Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Konstruksi Rumah Bambu

Membuat Konstruksi Rumah Bambu

Saat ini rumah yang menggunakan konsep desain minimalis merupakan bentuk yang paling populer di Indonesia. Meski demikian bukan berarti konsep desain yang lain tidak ada peminatnya. Salah satunya adalah rumah bambu.

Kesan yang artistik merupakan alasan yang paling banyak dikemukakan oleh mereka yang memutuskan untuk membuat rumah bambu bagi hunian mereka. Kelebihan lain yang dimiliki oleh rumah bambu adalah selain bahan utamanya mudah didapatkan, harganya juga sangat murah jika dibandingkan dengan bahan yang lain.

Bahkan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, rumah bambu ternyata merupakan jenis bangunan yang paling tahan terhadap goncangan jika terjadi bencana gempa. Sehingga dengan tinggal dirumah bambu tentu akan lebih aman.

Jenis bambu yang paling cocok untuk dijadikan konstruksi adalah bambu jenis petung. Karena bambu ini punya ukuran diameter yang besar dan ketebalan yang lebih dibanding jenis bambu yang lain. Selain untuk konstruksi bamboo ini juga dapat dipakai sebagai tiang penyangga. Jika dibelah, sangat cocok untuk reng atau usuk sebagai tempat pemasangan genteng.

Jenis bambu petung ada dua yaitu petung hitam atau wulung dan petung hijau. Yang paling sering dipilih untuk dijadikan rumah adalah jenis petung hitam karena nilai artistiknya juga lebih tinggi.

Agar yang kekuatan dihasilkan bisa maksimal, ketika membuat konsruksi penyambungannya harus menggunakan baut yang berukuran minimal 12 mm. Agar baut tersebut bisa terpasang secara sempurna, maka bambu diberi lubang dengan alat bor. Setelah itu bambu bisa disambung dengan mur. Agar tidak gampang pecah, sebaiknya cara pemasangan baut tersebut tidak terlalu kencang. Selain baut, penyambungan bambu juga bisa memakai paku atau pasak yang juga terbuat dari potongan bamboo.

Agar terlihat beih artistik, bagian sambungan ini ditutup dengan tali ijuk hitam yang diikatkan secara melingkar. Kenapa memilih tali ijuk?. Karena tali ini punya kekuatan yang lebih untuk menahan beban yang kesamping, tertuma sekali ketika terjadi bencana gempa. Sedangkan tali yang menggunakan bahan rotan, kekuatannya kurang begitu kuat, sehingga lebih cocok untuk tali ikatan pada bagian interior.

Sedangkan untuk pondasinya, buatlah pondasi beton yang menggunakan bahan campuran semen, koral dan pasir dengan perbandingan 1:2:3. Setelah itu buatlah konstruksi atau kerangka yang dibuat secara terpisah. Jika sudah jadi masukan ujung konstruksi pada pondasi.

Kerangka yang pertama kali dipasang sebaiknya untuk yang jenis vertikal lebih dulu, baru menyusul yang diagonal. Jika terbalik, akan terjadi kemiringan dan pergeseran ketika konstuksi tersebut sudah diletakan pada pondasi. Jika menginginkan kekuatan yang lebih maksimal, selain posisi diagonal dan vertikal, masing-masing kolom konstruksi bisa dipasang kerangka lagi secara miring atau silang.

Untuk pemilihan bahan, agar bisa memperoleh bambu dengan kualitas yang bagus dan awet, pilihlah bambu yang sudah tua serta dalam keadaan kering. Jika bambu masih basah maka akan mudah terjadi perubahan bentuk (melengkung), pemuaian atau penyusutan. Jika hal ini terjadi tentu akan membuat kekuatan kosntruksi jadi berkurang.

Sebelum digunakan bambu sebaiknya direndam beberapa hari di dalam air. Lebih bagus lagi jika tempat perendamannya adalah sungai karena airnya selalu mengalir dan berganti. Tujuan dari perendaman ini adalah untuk menghasilkan bambu yang tidak saja kuat, namun juga liat dan tidak mudah pecah. Setelah itu bambu dikeringkan dan diberi lapisan khusus agar tidak dimakan rayap serta tidak mudah mengalami perubahan bentuk.

Untuk atapnya pilihlah yang terbuat dari alang-alang. Karena konstriksi bambu tidak kuat menahan beban genteng yang jauh lebih berat dari atap alang-alang. Adapaun lokasi yang paling cocok untuk mendirikan rumah bambu bis di daerah mana saja. Yang terpenting adalah permukaan tanahnya harus datar, halus dan tidak bergelombang.

 
Artikel Lainnya :
 Penangulangan Banjir di Areal Pemukiman Dengan Membuat Lubang Biopori Mengetahui Sistem Penguncian Pada Jendela dan Pintu Tradisional 
 Gapura Tradisional Minang di Bukit Tinggi Teknik Mendesain Pilar 
 Gaya Arsitektur Keraton Sumenep Cara Memilih Jenis Asuransi untuk Melindungi Aset Rumah Anda 
 Teknik Membuat Basement Memilih Warna Cat 
 Menata Ruang Tidur Bernuansa Etnik Memfungsikan Ruang Bagian Bawah Tangga 
 Arti Garis Sempadan Bangunan dan Fungsinya Mengenal Pengertian Floating Houses 
 Membuat Desain Meja Gantung dan Rak yang Unik Gedung Universitas Pendidikan Indonesia yang Megah 
 Membuat Hutan Mini di Rumah Perbedaan Bak Mandi dan Shower 
 Prospek Membangun Rumah Kost Di Bali Atap Miring yang Unik di Museum Iptek Bandung 
 Desain Kolam Renang Berbentuk Kerang di Bali Cara Menggunakan Rak Buku Untuk Partisi 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker