Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Manfaatkan Perkembangan Teknologi Bahan Untuk Rumah Terbaik Anda

 Manfaatkan Perkembangan Teknologi Bahan Untuk Rumah Terbaik Anda

Laju kerusakan lingkungan yang makin luar biasa dan pemanasan global adalah dua isu utama yang cukup menyita perhatian banyak pihak saat ini. Kerusakan lingkungan akibat polusi, terutama di kota-kota besar adalah fenomena yang sekarang lazim terjadi. Namun bukan berarti hal ini dimaklumi begitu saja. Tetap diperlukan langkah  strategis untuk menanggulanginya. Apalagi dampak dari semua itu adalah pemanasan global yang sangat merugikan.

Beruntung di tengah ketidakpedulian akan nasib bumi dan kelestarian alam yang terancam punah tersebut masih saja tersisa orang-orang yang memiliki kesadaran tinggi. Mereka mewujudkan kecintaannya pada alam dengan terus mengkampanyekan ‘go green’ dalam segala even. Baik melalui seminar, lokakarya, maupun media massa untuk menggugah kepedulian setiap orang. Walhasil, ada saja yang tetap tidak peduli. Namun masih banyak juga yang peduli dan kemudian turut ambil bagian untuk menyukseskan kampanye tersebut. Berbagai cara pun ditempuh untuk menggugah kepedulian semua pihak. Kampanye ‘go green’ terus membahana di seluruh sendi kehidupan masyarakat. Imbasnya, semangat ‘go green’ kian membumi. Bahkan hingga berefek ke desain bangunan.

Seiring dengan tingkat kesadaran masyarakat untuk menyelamatkan kelestarian alam dan nasib bumi, desain rumah ramah lingkungan kini semakin populer di masyarakat. Konsep green building pun akhirnya menjadi alternatif baru yang banyak diminati. Lalu apa saja yang harus disiapkan untuk mewujudkan konsep green building atau rumah ramah lingkungan?

Mulailah dari pemilihan material. Material yang dimaksud disini mencakup bahan pondasi dan beton, dinding, atap, dan utilitas.  Semua material untuk elemen tersebut semua berasal dari bahan yang ramah lingkungan.

(1) Semen. Selama ini ternyata industri semen menjadi penyumbang CO2 yang sangat besar. Hampir mencapai 930 juta ton per tahun. Padahal semen adalah material utama untuk pembuatan beton dan pondasi. Namun dengan kemajuan teknologi, inovasi baru berhasil ditemukan. Kini sudah tercipta beton ramah lingkungan. Kadar semen dalam beton ini sudah dikurangi sedemikian rupa. Dan untuk menjaga kualitas beton agar tetap kokoh maka digunakan material pengganti semen berupa material cementitious. Material tersebut terdiri dari silica fume dan abu terbang, dimana keduanya berfungsi sebagai aditif berkualitas. Penemuan teknologi beton modern ini ternyata mampu menghemat energi hingga mencapai 21,1%.

(2) b-Panel dan Hebel. b-panel merupakan panel beton hemat energi dan ramah lingkungan. Panel ini memiliki karakteristik tahan gempa, akustik, insulasi thermal, tidak membusuk, tidak beracun, tahan lama, dan bisa didaur ulang. Adapun hebel adalah material dinding yang berupa blok dinding. Keunggulan hebel bila dibandingkan material dinding lainnya yakni dari segi kekuatan, hemat waktu dalam pemasangan, dan meminimalisasi sampah konstruksi.

(3) Genteng. Kemajuan teknologi modern mampu menghasilkan genteng keramik yang memiliki corak beraneka ragam. Genteng jenis ini memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap pancaran sinar matahari maupun guyuran air hujan.

(4) Roof garden. Roof garden mampu mengurangi panas pada atap hingga sebesar delapan derajat Celcius. Dengan menggunakan bahan ramah lingkungan, roof garden mampu membantu menyerap kadar CO2 di udara dan melepaskan sebanyak mungkin O2 ke udara bebas.

(5) Utilitas, mencakup pencahayaan dan listrik. Pencahayaan bisa dioptimalkan dengan memaksimalkan pencahayaan alami dari sinar matahari. Selain sebagai sumber pencahayaan, sinar matahari juga bisa membantu menciptakan ruangan rumah yang sehat dan mengurangi tingkat kelembaban. Adapaun pembangkit listrik alami bisa didapatkan dengan instalasi pipa tembaga khusus yang berfungsi menyerap panas matahari secara optimal.

 
Artikel Lainnya :
 Memilih dan Memasang Lis Profil Kayu Pot Kaca yang Elegan untuk Penghias Living Room 
 Eksplorasi Bambu Untuk Rumah Modern Mengenal Beberapa Jenis Kran Air 
 Perbedaan Aplikasi Warna Rumah Minimalis dan Mediterania Memilih Tirai Sesuai Bentuk Jendela 
 Mendesain Ruang Cuci Gapura Bali Dengan Paduan Warna yang Serasi 
 Pengertian Bangunan Hijau dalam Arsitektur Indonesia Investasi di Bali, Membeli Tanah atau Mengontrak Tanah? 
 Trend Kostel, Konsep Kost-Hotel Yang Menjanjikan Teknik Menempatkan Kaca atau Mirror 
 Metode Perhitungan Kebutuhan Cat Dinding Relief Bali Nan Cantik di Taman Asri 
 Gaya Desain Eklektik Untuk Rumah dan Ruang Ide Membuat Desain Pintu Unik 
 Agar Rumah Panggung Bali Terlihat Lebih Anggun dan Megah Nuansa Bali yang Elegan di Kamar Tidur 
 Jenis Struktur Basement Harmonisasi Gazebo dan Rumah Bali  
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker