Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mempercantik Ruang Dengan Kaca Patri

Mempercantik Ruang Dengan Kaca Patri

Kaca patri adalah sebuah seni yang mulai dikenal dan berkembang pada abad X. Ketika itu elemen penghias ruang ini banyak ditemukan di bangunan gereja dengan motif yang menggambarkan kisah-kisah yang termuat dalam kitab suci Alkitab.

Namun saat ini kaca patri sudah tidak identik lagi dengan gereja, karena banyak bangunan rumah yang menggunakannya meski bukan penganut agama Nasrani. Tujuannya tentu saja untuk memperindah tampilan ruang sekaligus membangung sistem pencahayaan yang lebih baik.

Kaca patri merupakan karya seni yang punya nilai seni tinggi, terutama jika dilihat dari proses pembuatannya. Dan seperti namanya, kaca patri juga terbuat dari kaca, khususnya dari jenis yang menggunakan warna (tidak putih atau bening).

Pertama kali yang dilakukan untuk membuat kaca patri adalah memotong kaca warna sesuai dengan pola yang telah ditentukan sebelumnya. Kaca ini kemudian disambungkan dengan kaca warna lain yang juga telah dipotong-potong. Teknik penyambungan ini menggunakan lis yang terbuat dari timah lunak yang dapat dibengkokan dengan mudah. Setelah itu agar kaca tidak goyah atau lepas lis ini kemudian dipatri dengan solder atau las. Dari proses penyambungan inilah sebutan kaca patri disematkan pada salah satu jenis seni kerajinan ini.

Selama ini proses pembuatan kaca patri tidak pernah menggunakan mesin alias buatan tangan atau hand made. Jadi tidak mengherankan jika proses pengerjaannya juga membutuhkan ketrampilan tersendiri dan waktu yang agak lama. Apalagi jika motif dan polanya lebih rumit dan jumlah kaca yang harus dipotong dan disambung juga makin banyak.

Kaca patri ini sendiri terdiri dari dua jenis yaitu tiga lapis dan satu lapis. Untuk yang jenis tiga lapis bahan kaca warna yang dibutuhkan lebih banyak. Untuk dua lapisan yang berada di luar menggunakan kaca bening tanpa warna dan permukaannya selalu rata. Kemudian untuk lapisan tengah atau dalam baru menggunakan kaca patri.

Karena punya pelindung dari dua sisi, maka ketika terkena kotoran kaca patri jenis ini lebih mudah dibersihkan karena tinggal mengelap pada lapisan luarnya saja. Selain itu karena bentuknya lebih tebal, juga bisa berfungsi sebagai alat peredam suara. Namun karena proses pengerjaannya lebih rumit dan sulit maka harganya juga lebih mahal.

Sedangkan untuk yang jenis satu lapis saat ini sudah jarang yang menggunakannya karena jika terkena kotoran sangat sulit dibersihkan terutama pada bagian lekukan. meski ada yang membuatnya biasanya motif yang digunakan lebih sederhana seperti garis atau kotak-kotak saja.

Proses pembuatannya juga sama dengan kaca patri tiga lapis namun tidak menggunakan lapisan pelindung. Untuk harga memang lebih murah karena prosesnya pembuatannya lebih sederhana dan bahan kaca yang digunakan juga lebih sedikit. 

Sedangkan untuk timah yang berfungsi sebagai alat penyambung atau lis terdiri dari tiga jenis yaitu hitam, kuning dan putih atau perak. Untuk ruang yang menggunakan konsep desain klasik, timah hitam sangat baik digunakan karena bisa memunculkan kesan kuno dan antik. Lis hitam ini juga merupakan lis yang paling murah harganya.

Kemudian untuk lis kuning, kesan yang ditimbulkan adalan nuansa anggun, elegan dan mewah. Paling banyak digunakan jika kaca patri yang dibuat lebih banyak menggunakan kaca bening dibanding dengan kaca warna. Penggunaanya lebih cocok untuk ruang yang bergaya modern . Harga lis ini lebih mahal dari pada lis hitam.

Sedangkan lis putih atau perak banyak digunakan untuk kaca patri yang prosentase penggunaan kaca warnanya lebih banyak dibanding kaca bening. Adapun harganya juga tidak begitu jauh dengan lis kuning.

 
Artikel Lainnya :
 Eksplorasi Bambu Untuk Rumah Modern Landscape Komplek Villa di Tepi Pantai Pulau Bali 
 Keindahan Arsitektur Gedung Sate di Bandung Jawa Barat Tips dan Keuntungan Menggunakan Keramik Komposit 
 Aneka Material Bangunan yang Berfungsi Sebagai Hiasan Penggunaan Gypsum Untuk Membuat Dinding 
 Sistem Kerja Septic Tank Biologis dan Teknik Memilihnya Membuat dan Menghitung Ukuran Tangga 
 Tips Cara Menata Ruang Tamu yang Kecil Tips Desain Rumah Bambu 
 Persamaan Desain Arsitektur Gaya Islam dan Eropa Masalah Yang Paling Sering Muncul Pada Penggunaan Batu Alam 
  Meningkatkan Nilai Jual Kamar Hotel dengan Lantai Terrazzo (Teraso) Teknik Memasang dan Menggunakan Struktur Baja Ringan pada Bangunan 
 Benarkah Profesi Arsitek Belum di Apresiasi di Indonesia? Teknik dan Cara Membuat Atap Rumput 
 Trend Kostel, Konsep Kost-Hotel Yang Menjanjikan Membuat Patung Rumput 
 Rumah Villa Bernuansa Sejuk di Bogor Jawa Barat Kelebihan Lantai Terakota dan Cara Memasangnya 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker