Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengenal Jenis Retakan Pada Dinding dan Cara Mengatasinya

Mengenal Jenis Retakan Pada Dinding dan Cara Mengatasinya

Salah satu masalah yang sering muncul pada dinding sebuah ruang atau bangunan adalah munculnya retakan pada bagian tertentu di dinding tersebut. Selain akan mengurangi kualitas dan kekuatan bangunan, retakan yang muncul pada dinding juga akan membuat keindahan dari tampilan ruang menjadi kurang.

Jenis retakan pada dinding ada dua, yaitu retak struktural dan non struktural. Untuk yang struktural, penyebabnya adalah terjadinya pergeseran tanah pada lokasi rumah yang dibangun. Jika mengalami keretakan jenis ini, perlu mengambil tindakan secepatnya. Karena jika terlambat penanganannya akan menyebabkan kekuatan dari bangunan menjadi berkurang.

Ciri dari retak struktrual ini adalah selalu diawali dari bagian pojok atas menuju arah basah dan menghasilkan garis yang diagonal. Namun ada pula keretakan yang bentuknya mengikuti susunan batu bata.

Adapun penyebabnya adalah karena kolom dan pondasi yang merupakan sumber kekuatan bagi dinding untuk menopang beban mengalami pergeseran. Adapun penyebab terjadinya pergeseran ini adalah karena keadaan tanah yang tidak stabil sehingga ketika terjadi bencana seperti gempa akan mudah berubah susunannya.

Getaran yang sering terjadi di sekitar bangunan juga bisa menyebabkan munculnya retak struktural ini. Contohnya adalah pengeboran yang membuat tanah jadi bergetar. Bisa juga karena pada bagian tanah tersebut terdapat rongga atau aliran airnya. Sehingga jika beban tanah terlalu berat maka permukaan tanah juga lebih gampang mengalami penurunan.

Untuk memperbaiki retak struktural, yang bisa dilakukan adalah memperbaiki kolom dan pondasi yang mengalami pergeseran sehingga bisa kuat kembali. Caranya bisa dengan membuat campuran semen, batu kapur dan pasir yang dimasukan ke dalam tanah di sekitar pondasi dan dibagian bawahnya.

Setelah itu baru memperbaiki dinding yang telah retak. Caranya dengan membongkar pada daerah yang retak kemudian menambalnya kembali dengan batu bata. Adapun cara yang kedua adalah menyambung lagi bagian dinding yang retak dengan besi tulang yang dibentuk seperti staples.

Caranya adalah dengan membongak plesteran dinding yang retak kemudian besi staples ini dpasang untuk menghubungkan batu bata yang mengalami keretakan. Setelah itu ditutup lagi dengan plester yang berupa adonan semen dan pasir. Dengan cara ini jika terjadi tarikan batu bata tetap kuat.

Biasanya jika muncul retak struktural poses terjadinya tidak sekaligus. Sehinga sebelum melakukan perbaikan, tunggulah beberapa hari atau minggu. Setelah proses keretakan benar-benar berhenti barulah proses perbaikan bisa dilakukan.

Untuk retak jenis non struktural, porses pengerjaannya tidak begitu rumit seperti retak struktural karena sifat dari efek dari retakan ini juga tidak terlalu berat. Retak non struktural hanya terjadi pada lapisan dinding saja, meski bentuknya sering tidak beraturan.

Penyebabnya antara lain adalah karena proses pengeringan bahan yang tidak terjadi secara bersamaan. Misalnya pada campuran semen dan pasir. Jika semen yang digunakan terlalu banyak, maka semen akan lebih cepat mongering, sementara untuk pasir membutuhkan waktu yang lebih lama.

Jika ini terjadi akan terjadi saling tarik menarik diantara material tersebut yang menyebabkan timbulnya retakan. Sehingga ketika membuat adonan antara pasir, semen dan bahan yang lain harus diperhitungkan dengan cermat lamanya proses pengeringan dari masing-masing bahan.

Untuk menambal retakan non struktural bisa dengan menggunakan dempul saja. Agar dempul bisa menutup retak dengan sempurna, sebelum penambalan dilakukan, pada bagian yang retak harus dikerok lebih dulu. Sehingga adonan dempul bisa masuk kedalam retakan dengan kuat dan sempurna.

 
Artikel Lainnya :
 Memilih Perusahaan Jasa Instalasi Listrik Menggunakan Kayu Utuh atau Glondong Untuk Dinding 
 Atap Balkon Atas di Rumah Bali yang Menawan Rumah Paling Angker Sedunia 
 Keuntungan dan Teknik Penggunaan Pagar Kayu Jenis Sambungan Kayu Untuk Konstruksi 
 Kaki Meja yang Unik di Restoran Bali Rumah Cantik Berdinding Kayu 
 Pencahayaan Buatan untuk Rumah Mungil Memasang Ubin Pada Dinding 
 Prospek Investasi Tanah dan Rumah di Bali Bagaimanakah Cara Memilih Cat Rumah yang Tepat 
 Pengaruh Budaya Islam Dalam Arsitektur Indonesia Teknik Memasang dan Menggunakan Struktur Baja Ringan pada Bangunan 
 Menciptakan Surga di Kamar Mandi Aneka Jenis Beton Fiber Untuk Bangunan 
 Menggunakan Patung Bali Untuk Mempercantik Tampilan Taman Gedung Universitas Indonesia yang Megah 
 Membuat Aquarium Untuk Pemisah/Penyekat Ruang Desain Atap Unik Dari Toraja 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker