Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Taman dengan Aneka Pohon Sayur dan Buah

Membuat Taman dengan Aneka Pohon Sayur dan Buah

Ketika membuat taman, hampir semua orang selalu menggunakan tanaman hias untuk mempercantik taman tersebut. Padahal untuk menciptakan keindahan suatu taman, tidak harus selalu menggunakan tanaman hias yang harganya kadangkala sangat mahal sehingga anggaran atau dana yang dibutuhkan jadi membengkak.

Tanaman sayur dan buah sebenarnya juga bisa dipilih untuk membuat taman . Banyak keuntungan yang didapat ketika menggunakan taman sayur dan buah. Salah satunya tentu saja adalah hasil panen tanaman itu sendiri. Selain itu banyak jenis tanaman sayur dan buah yang usia tanamnya relatif pendek, hanya dalam hitungan bulan saja. Dengan menggunakan tanaman sayur ini maka kita bisa lebih sering mengganti jenisnya sehingga tidak menimbulkan kejenuhan atau bosan. Karena tampilan dan kesan yang ditimbulkan akan selalu berubah.

Apalagi untuk tanaman sayur yang dapat menghasilkan buah. Bayangkan jika di taman tersebut terdapat bebagai macam tanaman yang sedang berbuah lebat serta dengan warna yang mencolok dan kontras. Tentu hal ini akan menimbulkan sensasi dan suasana dramatis tersendiri.

Jika lahan yang tersedia cukup luas, maka letakan beberapa tanaman buah maupun sayur yang besar dan punya umur panjang. Misalnya pohon mangga, jambu, kayu manis dan sebagainya. Usahakan tanaman besar ini diletakan di bagian tengah, namun tidak boleh menutup pandangan terhadap bangunan rumah. Bangunan rumah harus tetap terlihat secara menyeluruh jika dilihat dari luar atau jalan.

Tanaman besar ini selain membuat teduh bisa memunculkan kesan megah dan wibawa. Kemudian dibawah dan sekeliling pohon tersebut bisa diberi tanaman buah atau sayur yang berukuran kecil. Tanaman ini bisa ditempakan dalam pot atau ditanam secara langsung.

Jika ingin ditanam secara langsung, agar punya nilai artistik, media tanah yang digunakan perlu ditambah sehingga posisinya lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya. Jenis tanaman yang cocok adalah sawi, seledri, wortel dan sebagainya. Jenis tanaman ini tidak begitu membutuhkan sinar matahari. Maka dengan penempatan ini pohon yang besar juga berfunsi sebagai peneduh untuk tanaman sayur dibawahnya.

Kemudian pada bagian pinggir dan sisi taman bisa diberi tanaman yang juga tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu pendek. Misalnya cabai atau tomat. Dibeberapa bagian juga dapat diberi tanaman yang lebih tinggi lagi namun bersifat lunak atau tidak berkayu. Contoh yang paling mudah didapat dan ditemui adalah pohon papaya. Atur sedemikian rupa agar tanaman tersebut bisa saling menyatu dan menjadi satu kesatuan yang utuh.

Untuk cabai, tomat dan tanaman sayur yang lain, setelah melalui masa panen biasanya akan mengering dan mati. Untuk itu beberapa minggu sebelum panen, sebaiknya dipersiapkan tanaman yang baru. Sehingga ketika masa panen sudah habis kita tinggal mencabut tanaman sayur atau buah tersebut dan menggantinya.

Jika lahan yang digunakan untuk membuat taman tidak begitu luas, maka jumlah pohon besar yang ditanam cukup satu saja. Selain itu harus rajin dipangkas agar tidak terlalu rimbun, sehingga sinar matahari tetap bisa masuk ke dalam rumah. Konsep pemilihan dan sistem penanaman pohon buah dan sayur yang berukuran kecil juga tidak jauh berbeda dengan taman yang berlahan luas. Hanya saja jumlahnya harus dikurangi.

Jika terlalu banyak nantinya bukan tampilan taman yang didapat, namun akan seperti perkebunan. Tentu kesan yang didapat juga akan lain. Karena antara kebun dan taman punya persepsi dan konsep yang berbeda. Taman lebih mengutamakan keindahan tampilan, sedang perkebunan mengutamakan budidaya tanaman. Hal ini perlu dipahami secara pasti ketika ingin membuat taman sayur dan buah.

Jika dalam taman tersebut terdapat kanopi atau carport untuk tempat parkir mobil, untuk peneduhnya bisa diberi jenis tanaman sayur atau buah yang merambat. Misalnya pohon buah labu, semangka, melon dan sebagainya. Yang perlu diperhitungkan di sini selain penataannya yang harus tetap artistik juga masalah ketinggiannya. Jika sudah berbuah, ketinggian dari kanopi atau carport tersebut akan berkuarang karena buahnya akan menggantung kearah bawah (seperti lampion).

 
Artikel Lainnya :
 Desain Landscape Komplek Bangunan Hotel di Borobudur Kelebihan Batu Bata Ringan dan Perbandingannya Dengan Batu Bata Biasa 
 Bangunan Berbentuk Teratai yang Unik dan Indah Mengenal Jenis-jenis Keramik 
 Mengamati Arah Perkembangan Gaya Arsitektur Rumah Indonesia di Tahun 2012 Perbedaan Utama Arsitektur Candi Hindu dan Budha  
 Kelebihan Rumah di Pojok Green Arsitektur dengan Rumah Bambu 
 Mengetahui Bagian Kusen Jendela dan Pintu dan Cara Merawatnya Membuat Relief Untuk Mempercantik Taman 
 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Air Mancur Taman Kaki Meja yang Unik di Restoran Bali 
 Kelebihan dan Cara Membuat Desain Kolam Renang Dalam Ruang Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dan Kesalahan yang Sering Terjadi 
 Arsitektur Istana Paling Megah di Dunia Membuat Desain Rumah Kubus 
 Menggunakan Cat Tranparan Untuk Kayu Memunculkan Nuansa Alami di Kamar Mandi 
 Mengapa Memilih Pagar Besi Perbedaan Antara Membeli Rumah Siap Huni dan Membangun Sendiri 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker