Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Menata Ruang yang Tidak Menggunakan Plafon

Menata Ruang yang Tidak Menggunakan Plafon

Ada beberapa alasan tidak menggunakan plafon untuk menutup bagian bawah atap rumah. Salah satunya adalah karena ukuran dinding tembok yang lebih rendah sehingga agar bisa mendapat sistem sirkulasi udara yang lebih baik maka pada bagian bawah atap tidak dipasang plafon. Karena dengan tidak adanya plafon memang akan membuat tampilan ruang menjadi lebih lega dan proses pergantian udara tetap lancar. Selain itu ruang juga menjadi lebih sejuk dan tidak pengap serta panas.

Namun ada pula yang memang sengaja tidak menggunakan plafon dengan tujuan untuk  menonjolkan tekstur atap dan tampilan kayu yang digunakan untuk memasang genteng. Apalagi jika atap tersebut bukan merupakan genteng yang terbuat dari beton atau tanah liat, tapi dari rumput ilalang atau atap sirap.

Terlepas dari alasan yang berbeda-beda, dengan teknik tertentu tampilan ruang memang tetap bisa cantik dan elegan meski tidak menggunakan plafon. Salah satunya adalah dengan cara menggunakan kayu lapis (triplek) untuk menutup genting.

Jadi sebelum dipasang, kayu yang telah disusun untuk menyangga (kayu usuk) genteng diberi lapisan dengan bahan tersebut pada bagian luarnya. Karena asbes punya efek yang tidak baik bagi kesehatan, disarankan bahan ini digunakan. Baru kemudian di atas kayu lapis tersebut dipasang kayu yang berukuran lebih kecil atau kayu reng yang dipasang secara horizontal sebagai tempat untuk memasang genteng.

Sebelum dipasang kayu lapis tersebut diberi warna yang serasi dengan warna dinding dan lantai serta konsep desain ruang yang digunakan. Demikian pula dengan kayu penyangga atau usuknya. Namun jika ingin memunculkan kesan yang lebih alami, pilihlah jenis kayu yang punya tekstur bagus dan tidak perlu diberi cara warna, namun menggunakan lapisan pelitur saja.

Jika tidak mau menggunakan kayu lapis dengan tujuan agar tekstur genteng bisa terlihat jelas, maka konsep pencahayaan yang digunakan harus diusahakan bisa tetap terang. Karena biasanya genteng atap warnanya cenderung lebih gelap sehingga kesan tersebut tidak muncul. Atau bisa juga menggunakan cara yang lain lagi, yaitu sebelum dipasang genteng atap diberi warna menggunakan cat pada bagian bawahnya.

Hal yang perlu diperhatikan jika tidak mau menggunakan kayu lapis adalah pemasangan genteng harus benar-benar rapat. Selain itu pilihlah jenis genteng yang dibuat dengan menggunakan mesin agar ukuran presisinya sangat tepat dan seragam. Karena jika muncul celah atau lubang pada bagian genteng ini akan menyebabkan air bisa masuk atau bocor ketika hujan turun. Selain itu sinar matahari yang lewat bisa membuat silau mata dan tampilan ruang akan berkurang nilai keindahannya.

Selain menggunakan teknik tersebut masih ada metode lain untuk mempercantik tampilan ruang yang tidak menggunakan plafon. Pada bagian bawah atap yang biasanya digunakan untuk membuat plafon, dipasang kayu panjang yang disusun dari satu sisi dinding ke sisi dinding yang lain dengan jarak sekitar tiga puluh hingga empat puluh sentimeter. Sehingga akan diperoleh susunan kayu yang memanjang.

Pada bagian tertentu susunan kayu ini bisa diberi hiasan atau ornament berupa kain panjang seperti selendang yang ditaruh pada bagian atas. Pilihlah jenis kain yang tebal seperti blacu agar bisa tahan lebih lama dan awet serta bisa menimbulkan kesan yang kuat. Warna yang dipilih sebaiknya juga menggunakan warna terang seperti krem atau putih beras.

Agar bisa tampil lebih cantik, kain ini ditata sedemikian rupa sehingga pada bagian tengahnya membentuk pola cembung atau melengkung ke bawah. Tampilan kain seperti ini tidak berbeda jauh dengan plafon namun suasana ruang tetap terasa segar dan tidak pengap. Karena meski menutup sebagain atap namun sirkulasi udara tetap bisa lancar.

 
Artikel Lainnya :
 Memfungsikan Ruang Bagian Bawah Tangga Beberapa Prinsip Pembangunan Rumah Sehat 
 Mengukur Kenyamanan Bangunan Berdasarkan Kondisi Tubuh dan Suhu Rumah Pohon yang Fantastik 
 Membuat Konsep Desain Rumah Susun Membuat Desain Kolam Bundar di Taman Bali  
 Desain Gereja di Tanah Karo Perbandingan Lapis Perekat dan Resap Pengikat Serta Teknik Pemasangannya 
 Tips Membeli Rumah Pasangan Muda Gedung Kantor Unik di Jakarta 
 Keuntungan dan Teknik Penggunaan Pagar Kayu Merawat dan Memilih Pegangan Pintu 
 Rumah Gerobak Pelukis Affandi Prospek Membangun Rumah Kost Di Bali 
 Rumah Berbentuk Huruf ‘V’ Terbalik Pengertian dan Cara Membuat Taman Tematik 
 Perbedaan Antara Membeli Rumah Siap Huni dan Membangun Sendiri Konstruksi dan Desain Rumah Panggung Tradisional di Tengah Sungai di Jawa Barat 
 Rumah Bali Bernuansa Tempo dulu Kelebihan dan Cara Memilih Batako yang Baik 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker