Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Taman Atap

Membuat Taman Atap

Sesuai dengan namanya, taman atap selalu bertempat di bagian atap rumah. Jenis taman ini lebih banyak dijumpai di daerah perkotaan yang persediaan lahannya makin terbatas sekaligus harganya yang makin meninggi sehingga dibutuhkan penghematan yang makin maksimal. Bentuknya taman ini ada yang miring atau datar dengan menggunakan cor beton sebagai tempat peletakan tanah yang dijadikan media tanam. Khusus untuk yang miring, selain dinikmati sendiri taman ini juga untuk menambah nilai estetika rumah ketika dilihat dari luar atau jalan.

Selain untuk menambah tampilan estetika, taman yang berada di atas atap juga bisa menyerap panas dari sinar matahari serta meminimalkan efek dari polusi atau debu yang makin banyak berkeliaran di sekitar lingkungan rumah sekaligus mampu mengurangi kadar sinar ultraviolet yang masuk ke dalam ruang. Sehingga efek yang ditimbulkan adalah, bagian dalam rumah akan tetap terasa sejuk meski cuaca sedang panas atau kering.

Untuk membuat taman atap, pertama kali harus tersedia lahan yang berupa ruang terbuka di lantai atas yang menggunakan cor beton. Sehingga perencanaan dan konsep pembuatan taman atap ini selalu dibuat sebelum rumah dibangun. Karena pembuatan taman atap perlu memperhitungkan kekuatan konstruksi bangunan. Apalagi dak yang mau digunakan harus punya kemiringan agar air yang digunakan untuk menyiram tanaman bisa mengalir dengan lancar.

Sebelum taman dibuat, lantai tersebut harus diberi lapisan tahan air atau waterproof yang bertujuan untuk menghindari adanya kebocoran. Lapisan tahan air ini bisa menggunakan lembaran karet atau plastik yang kuat dan tebal. Untuk membelinya bisa pergi ke toko material atau toko yang menjual peralatan pertanian.

Setelah lapisan anti air terpasang langkah selanjutnya adalah menyusun batu bata dengan sistem berderet. Jarak antar batu bata adalah sekitar tiga sentimeter. Fungsi dari penyusunan batu bata ini adalah untuk memudahkan air agar bisa menuju aliran yang telah ditentukan atau dibuat. Terutama sekali ketika datang musim hujan yang deras.

Setelah itu di atas susunan batu bata diberi lapisan yang menggunakan bahan campuran ijuk serta batu kecil atau kerikil dengan ukuran ketebalan sekitar lima sentimeter. Lapisan yang dinamakan dengan sub base ini punya fungsi yang cukup vital, yaitu untuk menjaga agar tanah yang dijadikan media tanam nanti tidak akan mudah larut dan masuk ke dalam sistem drainanse atau aliran pembuangan.

Jika campuran ijuk dan kerikil sudah merata, barulah diberi pasir yang menjadi media tanam. Campurannya bisa terdiri dari tanah merah yang diberi kompos dengan ukuran ketebalan sekitar tujuh hingga duapuluh sentimeter. Maka siaplah media ini untuk diberi tanaman.

Tanaman yang paling cocok untuk taman atap adalah jenis tanaman yang punya ukuran tidak terlalu besar namun cukup rindang serta tidak begitu banyak membutuhkan air. Karena berada di lantai atas tentu kita akan kerepotan jika harus sering naik turun untuk melakukan penyiraman, terutama pada musim kemarau. Dan yang paling utama adalah tanaman tersebut harus mempunyai jenis akar yang tidak keras atau buas. Artinya adalah akar ini tidak mampu menembus dinding atau tembok dan merusaknya.

Melihat begitu rumitnya pembuatan taman atap ini tentu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun jika dana yang tersedia terbatas, tanam atap juga tetap bisa dibuat dengan menggunakan konsep lain yang jauh lebih sederhana. Yaitu tinggal menggunakan pot sebagai media tanamnya. Aturlah tanaman pot tersebut sedemikian rupa sehingga bisa memunculkan taman yang juga tidak kalah asri dan sejuk.

 
Artikel Lainnya :
 Pengertian dari Eco Home dan Teknik Aplikasinya Aturan Ijin Mendirikan Bangunan Di Bali 
 Rumah Kayu di Tengah Pantai Atap dan Konstruksi Kolom Carport 
 Membuat Desain Kolam Bundar di Taman Bali Tampilan Rumah Kaca yang Elegan 
 Tips Dan Cara Membuat Taman Balkon Serba-serbi Konstruksi Atap 
 Villa Mewah di Seminyak Bali Ide Menarik Membuat Hiasan Lampu Gantung dari Tali 
 Desain Material Kaca pada Bangunan Rumah Rumah yang Menempel pada Dinding 
 Halte Bus Terunik di Dunia Mengetahui Sistem Penguncian Pada Jendela dan Pintu Tradisional 
 Bagaimana Merencanakan Kolam Hias Sebagai Element Pemanis Rumah Bentuk Huruf ‘V’ pada Rumah Bali 
 Menata dan Mendesain Foyer Membangun Resort ‘Ala’ Maldives di Indonesia, Mungkinkah? 
 Aplikasi Atap Miring Rumah Villa di Bogor Jawa Barat Meningkatkan Nilai Jual Kamar Hotel dengan Lantai Terrazzo (Teraso) 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker