Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Tips untuk Mengantisipasi Banjir di Rumah Rawan Banjir

Tips untuk Mengantisipasi Banjir di Rumah Rawan Banjir

Musim hujan seperti saat ini membuat rumah-rumah terutama di kawasan yang rawan banjir selalu diresahkan oleh banjir musiman. Akan sangat merepotkan sekali apabila setiap kali hujan turun dan banjir menggenang hingga di dalam rumah kita. Apalagi dengan musim yang sering tidak bisa di prediksi, hujan dan banjir ibarat kejutan yang menyita energi dan waktu kita karena apabila banjir tersebut melanda hingga di dalam rumah, maka kita yang akan sibuk untuk melakukan pengeringan dan pembersihan  rumah.

Memiliki rumah di kawasan rawan banjir seperti misalnya di daerah yang lebih rendah dari pada sekitarnya, daerah hilir yang seringkali mendapat limpahan air sekaligus sampah yang menumpuk di selokan/sungai, rumah dengan lahan lahan miring, dsb. Sehingga ketika setiap musim hujan tiba, seluruh keluarga Anda akan disibukkan untuk mengeringkan lantai ruang tamu dan dapur yang selalu kebagian genangan air hujan yang memaksa masuk ke dalam rumah. Bahkan seringkali hingga menjangkau kamar tidur Anda. Hal tersebut sangat membuat Anda dan seluruh penghuni rumah Anda tidak nyaman.
Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan menghindari terjadinya hal-hal tersebut? Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan;

1)  Selokan atau Sungai
perhatikan selokan atau sungai diseputaran lingkungan rumah Anda. Sebaiknya lebih rutin lagi untuk di cek dan dibersihkan. Karena seringkali banjir ditimbulkan karena luapan air yang tidak lancar dari saluran selokan atau sungai tersebut. Akan lebih baik jika Anda membuat sumur resapan untuk mempercepat penyerapan air hujan.
Buat selokan lebih lebar dan berikan sekat penyaring agar kotoran-kotoran tidak berhenti di tempat yang dapat menyebabkan luapan air.
di samping halaman Anda, dapat dipersiapkan gorong-gorong untuk memperlancar aliran air.

2)  ketinggian lantai bangunan
apabila rumah Anda berada di kawasan yang lebih rendah dari jalanan, lebih baik Anda tinggikan pondasi rumah Anda sekitar 40 - 50 cm agar tidak sejajar atau lebih rendah dari jalanan.
Konstruksi rumah panggung dapat menjadi pilihan desain yang tepat apabila Anda tinggal di kawasan rawan banjir. Anda dapat memodivikasi desain rumah panggung sehingga menyesuaikan dengan basic design yang Anda inginkan atau agar lebih berkesan modern.
Solusi lainnya adalah membuat bangunan lebih dari satu lantai, sehingga apabila banjir tidak bisa dielakkan, maka Anda masih memiliki ruangan lainnya yang lebih kering dan tidak digenangi air.

3)  halaman rumah jangan di paving/semen
Apabila Anda tidak memiliki sumur resapan, sebaiknya halaman rumah Anda jangan di-paving/di semen agar permukaan tanah di halaman rumah Anda dapat membantu penyerapan air tanah dengan cepat. Lebih baik Anda menutupi halaman dengan rerumputan dan hanya di bagian pedestrian (pijakan kaki) yang tertutup dengan paving/semen/batu pijakan/parket kayu dan lainnya.

4)  Pilih furniture yang mudah di atur dan dipindah-pindahkan apabila banjir tetap masuk ke dalam rumah . Sebaiknya ketika musim hujan tiba, Anda mendesain khusus ruangan yang biasanya akan dimasuki oleh banjir agar lebih mudah untuk diatur ulang ketika banjir melanda rumah. Jangan meletakkan furniture yang mudah rusak semisal dari bahan kain, kertas dan sejenisnya di lantai bawah.

5)  tanaman/pepohonan penyerap air tanah
Ada baiknya Anda memperhatikan pilihan pepohonan yang Anda tanam di halaman rumah Anda. Pilih pohon perdu dan yang mudah menyerap air sehingga apabila musim hujan tiba, tanama-tanaman ini dapat membantu mempercepat penyerapan air hujan.

 
Artikel Lainnya :
 Bagian Ruang Yang Harus Mendapat Perawatan Ekstra Membuat Relief Untuk Mempercantik Taman 
 Mengenal Teknik Desain Gaya Retro Contoh Cara Membuat Tempat Lilin Untuk Mempercantik Tampilan Interior 
 Gedung Universitas Pendidikan Indonesia yang Megah Persamaan dan Perbedaan Desain Plafon Rumah Eropa dan Amerika 
 Cara Memilih Jenis Asuransi untuk Melindungi Aset Rumah Anda Membangun Rumah di Lahan Gembur atau Bekas Sawah 
 Kelebihan Genteng Aspal dan Cara Perawatannya Nuansa Prestisius Rumah Villa di Sanur Bali  
 Bagaimana Mengecek Kualitas Bangunan Sebelum Membeli Rumah Menggunakan Kain Etnik Untuk Hiasan Interior 
 Menghadirkan Kesan Kontras Namun Tetap Serasi di Teras Bali Fungsi dan Cara Memilih Besi Wiremesh 
 Kelebihan Beton Pracetak Dibanding Beton Cetak di Tempat Rumah Dua Lantai dengan Tampilan yang Nyaris Sama 
 Membuat Desain Roof Deck Jenis Sertifikat Tanah 
 Memadukan Nuansa Modern dan Etnik Bali Pada Ruang Jenis-jenis Bangunan Tradisional Suku Lore Sulawesi Tengah 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker