Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Metode Membuat Taman Kering

Metode Membuat Taman Kering

Kadang kala kita merasa repot jika tiap harus mengurus taman rumah. Pada waktu musim kemarau harus menyiram tiap hari pagi dan sore, sementara ketika musim hujan kita harus rajin mencabut rumput liar yang sering tumbuh di sela-sela tanaman hias. Namun hal tersebut bukan merupakan alasan bagi kita untuk tidak membuat taman. Karena bagaimanapun juga taman punya fungsi yang sangat baik yaitu untuk peneduh dan mempercantik tampilan rumah.

Salah satu jalan terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan membuat taman kering. Yaitu suatu taman yang terdiri dari batu koral atau batu kali dan pasir dan beberapa jenis tanaman yang punya sifat tidak membutuhkan banyak air. Jenis taman yang juga mendapat sebutan lain rock garden ini juga tidak membutuhkan penutup tanah rumput dan tanaman yang dipilih harus bisa menyimpan cadangan air di dalam batang, akar maupun daunnya, sehingga tidak perlu menyiram setiap hari.

Membuat taman kering tidak sesulit yang dibayangkan. Kita bisa dengan bebas menentukan desain dari taman tersebut sesuai dengan selera. Yang terpenting taman tersebut bisa menyatu dengan desain rumah dan pemilihan jenis tanaman yang tepat.

Begitu pula dengan lokasinya, bisa ditempatkan di dalam ruang atau di luar ruang. Asal luas lahan yang tersedia mencukupi semua tidak menjadi masalah. Adapu luas lahan yang dibutuhkan sekitar satu hingga duabelas meter persegi. Setelah lokasi didapat tinggal membuatnya.

Sedangkan syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika ingin membuat taman kering antara lain sistem pencahayaan matahari yang harus bisa memberi sinar secara penuh dan sirkulasi udara yang baik. Karena jenis tanaman yang digunakan nanti terdiri dari dua jenis yaitu yang membutuhkan banyak sinar matahari dan jenis tanaman lain yang membutuhkan keteduhan.

Selain itu taman kering juga tidak boleh menggunakan tempat yang lembab dan gelap. Karena akan membuat tanaman jadi mudah membusuk. Selain itu batu yang digunakan juga lebih mudah berlumut..

Ciri utama dari taman kering adalah penggunaan batu alam dan pasir. Namun kedua bahan tersebut tidak boleh ditaruh begitu saja ke media tanam atau tanah yang digunakan. Sehingga batu dan pasir tersebut sebelum diletakan harus diberi lapisan batu kecil atau kerikil. Lebih bagus lagi jika menggunakan semen untuk proses pengerasan. Tujuannya adalah ketika melakukan penyiraman, tanah yang menjadi basah tidak akan mengotori batu alam dan pasirnya. Sehingga selalu dalam kondisi bersih.

Untuk tanaman yang digunakan, penentuannya tergantung di mana taman kering tersebut ditempatkan.  Jika berada dalam ruang maka pilihlah jenis tanaman yang tidak begitu banyak membutuhkan sinar matahari seperti lili paris, aneka jenis sansiviera dan sebagainya. Sedangkan untuk yang berada di luar taman, maka yang dibutuhkan adalah jenis tanaman yang lebih tahan terhadap sinar matahari seperti kaktus, palem, sikas dan lain-lain.

Teknik perawatan taman kering juga mudah dilakukan, karena seperti yang telah dijelaskan di atas bila jenis tanaman yang dipilih merupakan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air. Jadi perawatan yang dibutuhkan di sini adalah selalu menjaga agar tanaman tersebut juga selalu dalam kondisi yang bersih dan jika ada daun yang kering harus segera dipotong atau dibuang. Selain merusak pandangan daun kering tersebut jika dibiarkan terlalu lama juga bisa menyebabkan tanaman mudah membusuk.

Dan karena selalu dalam kondisi kering tanah yang digunakan sebagai media kadangkala bisa menimbulkan debu. Jika ini terjadi, daun tanaman terutama dari jenis sansiviera perlu dibersihkan. Namun alat yang digunakan cukup kain lap yang dibasahi dengan air saja.

 
Artikel Lainnya :
 Trend Kostel, Konsep Kost-Hotel Yang Menjanjikan Jenis-jenis Batako dan Cara Pembuatannya 
 Fungsi dan Jenis Teralis Jendela Rumah Memunculkan Karakter Etnik Bali di Teras  
 Membuat Hutan Mini di Rumah Menggunakan Atap Transparan 
 Lowongan Kerja / Dicari: Staff Pengawas Lapangan / Site Supervisor Proyek Benarkah Profesi Arsitek Belum di Apresiasi di Indonesia? 
 Jembatan Paling Eksotis di Dunia Jenis-jenis Kolam Renang 
 Kesan Ceria di Rumah Mungil Jenis Sambungan Kayu Untuk Konstruksi 
 Masalah yang Sering Muncul Pada Atap dan Cara Mengatasinya Arsitektur Rumah Adat Suku Bidayuh 
 Keindahan Arsitektur Gedung Sate di Bandung Jawa Barat Villa Bergaya Kontemporer 
 Konsep Green Architecture / Arsitektur Hijau Secara Umum Fenomena Arsitektur di Indonesia 
 Investasi Properti di Bali, Begitu Menarikkah? Teknik Menentukan Posisi Skylight 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker