Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Desain Dapur Terbuka (Open Kitchen)

Membuat Desain Dapur Terbuka (Open Kitchen)

Membuat desain dapur yang punya sifat terbuka bisa menjadi tantangan dan pilihan tersendiri agar bisa memunculkan tampilan ruang yang lebih variatif dan dinamis. Apalagi dapur terbuka bisa menjadi salah satu media untuk menghilangkan rasa jenuh ketika membuat masakan yang berada di dapur tertutup karena punya fokus pandangan yang sangat terbatas.

Konsep desain dapur terbuka muncul dengan tujuan selain untuk menghilangkan rasa stress juga untuk mengurangi hawa panas yang muncul teruma pada daerah atau wilayah yang beriklim tropis. Maka untuk rumah yang berada di Indonesia desain seperti ini sangat cocok untuk diterapkan.

Kelebihan dari konsep desain dapur terbuka ini adalah tempat masak dan makan bisa menyatu dalam satu tempat dan tidak terpisahkan oleh dinding atau sekat. Sehingga suasana yang lebih akrab bisa terjalin. Apalagi jika yang membuat masakan adalah teman, saudara atau anggota keluarga sendiri yang punya hubungan emosi sangat dekat. Tentu hal ini juga akan menambah rasa persaudaraan yang makin lekat.

Karena ketika sedang membuat masakan bisa saling berkomunikasi atau ngobrol secara langsung. Jika menggunakan dapur tertutup, hal ini jelas tidak bisa dilakukan. Selain tempatnya terbatas, antara ruang makan dan dapur terpisah oleh dinding.

Hal yang harus diperhitungkan ketika membuat dapur terbuka apalagi ketika dapur tersebut langsung berhubungan dengan luar ruang adalah bau masakan yang sedang dibuat bisa menyebar ke tempat yang lebih luas. Jika aroma masakan tersebut terbawa angin dan bisa tercium dari jarak yang jauh tentu akan menimbulkan masalah tersendiri, terutama dari sisi etika dan kesopanan.

Jadi jika ingin membuat dapur terbuka pilihlah tempatnya tidak terlalu dekat dengan ruang yang lain. Jarak dengan rumah tetangga juga harus diperhatikan dengan cermat, terutama sekali jika kita sering membuat masakan yang bisa memunculkan aroma sangat keras seperti sate, ayam goreng dan lain-lain. Apalagi jika aroma tersebut masuk ke ruang lain dan membawa partikel asap yang bisa menempel pada pakaian, karpet dan lain sebagainya. Tentu barang tersebut juga bisa menimbulkan bau masakan.

Teknik pencahayaan untuk dapur terbuka juga tidak boleh dilupakan. Meski bisa mendapat sinar matahari secara langsung, namun dapur dengan desain ini tetap membutuhkan konsep pencahayaan yang cukup terang. Terlebih lagi jika penghuni rumah sering melalukan kegiatan memasak pada waktu malam. Agar tidak menggangu pandangan ketika memilih bahan yang digunakan untuk memasak pilihlah lampu yang warna sinarnya putih terutama pada bagian untuk kompor, memasak dan menyimpan bahan masakan.

Sedangkan untuk daerah yang digunakan untuk meletakan meja dan kursi makan bisa menggunakan cahaya warna lain seperti kuning. Untuk memunculkan kesan romantis, pada bagian dinding bisa diberi lampu tempel yang warnanya kuning redup atau merah.

Dapur terbuka lebih sering digunakan untuk memunculkan suasana yang tidak begitu formal. Jadi pemilihan perabot yang digunakan juga tidak boleh menggunakan model yang berkesan resmi.  Untuk meja dan kursi makan pilihlah yang desainnya sederhana. Hindari penggunaan lekukan atau ukiran yang akan mengurangi kesan santai dan akrab.

Masalah kebersihan juga harus mendapat perhatian lebih serius karena jika ada sampah atau kotoran yang dihasilkan dari proses memasakan atau ketika menikmati sajian makanan bisa lebih mudah terlihat. Jika tidak segera dibersihkan tentu akan memunculkan kesan kotor dan tidak rapi. Ada baiknya di sekitar dapur terbuka ini diletakan sapu dan tempat sampah sehingga proses pembersihan ruang lebih mudah dan cepat dilakukan.
Hanya saja penempatan sapu dan keranjang sampah ini juga tidak boleh menggunakan lokasi yang bisa terlihat mata secara langsung. Jika ini terjadi tentu tampilan dapur yang sudah rapi akan berkurang nilai kecantikan dan keindahannya.

Sumber gambar : http://www.housingtouri.com

 
Artikel Lainnya :
  Membangun Resort ‘Ala’ Maldives di Indonesia, Mungkinkah? Tips untuk Mengantisipasi Banjir di Rumah Rawan Banjir 
 Villa Tropis di Bali yang Segar dan Cerah Teknik dan Cara Membuat Desain Gedung Olahraga 
 Membangun Rumah Dengan Jasa Kontraktor Memilih dan Merawat Furniture Outdoor 
 Rumah Orang Kaya Sedunia Bagaimana Menciptakan Ruang-Ruang Bertema Dalam Rumah ? 
 Masalah yang Sering Muncul Pada Atap dan Cara Mengatasinya Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Meninggalkan Rumah 
 Arsitektur Rumah yang Dapat Menyatu dengan Lingkungan Alam Menggunakan Teras Secara Maksimal 
 Ide Menarik Membuat Tangga Dengan Bentuk Seperti Kerangka Tulang Kenapa Memilih Bambu sebagai Bahan bangunan? 
 Membuat Perhitungan Kebutuhan Semen dan Pasir Gunakan Jasa Arsitek Walaupun Rumah Kecil 
 Arsitektur Balaikota Paling Jelita Gedung Universitas Pendidikan Indonesia yang Megah 
 Tampilan Rumah Kaca yang Elegan Teknik Memotong Ubin Lantai 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker