Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Hiasan Pada Dinding yang Retak

Membuat Hiasan Pada Dinding yang Retak

Sering kita mengalami hal yang sangat menjengkelkan ketika melakukan pengerjaan menutup batu bata pada bagian dinding menggunakan adonan pasir dan semen atau aci. Rasa jengkel tersebut muncul karena terdapatnya beberapa retakan pada dinding yang sudah jadi. Apalagi jika dinding tersebut sudah diberi warna atau cat.
Karena untuk menghilangkan retakan tersebut perlu menutupnya dengan dempul sehingga warna cat menjadi rusak dan otomatis pewarnaan dinding harus diulang lagi. Selain memboroskan waktu, tentu biaya yang harus dikeluarkan jadi lebih besar karena harus membeli cat tembok lagi.

Namun apabila jenis retakan yang muncul tersebut hanya berupa retakan biasa yang sering disebut dengan retakan rambut atau non struktural, maka kita tidak perlu mengulangi pengecatan apalagi melakukan pembongkaran untuk membuat lapisan penutup dinding yang baru.

Perlu diketahui, jika retakan rambut tersebut tidak akan menurunkan kualitas dan daya tahan dinding terhadap beban yang disangganya.Tapi jika retakan ini jumlahnya cukup banyak memang akan mengganggu dan merusak tampilan ruang yang sudah jadi. Sehingga nilai dari keindahan interior akan berkurang karena munculnya garis-garis yang tidak beraturan dari retakan tersebut.

Namun bagi yang tidak ingin mengulang pekerjaan menutup retakan dengan dempul atau mengulang pengecatan lagi apalagi membuat penutup dinding yang baru, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menutup atau menghilangkan retakan tersebut. 

Teknik untuk menghilangkan kesan yang tidak indah atau rapi di dearah munculnya retakan rambut pada dinding adalah dengan cara membuat lukisan dinding atau mural. Memang hal ini kedengarannya sangat aneh, bagaimana mungkin pada dinding yang tidak rapi karena adanya retakan justru mau dijadikan tempat untuk membuat mural.
Jangan bingung terhadap masalah ini. Retakan rambut tersebut justru bisa dijadikan garis-garis artistik untuk  membuat lukisan mural. Karena dari retakan ini bisa dibuat aneka jenis lukisan yang justru akan memunculkan kesan yang lebih dramatis. Misalnya untuk menciptakan tampilan petir atau guntur yang sedang menyala, ranting pohon dan sebagainya.

Contohnya bisa dilihat dalam gambar. Retakan yang terjadi di atas pintu masuk ruang justru dijadikan lukisan yang sangat indah dan dramatis. Lukisan yang berbentuk sebuah gapura ini justru bisa menyatu dengan pintu ruang yang berada di bawahnya.

Disamping kiri dan kanan gapura diberi lukisan lain berupa dua pohon besar. Untuk memunculkan karakter yang kuat, antara lukisan pohon yang satu dengan pohon yang lain diberi hiasan daun imitasi yang menjuntai hingga menyentuh bagian atas pintu.

Kemudian retakan pada dinding bisa tampil dan menjadi bagian dari kesatuan lukisan mural tersebut. Bahkan kesan yang lebih dramatis justru muncul dari retakan ini. Jika dilihat dan diperhatikan dengan seksama, retakan ini menjadi suatu bayangan atau pola abstrak. Sehingga gapura dan pohon yang menjadi obyek utama lukisan seakan-akan berada di suatu tempat terbuka yang sangat luas dan tinggi.

Keindahan dari lukisan mural ini makin bertambah karena penggunaan warna yang bisa menyatu dengan warna dinding. Untuk bagian gapura diberi warna yang sama yaitu krem namun diberi sentuhan-sentuhan lembut dengan menggunakan warna abu-abu dan coklat muda.

Sedangkan untuk pohonnya menggunakan warna hijau namun tidak begitu dominan. Jadi hanya sebagai penanda warna daun saja. Warna dominan yang digunakan justru menggunakan warna yang sama dengan gapura. Hanya bentuk arsirannya diberi sentuhan yang lain sehingga antara retakan pada tembok, lukisan gapura dan pohon bisa menjadi satu kesatuan seni mural yang utuh.

Untuk menambah nilai artistik dan seni, di beberapa tempat lapisan dindingnya sengaja dibongkar dengan tujuan untuk menonjolkan tampilan batu bata yang ada di dalam.

Sumber gambar : http://www.home-designing.com

 
Artikel Lainnya :
 Menata Ruang Tanpa Kursi (Lesehan) Layakkah Membangun Rumah Diatas Tanah Kontrakan? 
 Tips Merawat Kamar Mandi Tampilan Kuning Rumah Villa di Bali 
 Masalah yang Sering Terjadi Pada Penggunaan Semen Cara Mengurus IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) 
 Membuat Desain Gazebo Bali yang Asri dan Alami Pekerjaan Upperstructure dan Substructure Pada Bangunan 
 Ide Menarik Membuat Tangga Dengan Bentuk Seperti Kerangka Tulang Membuat dan Mendesain Kubah/Tower 
 Arti dan Fungsi Penting Void Jenis Batu Koral dan Cara Memasangnya 
 Ruang Makan Bernuansa Hutan di Malang Investasi Membangun Rumah Kost Exclusive 
 Tidak Ada Dana Membangun Rumah? Manfaatkan Kredit Bank Arstiektur Rumah Badui yang Alami 
 Mengenal Desain Gaya Oriental Mengenal Jineman, Rumah Kecil untuk Bersantai 
 Mengenal Pengertian Floating Houses Menata Ruang yang Tidak Menggunakan Plafon 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker