Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Merawat Kayu Menurut Jenisnya

Merawat Kayu Menurut Jenisnya

Sudah sejak jaman dulu kayu digunakan untuk melengkapi bangunan rumah seperti pintu, jendela, atap dan berbagai perabot pengisi ruang. Dibandingkan dengan bahan yang lain seperti logam, kayu memang punya beberapa kelebihan. Misalnya kayu lebih mudah dibentuk sesuai dengan model dan ukuran yang diinginkan dan kayu juga lebih mudah ditemukan.

Meski demikian, dibandingkan dengan logam kayu juga punya kelemahan, terutama dalam hal keawetan. Logam punya ketahanan yang jauh lebih lama dibanding dengan kayu. Namun demikian bila kita mengetahui teknik dan cara untuk merawat kayu, maka bahan ini juga bisa lebih awet dan tahan lama.

Sebelum digunakan, kayu dari jenis apapuu harus melalui proses pengeringan. Adapun proses pengeringan yang terbaik adalah menggunakan sistem oven. Karena proses pengeringan bisa berjalan lebih cepat dan hasilnya lebih merata. Tujuan pengeringan ini adalah untuk menjamin agar model kayu yang sudah jadi tidak mudah berubah bentuk dan ukuran (melengkung atau menyusut).

Karena masing-masing jenis kayu punya karakter yang berbeda, maka teknik perawatannya juga berbeda pula. Kayu jati banyak digunakan untuk membuat furniture karena bisa memunculkan kesan mewah. Permasalahan yang sering timbul dari kayu ini adalah warnanya mudah terlihat kusam. Agar bisa bercahaya kembali, gunakan cairan khusus yang bisa dibeli di toko bahan bangunan atau material. Cara menggunakannya adalah cairan teresebut disemprotkan pada permukaan kayu kemudian dilap dengan kain.

Khusus untuk kayu yang berukir, cara membersihkannya adalah dengan menggunakan kuas kecil yang dicelupkan pada cairan tersebut kemudian diolehkan pada sela-sela ukiran. Untuk pengeringannya juga menggunakan kuas, namun diberi tutup kain pada bagian ujungnya. Sehingga cairan yang menempel pada ukiran bisa terhisap kain tersebut dan cepat kering.

Jenis kayu lain yang juga punya kualitas tidak kalah bagus dengan jati adalah kayu merbau. Kayu ini paling banyak digunakan untuk membuat lantai atau floring dengan alasan selain kuat tampilan tekstrunya juga bisa menimbulkan kesan mewah. Dan selain untuk floring, merbau juga bisa digunakan untuk kusen jendela dan pintu.

Masalah yang sering timbul terutama untuk penggunaan lantai adalah warna yang kusam serta muncul goresan pada permukaannya. Agar warnanya tahan lama, harus dihindarkan dari sinar matahari secara langsung. Jika ingin membersihkan juga tidak boleh menggunakan air, namun dengan cairan khusus. Untuk menghindari munculnya goresan, harus menyediakan kesed di depan ruang dan tidak boleh menggunakan sepatu dari bahan yang keras ketika masuk.

Kayu mahoni juga sering digunakan untuk membuat mebel. Meski kualitasnya lebih rendah dari kayu jati, namun prosentase penggunaannya juga cukup tinggi karena harganya relatif lebih murah. Yang sering menjadi masalah dari kayu ini adalah munculnya rayap yang menggerogoti bagian dalam kayu sehingga kayu jadi keropos.
Untuk menghindarinya, selain menggunakan cairan khusus anti rayap, sebelum digunakan kayu bisa diberi warna atau pelitur kayu tersebut diberi campuran oli dan minyak tanah yang diusapkan dengan menggunakan kuas pada permukaannya secara merata.

Kayu kelapa atau sering disebut glugu paling banyak digunakan sebagai penyangga utama untuk atap atau genting. Namun saat ini ada juga yang menggunakannya sebagai bahan pembuatan mebel dengan alasan bentuk seratnya yang sangat menonjol akan menambah nilai estetikan ruang.

Tidak ada teknik khusus untuk melakukan perawatan pada kayu ini. Namun sebelum digunakan harus dipilih kayu yang sudah benar-benar kering. Terutama sekali jika akan digunakan untuk penyangga atap. Perlu diketahui, pada bagian tengah batang kayu kelapa punya sifat yang lebih lunak dari bagian yang pinggir. Ketika membeli kayu ini harus memperhatikan betul pemilihan dan proses pemotongan atau penggergajiannya.
Selain itu proses pengeringannya juga tidak boleh menggunakan oven, karena selain prosentase penyusutannya sangat tinggi, jika terlalu kering kayu ini juga mudah patah dan tidak awet. Jadi pengeringannya harus melalui proses alami.

 
Artikel Lainnya :
 Pengertian dan Fungsi Valance Membuat Kursi Dari Tempat Duduk Sepeda 
 Sistem Kerja Septic Tank Biologis dan Teknik Memilihnya Menjaga Daerah Lalu Lintas Tinggi Dalam Rumah 
 Keindahan Desain Gedung DPR RI Membuat Konsep Desain Rumah Susun 
 Pentingnya Gambar Arsitektur untuk Membangun Rumah Tip dan Ide Menarik Menghias Lampu Gantung Dengan Bunga 
 Landscape Cantik dengan Nuansa Alam Bali Kelebihan dan Cara Pemasangan Lantai Keramik 
 Eksplorasi Bambu Untuk Rumah Modern Desain Gereja Unik di Flores 
 Mendesain Ruang Gaya Georgian Tips Memilih Arsitek Villa 
 Ide Menarik Membuat Bangku Batang Kayu yang Dibelah Bagaimana Mengecek Kualitas Bangunan Sebelum Membeli Rumah 
 Tips Cara Hemat Dalam Merenovasi Rumah Menjadikan Warna Kuning Sebagai Fokus Utama Tampilan Ruang 
 Kesan Ceria di Rumah Mungil Hotel Pohon yang Unik di Malang 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker