Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik Mencampur Warna Cat

Teknik Mencampur Warna Cat

Ada kalanya kita merasa kesulitan memilih warna untuk memperindah tampilan interior terutama pada bagian tembok atau dinding dan plafon. Meski saat ini sudah banyak tersedia cat dengan aneka macam warna, namun belum tentu semua warna tersebut sesuai dengan selera dan keinginan. Hal ini bukan suatu masalah besar. Kita bisa membeli beberapa cat yang warnanya berbeda-beda kemudian mencampurnya sehingga bisa menghasilkan warna sesuai dengan yang diinginkan.

Untuk memperoleh warna yang lebih variatif, sebelumnya harus menyediakan tiga jenis cat yang menggunakan warna dasar yaitu kuning, biru dan merah yang dinamakan warna primer. Selain itu sediakan  dua jenis lagi yaitu hitam dan putih yang disebut sebagai warna netral.

Langkah selanjutnya adalah mencampur cat warna biru dan kuning. Campuran ini akan menghasilkan warna hijau yang sering disebut sebagai warna sekunder. Campuran lain yang bisa dikreasikan menjadi warna sekunder lain adalah biru dan merah. Hasil campuran ini akan menghasilkan warna ungu. Jika merah dan kuning dijadikan satu warna baru yang muncul adalah oranye atau jingga.

Yang perlu diperhatikan dalam proses pencampuran warna ini harus diperhatikan komposisinya yang tepat yaitu satu banding satu. Selain itu jenis cat yang digunakan juga perlu dicermati karena masing-masing cat punya bahan campuran lain untuk mengencerkannya. Jika menggunakan cat tembok dan aklirik, bahan pengencernya cukup menggunakan air saja. Sedangkan untuk cat yang minyak untuk mewarnai pintu dan jendela, maka harus dicampur dengan cairan lain yang dinamakan terperntin. Cairan ini bisa diperoleh di toko cat, atau besi.

Untuk warna yang netral hitam dan putih, kedua warna ini dipakai untuk membuat membuat lebih terang atau gelap dari warna sekunder yang telah dibuat tadi. Jika ingin warna yang gelap maka yang digunakan untuk mencampur adalah cat hitam dan sebaliknya jika ingin lebih terang menggunakan cat putih. Ukuran komposisinya tidak ada aturan yang baku, semua disesuaikan dengan kebutuhan atau tingkat gelap maupun terang yang diinginkan.

Jika ingin warna sekunder yang lebih variatif, komposisi campuran antara warna cat primer yang satu dengan cat warna primer yang lain tidak perlu mengikuti aturan yang baku satu berbanding satu. Atau bisa juga antara warna sekunder tadi dicampur lagi dengan warna primer lain sehingga menghasilkan warna yang baru lagi. Jenis warna baru ini disebut dengan warna tertier.

Bahkan antara warna sekunder yang satu juga bisa dicampur dengan warna sekunder yang lain. Jika mau berkereasi, cobalah mencampur warna tersebut dengan komposisi yang berbeda-beda sehingga masing-masing tampilan warna yang dihasilkan juga berlainan. Dan jenis warna yang dicampurkan tidah harus dua jenis saja. Bahkan jika mau tiga jenis warna atau lebih bisa dicampur menjadi satu.

Jika ingin tampilan yang lebih dramatis, ketika melakukan pencampuran warna lakukan proses pengadukan seperlunya saja. Sehingga warna campuran tersebut tidak menjadi satu namun menghasilkan warna yang bersifat gradasi. Tampilan tembok yang menggunakan warna gradasi terutama jika dihasilkan dari campuran jenis warna yang kontras dan bertubrukan akan menghasilkan sensasi tersendiri. Warna gradasi ini juga cocok untuk membuat hiasan mural pada dinding.

Proses pencampuran warna untuk menghasilkan warna yang baru ini juga bisa dilakukan demi penghematan. Jika kita punya sisa cat yang terdiri dari beberapa warna (tidak harus warna primer dan netral), bisa dicampurkan sehingga sisa tersebut bisa mencukupi untuk memberi warna baru pada dinding dan plafon di ruang yang lain.
Namun sebelum melakukan percobaaan percampuran sebaiknya sediakan pula kertas dan pulpen untuk mencatat jenis campuran dan komposisinya. Ini untuk menjaga agar kita tidak lupa bagaimana suatu warna baru tersebut bisa dihasilkan. Mulai dari jenis warna yang dicampur serta perbandingannya serta urutan warna yang dikombinasikan.

 
Artikel Lainnya :
 Menjadikan Rumah Hunian Sebagai Rumah Penginapan Menggunakan Kayu Utuh atau Glondong Untuk Dinding 
 Atap Ilalang yang Menyatu Dengan Dinding di Rumah Bali Rumah Batu di Danau atau Laut 
 Gunakan Jasa Arsitek Walaupun Rumah Kecil Aneka Furniture Rumah dan Perawatannya 
 Jenis-jenis Kamar Mandi Perbedaan Penggunaan Kaca Pada Bangunan Kuno dan Modern 
 Aneka Teknik dan Cara Mengawetkan Kayu Bangunan Tebing Sejuk di Sudut Ruang Makan 
 Memasang Ubin Pada Dinding Membangun Rumah Dengan Jasa Kontraktor 
 Arti dan Makna Filsafat Desain Monas atau Monumen Nasional Penggunaan Batu Alam Sintetis Pada Bangunan 
 Tips Membangun Rumah Murah Namun Berkualitas Membuat Jalan Beton dan Pebandingannya dengan Jalan Aspal 
 Metode Perhitungan Kebutuhan Cat Dinding Jangan Percayakan Uang Anda pada Pemborong Bangunan Lepas! 
 Mengetahui Bagian Kusen Jendela dan Pintu dan Cara Merawatnya Membuat Kolam di Ruang Gazebo Bergaya Bali 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker