Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Kolam Renang Sendiri untuk Rumah atau Villa Anda

Membuat Kolam Renang Sendiri untuk Rumah atau Villa Anda

Renang adalah salah satu cabang olahraga yang punya banyak penggemarnya. Karena selain punya banyak manfaat untuk kesehatan, renang juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk menghilangkan rasa lelah sekaligus untuk mendapat kesegaran. Karena itu akan menjadi suatu kepuasan tersendiri jika di rumah terdapat kolam renang yang bisa digunakan sepuasnya tanpa memandang waktu, seperti pada kolam renang di tempat umum.

Bila masih punya lahan yang kosong, jangan biarkan saja tempat itu. Buatlah kolam renang sendiri, sehingga tidak perlu repot jika ingin melakukan olahraga jenis ini. Apalagi jika lokasi lahan tersebut ada di belakang rumah. Karena kolam renang pribadi memang paling bagus jika berada di bagian belakang. Meski berada di tempat terbuka, namun kolam renang termasuk wilayah pribadi yang seharusnya bisa terlindungi dari pandangan orang lain.

Ada beberapa bentuk desain kolam renang yang sering dibuat di dalam rumah. Jika ingin memunculkan kesan natural, kolam yang bentuknya seperti lekukan atau angka 8 dan lingkaran adalah pilihan yang terbaik. Namun sayangnya, jika ingin  membentuk desain seperti ini lahan yang disediakan harus cukup luas.

Jika lahan yang tersedia terbatas, sebaiknya memilih desain yang berbentuk kotak atau persegi panjang. Selain tidak memakan tempat, model desain seperti ini juga tidak membutuhkan waktu yang lama karena proses pengerjaannya juga lebih singkat.

Agar tidak terlihat monoton, kolam renang yang berbentuk kotak dan persegi panjang ini bisa dieksplorasi dengan memakai suatu sistem yang disebut overflow, yaitu suatu konsep yang membuat air di dalam kolam tidak diam begitu saja, namun akan terus bergerak atau mengalir di tepi kolam.

Untuk kedalamannya, perhitungkan siapa saja yang akan menggunakan kolam renang ini nantinya. Jika ada anak yang masih kecil apalagi belum pintar untuk berenang, tentu harus disesuaikan dengan kondisinya, terutama masalah umur dan tinggi badan. Jika merasa bingung, lakukan perbandingan di kolam-kolam renang yang digunakan untuk umum. Para pengelola kolam jenis ini biasanya menggunakan standar yang sudah baku, sesuai dengan kondisi penggunanya.

Kemudian untuk konstruksinya, ada dua macam jenis kosntruksi untuk kolam renang. Yang pertama adalah dengan menggunakan sistem konvesional, dimana pipa-pipa yang difungsikan sebagai saluran air diletakan di bagian bawah kolam. Pipa-pipa ini digunakan untuk menyalurkan air ke dalam tanki maupun menyalurkan air yang sudah dibersihkan atau difilter untuk dialirkan kembali ke dalam kolam.

Adapun jenis konstruksi yang kedua adalah menggunakan sistem integrasi. Dengan menggunakan sistem ini penanaman pipa di bawah kolam tidak diperlukan. Karena untuk penyaringan atau pembersihan air menggunakan konsep atau struktur yang menyatu dengan kolam. Sehingga tempat yang digunakan untuk menyalurkan dan membersihkan air mengambil lokasi di bagian bibir atau dalam kolam.

Agar bisa kuat secara maksimal, konstruksi dibuat dengan menggunakan sistem cor beton menggunakan besi rangkap. Jika beton sudah kering, lakukan pengecekan, apakah ada kebocoran atau tidak. Lakukan bekali-kali untuk pekerjaan ini hingga diyakini tidak ada kebocoran. Karena jika kebocoran tersebut diketahui setelah kolam jadi, tentu akan merepotkan dan menghabiskan waktu serta biaya, karena harus ada pembongkaran.

Tahap terakhir dari pembuatan kolam adalah penutupan dinding. Untuk bagian dinding dan dasar, bisa menggunakan jenis keramik yang sama. Sedang untuk bagian bibir bisa menggunakan jenis yang lain. Sedangkan untuk warna, yang menjadi favorit tentu saja biru dan putih. Karena kedua warna ini akan memunculkan kesan segar. Namun khusus untuk yang suka warna putih, pertimbangkan lebih dulu karena warna ini lebih mudah kotor sekaligus lebih sulit untuk dibersihkan.

Agar terlihat lebih cantik, jika tempatnya memungkinkan pada bagian pinggir kolam bisa diberi taman, kursi payung atau kursi khusus untuk bersantai atau tiduran.

 
Artikel Lainnya :
 Jasa Arsitek sebagai Bagian Investasi Rumah Anda Kelebihan Genteng Aspal dan Cara Perawatannya 
 Kelebihan dan Cara Memilih Atap Polycarbonate Tips Membeli Rumah dari Developer Rumah 
 Jenis-jenis Bambu Untuk Bangunan dan Fungsinya Memilih Aksesoris, Elemen Penting Pendukung Estetis Interior Rumah 
 Trik Membuat Taman di dalam Ruang Rumah Kayu Kecil Bergaya Minimalis 
 Vertical Garden Solusi Arsitektur Modern Taman Cantik di Lahan Miring 
 Kiat Jitu Dalam Memilih Pagar Untuk Rumah Menggunakan Tirai Untuk Penyekat Ruang 
 Teknik Memasang dan Merawat Lantai Decking Lampu Taman Paling Keren 
 Rumah Berlantai Tiga Dengan Tampilan yang Unik Aneka Furniture Rumah dan Perawatannya 
 Memilih Bahan Material Untuk Kamar Mandi Atap Ilalang yang Menyatu Dengan Dinding di Rumah Bali 
 Membuat Railing Untuk Tangga Mengenal Jenis-jenis Wallpaper 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker