Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Desain Wardrobe

Membuat Desain Wardrobe

Wardrobe adalah lemari besar yang bentuknya menggunakan konsep desain built in atau tidak dipindahkan. Gunanya adalah untuk menyimpan koleksi pakaian, celana, sprei dan barang lain yang menggunakan bahan kain. Karena bentuknya yang besar serta menggunakan tempat yang luas, tampilan wardrobe juga punya pengaruh terhadap keindahan ruang. Sehingga pembuatan dan peletakannya juga harus disatukan dengan konsep desain interior.

Pada umumnya wardrobe ini punya ukuran ketinggian yang standar yaitu antara 2,20 hingga 2,25 meter. Namun hal ini tidak mutlak karena ketingginan plafon juga harus diperhitungkan. Sedangkan untuk kedalamannya biasanya menggunakan ukuran sekitar limapuluh lima hingga enampuluh lima sentimeter. Sedangkan panjangnya juga menyesuaikan panjang dan luas ruang.

Sementara untuk pintunya ada berbagai macam pilihan seperti folding atau lipat, swing, geser atau sliding. Beberapa orang juga menggunakan kain korden yang difungsikan sebagai pintu wardrobe dengan alasan ruang yang sempit. Selain kain korden sebenarnya pintu geser juga baik digunakan untuk kamar yang kecil karena tidak memakan banyak tempat. Untuk wardrobe yang berbentuk huruf L, bisa menggunakan pintu swing. Agar bisa terasa lega sebaiknya engsel yang digunakan adalah dari jenis yang bisa memutar hingga 180 derajat.

Untuk gaya dan desainnya, wardrobe bisa dibentuk seperti lemari biasa, ruang sendiri atau yang bersifat terbuka (open wardrobe). Di dalam wardrobe tersebut biasnya juga diberi berbagai tempat penyimpanan yang lain seperti rak, laci, kotak dan tempat untuk menggantung pakaian.

Sedangkan desain yang digunakan ada yang tinggi hingga menyentuh dan menyatu dengan plafon, namun ada pula yang menyisakan sedikit ruang pada bagian atasnya. Adapun bentuknya dapat menerus yang disebut dengan pola single line atau membentuk huruf L yang dinamakan dengan desain L shaped. Penentuan bentuk desain ini disesuaikan dengan sistem tata letak atau lay out ruang.

Sedangkan bahan yang digunakan paling banyak menggunakan kayu. Namun untuk pembuatan kerangkannya bisa bermacam-macam seperti alumunium, stainless stell atau sama-sama menggunakan kayu.

Lokasi terbaik untuk penempatan wardrobe adalah ruang yang berada di antara kamar mandi dan kamar tidur. Alasannya setelah mandi dan ingin berganti pakaian, kegiatan ini bisa lebih mudah dilakukan. Namun jika tidak ada ruang yang kosong di antara kedua kamar tersebut, maka sebaiknya wardrobe di tempatkan di ruang tidur.

Sebaiknya desain wardrobe bisa bersifat fleksibel dan efisien. Wardrobe yang sesuai dengan standar harus bisa menyediakan gantungan baju, rak, laci yang semuanya bisa digunakan untuk menyimpan jenis pakaian yang lebih sering digunakan. Khusus untuk rak harus dibuat dua jenis yaitu rak tertutup dan rak terbuka.
Area untuk menyimpan pakaian yang digantung juga harus dipisahkan dengan ruang yang lain agar pakaian tersebut tidak mudah terkena barang lain yang menjadikannya cepat kusut.

Demikian pula dengan rak yang digunakan untuk menyimpan sepatu, juga harus terpisah dengan ruang untuk menyimpan pakaian. Sebaiknya sepatu yang disimpan dalam rak tersebut harus dalam kondisi yang bersih. Bila perlu sepelum disimpan dimasukan lebih dulu ke kantong plastik atau kardus.

Kemudian untuk menyimpan dasi dan perhiasan, gunakan kotak laci yang sistem buka tutupnya menggunakan konsep geser. Jika masih ada ruang yang tersisa, bisa dibuat kotak laci lain yang digunakan untuk menyimpan ikat pinggang, saputangan dan benda kecil yang lain. Disarnkan tutup laci yang digunakan menggunakan bahan yang bersifat transaparan, sehingga jika membutuhkan suatu barang bisa lebih mudah ditemukan.

Ruang wardrobe yang berada di bagian paling atas bisa digunakan untuk menyimpan barang yang jarang digunakan. Ruung pada bagian atas ini biasanya lebih lapang agar bisa barang yang punya ukuran lebih besar bisa masuk semua. Misalnya tas koper atau travel bag, guling, bantal dan sebagainya.

 
Artikel Lainnya :
 Teknik Pernis Ulang Pada Kayu Asta Kosala Kosali sebagai Acuan Dalam Arsitektur Tradisional Bali 
 Yang Perlu Diperhatikan Saat Serah Terima Rumah Membuat Perhitungan Kebutuhan Semen dan Pasir 
 Kenapa Harus Membuat Gambar Kerja pada Pembangunan Rumah? Aneka Jenis Desain Dapur 
 Menghidupkan Suasana Rumah dengan Pagar Hidup Taman Tertua di Dunia 
 Interior Kapal Pesiar Termasyur Rumah Batu di Danau atau Laut 
 Teknik Menggunakan Beton Vibrator Rumah Pohon Suku Korawai Papua 
 Ruang Makan Bernuansa Hutan di Malang Membuat Ventilasi Jendela Untuk Tabung Gas 
 Trik Membuat Taman di dalam Ruang Renovasi Furniture Hotel – Meningkatkan Nilai Jual Kamar 
 Ruang Terbuka di atas Bukit di Bali Menghias Kolam Renang di Bali Dengan Patung Kepala 
 Sentuhan Seni Interior Etnik Bali Cara Membuat Dinding dari Tempurung Kelapa 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker