Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Menciptakan Batu Kawat Untuk Hiasan Eksterior

Menciptakan Batu Kawat Untuk Hiasan Eksterior

Saat ini penggunaan bahan-bahan alami yang digunakan untuk keperluan interior dan eksterior rumah makin digalakkan dengan tujuan untuk menciptakan suasana yang aman tanpa merusak lingkungan. Khusus untuk keperluan eksterior, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menggunakan batu alam yang difungsikan untuk pagar rumah yang dalam proses penataannya menggunakan kawat.

Sebelum ini penggunaan batu kawat yang sering disebut dengan nama gabion atau bronjong ini terutama diaplikasikan pada tanah yang berundak dengan tujuan agar ketika melakukan penataan tanah tersebut tidak gampang jatuh atau longsor. Selain itu juga digunakan untuk menahan aliran air yang deras terutama untuk daerah-daerah yang rawan terkena bencana banjir.

Namun sekarang konsep ini juga digunakan sebagai metode untuk membuat desain pagar atau dinding luar yang mampu memunculkan kesan keindahan alami tersendiri.

Untuk membuat batu kawat yang digunakan sebagai pagar, pertama kali yang harus dilakukan adalah menyediakan kawat jaring atau anyam. Saat ini sudah banyak kawat yang dijual dalam bentuk jalinan seperti anyaman atau jaring (net) yang disediakan dalam berbagai bentuk dan ukuran. Sehingga kita tidak perlu membuat jalinan kawat sendiri. Warnanya juga bermacam-macam sehingga bisa disesuaikan dengan konsep yang ingin diterapkan.

Ukuran besar jalinan kawat tersebut juga dipilih berdasarkan ukuran batu yang akan digunakan serta ukuran jumlanya. Jika batunya punya ukuran yang besar, maka pilihlah jalinan kawat yang bentuk jaringnya tidak terlalu rapat. Sebaliknya jika batu tersebut punya ukuran yang kecil maka jalinan kawatnya juga harus dipilih yang lebih rapat agar batu yang disusun tidak mudah lepas dan keuar.

Sedangkan ukuran diameter kawatnya disesuaikan dengan jumlah batu yang digunakan. Makin besar dan berat susunan batu tersebut maka diameter yang dibutuhkan juga lebih besar agar kekuatannya untuk menyatukan batu bisa lebih terjamin.

Cara membuat gabion atau batu kawat ini ada dua sistem. Yang pertama adalah membuat susunan batu di tempat lain yang kemudian diberi jalinan kawat baru kemudian diletakan pada lokasi yang dibutuhkan. Cara kedua adalah batu yang disusun langsung ditempatkan pada lokasi kemudian kawat dibentangkan untuk menutup susunan batu.

Jika menggunakan cara yang pertama, sebelum dibuat harus menyediakan kerangka atau konstruksi untuk penyusunan batu. Bahan kerangka tersebut menggunakan besi atau baja yang dibentuk sesuai dengan selera dan kebutuhan. Adapun penyambungannya dengan menggunakan las. Setelah kerangka ini jadi, kemudian jaring kawat dilekatkan pada kerangka tersebut dengan menggunakan kawat yang warnanya juga sama dengan kawat jaring. Kemudian batu dimasukan dengan cara disusun satu persatu agar bisa padat dan merata serta teksturnya beraturan. Setelah penuh kemudian ditutup lalu diletakan pada lokasi yang telah ditentukan.

Jika menggunakan cara yang kedua, sebelum dipasang dibuat pondasi yang sesuai dengan desain batu kawat yang mau dibentuk. Setelah itu batu diletakan atau disusun sedikit demi sedikit bergantian dengan jaring kawat sebagai penutupnya. Cara penyambungan jaring kawat ini juga sama-sama menggunakan kawat.

Agar tampilannya bisa terlihat makin indah, di sekitar pagar gabion atau batu kawat ini diletakan lampu taman yang sorotnya diarahkan pada susunan batu pagar tersebut sehingga kesan dramatis makin kuat terlihat melalui tekstur dan susunan batu. Bisa pula menggunakan lampu berukuran kecil yang ditaruh dengan sistem memanjang menggunakan kabel dan mengikuti alur susunan batu kawat. Sinar kelap-kelip yang muncul dari lampu kecil ini juga akan menghadirkan kesan keindahan yang tidak kalah dramatis.

 
Artikel Lainnya :
 Membuat Desain Kursi Taman yang Modern dan Unik Teknik Menggunakan Keramik Bekas 
 Cara Membuat Dinding dari Tempurung Kelapa Lowongan Kerja / Dicari: Staff Pengawas Lapangan / Site Supervisor Proyek 
 Nuansa Eksotis Khas Bali pada Kolam Mengolah Ruang Keluarga Agar Lebih Fungsional dan Cantik 
 Tips Memilih Furniture dan Asesoris Rumah Rumah Berbentuk Huruf ‘V’ Terbalik 
 Arti Garis Sempadan Bangunan dan Fungsinya Rumah Berdimensi Tiga Garis Horizontal 
 Teknik Merawat Lantai Kayu Tips Perawatan Terrazzo Pada Villa atau Hotel Anda 
 Rumah Panggung Bergaya Modern Teknik Menghindari dan Memperbaiki Keramik Terangkat 
 Fungsi dan Cara Membuat Balkon Dalam Ruang Desain Interior Ruang Tamu Keraton Cirebon 
 Mengenal Lebih Jauh Istilah Plumbing Ide Menarik Membuat Hiasan Pengaman Stop Kontak 
 Mengenal Jenis-jenis Water Heater Perbedaan Bak Mandi dan Shower 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker