh orang lain.

Bahkan ketika menunaikan ibadah haji pada tahun 1955, Bung Karno sempat memberi sumbangan berupa ide dan saran yang berhubungan dengan dunia arsitektur pada masjid Al-Harram di kota Mekkah Arab.

Ketika itu presiden Soekarno memberi saran agar umat Islam tidak kesulitan ketika melalukan salah satu kewajiban agar ibadah hajinya menjadi sah yaitu sa’i, perlu dibuat bangunan yang terdiri dari dua jalur dalam bangunan yang juga terdiri dari dua lantai. Saran yang sangat berguna ini kemudian diwujudkan dalam bentuk renovasi yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi pada tahun 1966.

Sumber gambar : http://www.imahagi.com

 
Artikel Lainnya :
 Tips Memadukan bambu dan Batu Alam untuk Membuat Taman Tampilan Kuning Rumah Villa di Bali 
 Rumah Kontemporer dengan Atap Melengkung Desain Gapura Unik Desa Kasongan 
 Teknik Memilih Wastafel Rumah Masalah yang Sering Terjadi Pada Penggunaan Semen 
 Memperindah Komposisi Warna di Ruang Tamu Kursi Ayun Unik Untuk Taman 
 Agar Proyek Bangunan Bisa Tepat Waktu Atap Bambu yang Unik Pada Bangunan Rumah Adat Cikondang Jawa Barat 
 Fungsi dan Cara Membuat Maket Bangunan Penangulangan Banjir di Areal Pemukiman Dengan Membuat Lubang Biopori  
 Ide Menarik Membuat Taman Dinding dari Batako Merawat Kayu Rumah Berdasarkan Jenisnya  
 Desain Geraja yang Megah di kota Medan Sumatera Utara Menikmati Kesegaran Rumah Bali 
 Membuat Sertifikat Tanah Girik atau Adat Tips Perawatan Alang alang Sebagai Atap Rumah Tradisional Bali 
 Rumah yang Menempel pada Dinding Gedung Universitas Indonesia yang Megah 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker