Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Gunakan Jasa Pengawasan, untuk Proses Pembangunan Rumah Anda

 Gunakan Jasa Pengawasan, untuk Proses Pembangunan Rumah Anda

Membangun rumah hunian tidak sekedar cukup menyiapkan desain rumah saja. Atau berhenti pada proses pemilihan bahan berkualitas. Namun ada hal lain yang tidak kalah pentingnya, yakni pengawasan. Tanpa adanya pengawasan, sangat sulit mencapai hasil pekerjaan yang optimal dan sesuai dengan standar baku.

Setiap orang tentu menginginkan rumahnya kuat dan tahan lama sehingga bisa bertahan terhadap segala cuaca maupun kondisi yang tidak diinginkan selama puluhan tahun berikutnya. Salah satu indikasi kualitas sebuah rumah hunian bisa dilihat dari tingkat kekokohan bangunan. Dan untuk mencapai hal tersebut, harus dimulai dari proses pemilihan bahan, pengujian secara berkala, tata cara pelaksanaan di lapangan, perawatan, dan pemeliharaan. Semua kegiatan ini merupakan bagian penting yang membutuhkan pengawasan.

Sebelum proses pengawasan berlangsung, ada sejumlah hal yang harus disiapkan. Diantaranya mulai dari penentuan sasaran (seluruh obyek yang harus diawasi), penetapan standar baku yang harus dipenuhi, menyusun mekanisme pemantauan serta pelaporan hasil pekerjaan di lapangan. Setelah tahap persiapan selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah implementasinya di lapangan. Seorang pengawas akan melakukan pemantauan di lapangan. Dan dari hasil pemantauan tersebut ia akan melakukan analisa, apakah hasil pekerjaan sesuai dengan kriteria dan standar baku yang telah ditetapkan ataukah justru harus dihentikan dan dilakukan perbaikan.

Secara umum, beberapa jenis pengawasan antara lain meliputi:
Pertama, pengawasan gambar bangunan. Gambar bangunan merupakan sebuah konsep ide bangunan dalam bentuk gambar yang selanjutnya akan direalisasikan menjadi bangunan sesungguhnya.  Macam-macam gambar antara lain:

(1)    Gambar tender
Merupakan gambar yang dipegang oleh pemilik. Fungsinya untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta menjadi bahan analisa terhadap proses pengerjaan bangunan.

(2)    Gambar konstruksi
Berfungsi sebagai pedoman untuk membuat shop drawing.

(3)    Shop drawing
Berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.

(4)    As built drawing
Merupakan gambar aktual dari hasil pelaksanaan di lapangan. Gambar ini dibuat setelah pekerjaan selesai dilakukan.

Kedua, pengawasan form work. Merupakan proses pengawasan terhadap bekisting. Meliputi pengawasan terhadap dimensi bekisting, bahan bekisting, elevasi lantai, kekokohan scaffolding dan pendukungnya, as serta pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Pekernaan form work harus didasarkan pada shop drawing.

Ketiga, pengawasan pembesian. Hal ini ditujukan untuk mengetahui mutu besi beton. Besi beton yang digunakan harus lulus dari uji pemeriksaan.

Keempat, pengawasan mutu beton. Mutu beton harus diperiksa secara kontinyu dengan cara mengambil sampel dari campuran beton yang sudah jadi. Selanjutnya sampel tersebut diuji sehigga diketahui kekuatannya.

Kelima, pengawasan pasangan, acian, dan plesteran dinding. Pengawasan yang dilakukan pada hal ini meliputi penggunaan air, kualitas adukan, tingkat kelurusan pasangan serta kerapihannya, ketebalan plesteran (rata tidaknya).

Keenam, pengawasan pemasangan lantai. Hal-hal yang harus diawasi antara lain tingkat kerataan pemasangan keramik dan kualitas adukan perekat. Kualitas adukan perekat sangat berpengaruh terhadap kekuatan keramik. Jika kualitas adukan baik maka keramik tidak akan mudah keropos setelah pemasangannya selesai dilakukan (keramik sudah dalam kondisi kering). Adapun tingkat kerapian pemasangan keramik biasanya sangat dipengaruhi oleh kualitas keramik yang digunakan.

Ketujuh, pengawasan pengecatan. Meliputi komposisi perbandingan cat dan pengencernya harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, aplikasi cat harus bisa menutupi warna acian dinding dengan sempurna, dan penggunaan sealer alkali untuk lapisan dinding bagian luar agar cat tidak mudah pudar akibat terpaan sinar matahari maupun air hujan.

Kedelapan, pengawasan pekerjaan finishing. Meliputi pemasangan interior rumah, pembuatan saluran air, septic tank, dll. Dipastikan semua pekerjaan tersebut dijalankan sesuai dengan standar baku yang telah ditetapkan sehingga hasilnya bisa optimal.

Dengan demikian, penting bagi Anda untuk menggunakan jasa pengawasan saat hendak membangun sebuah rumah hunian. Tentu saja agar semua bisa berjalan sesuai perencanaan dan standar yang telah ditetapkan.

 
Artikel Lainnya :
 Jenis-jenis Dynabolt dan Fungsinya Perlunya Menggunakan Jasa Konsultan Warna 
 Menjaga Daerah Lalu Lintas Tinggi Dalam Rumah Membuat Desain Wardrobe 
  Manfaatkan Klinik Arsitektur Kami Untuk Semua Masalah Desain Arsitektur Anda Mendesain Ruang Untuk Membaca dan Perpustakaan 
 Desain Interior Ruang Garuda Istana Bogor Rumah Klasik Dengan Nuansa Elektik 
 Desain Arsitektur Kontemporer di Tepi Pantai Meletakan Benda Seni di Kamar Mandi 
 Dinding Batu Bata Bali yang Unik Memilih Cat Kusen Pintu dan Jendela 
 Villa Mewah di Seminyak Bali Kontraktor Indonesia Terbaik – Solusi Pembangunan Rumah Idaman Anda 
 Desain Interior Ruang Tamu Keraton Cirebon Cara Membuat Desain Ruang Untuk Pameran Lukisan 
 Kelebihan Batu Bata Ringan dan Perbandingannya Dengan Batu Bata Biasa Gedung Kantor Unik di Jakarta 
 Memilih dan Merawat Genset Rumah Rumah Kereta Kuda 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker