Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat dan Mendesain Kubah/Tower

Membuat dan Mendesain Kubah/Tower

Kubah atau sering disebut dengan dome merupakan salah satu penunjang untuk memunculkan kesan yang lebih megah dan anggun pada suatu bangunan. Sudah sejak jaman ratusan tahun sebelum masehi kubah sudah ada dan dibuat untuk bangunan istana. Penggunaannya biasanya diterapkan pada bangunan yang punya ukuran besar dan lebih tinggi.

Bangsa yang pertama kali menggunakan dome adalah bangsa Romawi Kuno. Sedangkan di negeri Persia, pada jaman kaisar Sassanid pembuatan kubah untuk bangunan mulai diterapkan. Kemudian untuk daerah Eropa kubah menjadi sangat terkenal pada masa Baroque dan Renaissance. Pada masa itu banyak bangunan atau kastil yang pada bagian atapnya dipasang kubah.

Bangunan terkenal di dunia yang menggunakan kubah salah satunya adalah gedung white house atau istana kepresidenan Amerika di Washington. Bentuk bangunan yang didominasi warna putih dan kubah yang juga menggunakan warna sama benar-benar mampu menunjukan suatu indentitas atau simbol sebagai suatu negara besar.

Sedangkan untuk bangunan kuno terkenal yang juga menggunakan kubah pada bagian atapnya adalah istana Taj Mahal yang berada di kota Agra India. Bangunan ini dibuat sebagai wujud rasa cinta raja kepada seorang istrinya yang dibuat pada tahun 1653. Dan hingga saat ini kemegahan Taj Mahal menjadi daya tarik wisata utama di kota tersebut.

Di kawasan Eropa juga terdapat bangunan geraja yang bentuk kubahnya banyak dijadikan sumber inspirasi para artitektur bangunan. Yaitu Santa Maria Del Fiore yang dibangun pada tahun 1436 di Florence Italia. Hingga saat ini dome tersebut merupakan kubah yang ukurannya paling besar di dunia.

Bangunan masjid yang menjadi tempat ibadah umat Islam juga menjadikan kubah sebagai salah satu ciri utamanya. Bentuk yang digunakan adalah bulat setengah telur namun agak menonjol pada bagian tengahnya. Sementara itu untuk puncaknya diberi menara yang berbentuk bulan sabit dan bintang. Warna yang sering digunakan adalah warna perak, hijau atau kuning emas.

Gereja yang menjadi tempat sembahyang umat Kristen dan Katholik juga banyak yang menggunakan kubah. Ada kalanya kubah ini terletak di atas atap namun pada bagian pinggir. Kadang-kadang dalam kubah ini diletakan lonceng besar yang bisa dibunyikan sebagai tanda untuk mulai melakukan doa bersama.

Di daerah Bali, kubah juga banyak ditemui di pura-pura. Meski bentuknya  tidak seperti kubah di masjid, gereja atau bangunan istana yang megah, namun kubah ini punya nilai keunikan tersendiri. Yaitu bahan pembuatannya yang menggunakan batu bata serta atap yang terbuat dari ijuk atau rumput ilalang. Dalam kubah ini diletakan kentongan yang jika dibunyikan juga menjadi pertanda dan maksud tertentu sesuai dengan teknik dan jumlah pukulan atau bunyi yang dihasilkan.

Meski kubah banyak diaplikasikan untuk bangunan yang bergaya klasik , namun bukan berarti bangunan modern tidak bisa menggunakan kubah.  Hanya saja desainnya memang harus disesuaikan dengan model masa kini.
Agar kubah tersebut bisa tampil lebih cantik, pada bagian atap atau dindingnya bisa diberi kaca, baik kaca warna atau bening. Kemudian ditambah lagi dengan teknik pencahayaan yang bagus sehingga sinar lampu yang dihasilkan bisa memancar keluar. Pada malam hari ketika lampu dinyalakan kubah tetap bisa terlihat dengan jelas dan memunculkan kesan yang lebih dramatis.

Teknik lain untuk memunculkan kesan dramatis pada kubah bisa dilakukan dengan menggunakan lampu sorot yang diletakan pada bagian bawah kubah atau pinggir atap. Gunakan lampu yang menghasilkan sinar terang sehingga tampilan kubah bisa terlihat dengan jelas namun tetap bersifat tamaran, tidak terang benderang. Dengan teknik seperti ini tampilan kubah makin eksotis, mewah dan elegan.

Sumber gambar : http://versesofuniverse.blogspot.com

 
Artikel Lainnya :
 Kelebihan dan Cara Membuat Pagar Kaca Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Pada Proyek Bangunan 
 Paduan Gaya Arsitektur Modern dan Natural Membuat Hiasan Dinding Dari Pita Kaset Bekas 
 Masalah Yang Paling Sering Muncul Pada Penggunaan Batu Alam Tips Bagaimana Menciptakan Kesan Alami di Apartemen 
 Arsitektur Perpustakaan Unik di Riau Mengenal Beberapa Jenis Kran Air 
 Bagaimana Mengecek Kualitas Bangunan Sebelum Membeli Rumah Interior Ruang Upacara di Istana Merdeka 
 Mengenal Desain Gaya Oriental Keuntungan dan Cara Membuat Taman dari Kursi Bekas 
 Berburu Tanah Murah di Bali, Untuk Investasi Masa Depan Dekorasi Kamar Mandi Termewah 
 Jenis Skema Pewarnaan Pada Dinding Interior Menempatkan AC Secara Baik dan Benar 
 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Meninggalkan Rumah Tips Cara Membeli Rumah Second /Bekas 
 Menggunakan Exhaust Fan Sebagai Alternatif Ventilasi Rumah Desain Interior Ruang Istana Maimun 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker