Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Jenis Kabel yang Sering Digunakan Untuk Bangunan Rumah

Jenis Kabel yang Sering Digunakan Untuk Bangunan Rumah

Kabel merupakan element utama untuk instalasi listrik . Fungsinya adalah untuk menyalurkan aliran listrik hingga ke perabot yang dalam penggunaannya menggunakan tenaga listrik. Untuk penggunaan rumah, ada beberapa jenis kabel yang sering dipakai.

Yang pertama adalah kabel NYA, adalah kabel yang menggunakan lapisan pelindung atau isolasi PVC dan menggunakan kawat tunggal. Warna isolasi yang digunakan adalah hitam, biru, kuning dan merah. Kabel ini adalah jenis kabel yang tidak digunakan dalam tanah. Penggunaanya hanya untuk bagian atas atau udara.
Karena hanya menggunakan satu lapis pelindung, maka jika terkena gesekan akan mudah lecet dan terbuka sehingga pemasangannya selalu menggunakan lapisan luar yang lain berupa pipa PVC.

Yang kedua adalah kabel NYM yang menggunakan pelindung luar PVC dan warnanya adalah putih. Inti kawat atau kebelnya ada yang berjumlah dua hingga empat. Masing-masing inti ini punya lapisan atau pelindung lagi dari karet yang warnanya saling berbeda-beda. Jadi bentuknya seperti kabel NYA ketika digabung menjadi satu serta diberi isolasi warna putih dan isolasi dalam yang menggunakan karet.

Kabel ini punya sifat yang lebih kuat karena punya dua pelindung tersebut. Jika digunakan dengan cara ditanam dalam tembok harus menggunakan conduits atau pipa lagi. Sedangkan jika digunakan langsung tanpa ditanam conduits tidak diperlukan lagi. Namun perlu diketahui, meski bisa digunakan untuk luar tembok kabel ini bukan jenis kabel yang bisa digunakan untuk luar ruang. Jadi penggunaanya harus tetap berada di dalam ruang.

Jenis yang ketiga adalah kabel NYY. Warna yang digunakan selalu hitam dan pelindungnya menggunakan dua isolasi PVC. Jadi tidak mengherankan jika jenis kabel ini punya kekuatan yang lebih dibanding dengan kabel yang lain.

Kabel ini bisa digunakan untuk bagian luar ruang bahkan dapat digunakan atau ditaman ke dalam tanah. Biasanya lampu taman, mercury dan lampu luar lain menggunakan kabel dari jenis ini. Dan karena kualitasnya tersebut, harganya juga paling mahal di antara jenis kabel yang lain.

Sedangkan yang terakhir adalah kabel serabut. Disebut demikian karena inti yang digunakan berupa kawat-kawan kecil yang dijadikan satu sehingga bentuknya seperti serabut. Kabel ini menggunakan dua inti yang masinng-masing menggunakan warna yang berbeda. Penggunaannya adalah untuk lampu yang punya ukuran kecil dan perabot elektronika yang penggunaan daya listriknya menggunakan tenaga atau energi yang rendah.

Selain kabel, penyaluran daya listrik juga menggunakan peralatan lain yang disebut dengan sakelar. Fungsi utamanya adalah untuk mematikan atau menghidupkan lampu dan perabot elektronik. Selain itu sakelar juga digunakan untuk stop kontak atau sambungan kabel seperti kabel rol serta bel.

Sakelar ini terdiri dari dua jenis yaitu sakelar in bow yang dipasang di dalam dinding atau tembok serta sakelar out bow yang lokasi pemasangannya berada di bagian luar tembok. Namun jika dibedakan berdasarkan fungsinya, sakelar bisa terbagi menjadi sakelar on off dan sakelar push on.

Sakelar on off cara kerjanya adalah membuka sambungan listrik ketika tombol dipencet pada posisi hidup atau ON dan akan memutuskan sambungna jika tombol yang ditekan adalah tombol Off atau mati. Contoh yang mudah dilihat adalah sakelar untuk stop kontak yang digunakan pada kebel olor atau sakelar lampu.

Sedangkan sakelar push on cara kerjanya adalah membuat hubungan aliran listrik ketika  tombol on terus ditekan. Ketika tombol on dilepas, maka secara otomatis sakelar akan memutus hubungan arus listrik sehingga posisinya menjadi off. Contoh penggunaan sakelar jenis ini adalah alat bel pintu.

Bila dibedakan berdasar jumlah tombol yang digunakan, sakelar juga bisa dibagi lagi menjadi dua yaitu sakelar tunggal dan majemuk. Untuk sakelar tunggal hanya punya satu tombol dan satu saluran imput dan output. Sedang sakelar majemuk punya tombol yang lebih banyak dan jumlah saluran output maupun inputnya disesuaikan dengan jumlah tombol yang ada.

 
Artikel Lainnya :
 Mengamati Arah Perkembangan Gaya Arsitektur Rumah Indonesia di Tahun 2012 Penggunaan Batu Alam dan Kayu untuk Fasad 
 Ide Menarik Memperindah Gazebo Dengan Roda Kereta Sawah Bali untuk Landscape Villa 
 Tips Membeli Rumah Pasangan Muda Fenomena Arsitektur di Indonesia 
 Bentuk Huruf ‘V’ pada Rumah Bali Membangun Rumah di Lahan Gembur atau Bekas Sawah 
 Sistem Kerja Septic Tank Biologis dan Teknik Memilihnya Menciptakan Kesan Lebih Tinggi Pada Langit-langit 
 Rumah yang Menempel pada Dinding Membuat Desain Balkon 
 Kaca Air Untuk Mempercantik Ruang Mengenal Teknik Desain Gaya Retro 
 Membuat Desain Roof Deck Tips Desain Plafon Rumah 
 Perbedaan Utama Arsitektur Candi Hindu dan Budha Atap Kerucut Pada Rumah Adat Wae Rebo NTT 
 Raja Ampat - Papua, Prospek Eco-Tourism Masa Depan Solusi Mengharumkan Ruangan dengan Bau Alami 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker