Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Jenis-Jenis Marmer dan Granit untuk Pelengkap Rumah serta Cara Perawatannya

Jenis-Jenis Marmer dan Granit untuk Pelengkap Rumah serta Cara Perawatannya

Marmer dan granit merupakan batuan alam yang diambil dari sebuah gunung batu, setiap gunung batu dapat menghasilkan warna batu yang berbeda, mungkin warna yang dihasilkan dapat merah, kuning, hijau, biru, hitam bahkan dapat pula perpaduan dari warna tersebut. tetapi tidak semua gunung batu dapat dijadikan sebagai tambang batu, karena itu semua harus melalui proses yang cukup panjang, diperlukan tenaga ahli untuk mengadakan riset atau observasi terlebih dahulu untuk mengetahui, apakah gunung tersebut memiliki kandungan batu yang baik, apakah gunung tersebut memiliki tempat yang strategis untuk dijadikan sebuah tambang batu, apakah gunung tersebut memiliki dampak yang berbahaya jika dijadikan sebagai tambang batu, apakah gunung tersebut memiliki izin untuk dijadikan tambang batu dan pastinya gunung tersebut ada yang memiliki mungkin pemiliknya dapat pemda setempat atau bahkan sudah menjadi pemilik pihak swasta yang harus kita beli dengan harga yang cukup tinggi.

Untuk mengolah sebuah gunung batu menjadi bongkahan-bongkahan kecil hingga terbentuk marmer yang kita kenal di pertokoan juga melalui proses yang tidak sebentar. Gunung batu di ledakan dengan dynamite untuk memperoleh bongkahan kecil, lalu di sortir kelayakannya oleh tenaga ahli, setelah lolos baru dibawa ke workshop untuk diperhalus dan dibentuk, serta dilakukan finishing hingga batuan yang tadinya berwarna kusam jadi mengkilap dan indah.

Melihat dari proses finishingnya, marmer dan granit memiliki beberapa jenis :

1. Flamed finish
Material yang digunakan biasanya dari batu granit. Dilihat dari permukaannya, batu jenis ini bisa dibilang paling kasar, sesuai dengan namanya, batu ini harus melalui proses pembakaran dalam pembuatannya. Batu jenis ini umum digunakan pada lantai exterior seperti area pedestrian atau drive way maupun walk way.

2. Rough cut finish
Dibuat dari batuan jenis andesit atau granit, yang memiliki tingkat kekuatan paling bagus. Dilihat dari permukaannya, batu ini lebih halus namun tidak mengkilap. Halus yang diperoleh batu jenis ini bukan karena pemolesan, tetapi hasil dari proses pemotongan. Batu ini biasa digunakan untuk kanstin, paving dan dinding.

3. Polish finish
Biasanya batu yang digunakan dari jenis marmer dan granit. Permukaannya sangat halus dan rata dengan tampilan yang mengkilap. Biasanya batu jenis ini cocok digunakan untuk lantai maupun dinding baik area interior maupun exterior.

4. Unpolish finish
Terbuat dari batuan marmer dan granit, permukaan jenis ini juga terlihat halus dan rata, hanya saja tidak mengkilap karena finishingnya tidak melalui proses pemolesan hingga terlihat kusam.

5. Honed finish
Batuan yang digunakan adalah marmer dan granit, hampir sama dengan unpolish finish dilihat dari permukaannya batu jenis ini terlihat rata tetapi tidak mengkilap, namun yang membedakannya adalah batu ini dipoles namun hanya 50 % finish.

6. Acid finish
Menggunakan batuan granit sebagai bahan dasarnya, seperti halnya pada flamed finish batu jenis ini juga memiliki permukaan yang kasar hanya saja tidak mengalami proses pembakaran tetapi mengunakan bahan kimia yang mengandung asam.

Batuan mana yang ingin anda gunakan untuk rumah? Tentunya harus tepat juga pemilihannya sesuai dengan fungsinya. Jangan sampai memilih flamed finish untuk lantai interior anda, Tingkat kehalusan dan mengkilatnya permukaan marmer atau granit menjadi patokan dasar harga jualnya, jadi sesuaikan juga dengan budget anda.
Lalu apakah sulit dalam perawatannya? Tidak juga sebenarnya, Beberapa hal di bawah ini mungkin perlu anda ketahui sebelum memilih batu marmer dan granit :

- Untuk membersihkan marmer yang kotor, cukup dengan sabun lantai yang di campur dengan air, lalu digosok dengan lap seperti biasa. Hindarkan penggunaan bahan-bahan kimia seperti HCL atau prostek, karena justru akan merusak permukaan marmer atau granit.

- Jangan biarkan air terlalu lama menempel pada permukaan batu, karena akan meninggalkan bekas nantinya, segeralah bersihkan.
- Untuk membersihkan kotoran yang menempel seperti permen karet, lem dan sejenisnya, gunakanlah pisau atau cutter yang sudah dilapisi kain, agar proses pembersihan tidak merusak permukaan marmer atau granit.

 
Artikel Lainnya :
 Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dan Kesalahan yang Sering Terjadi Mengenal Jenis-jenis Kayu Olahan 
 Pencahayaan Buatan untuk Rumah Mungil Bangunan Masjid Bernuansa China di Surabaya 
 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Cahaya Luar Ruang Faktor Penentu Kualitas Beton 
 Membuat Sertifikat Tanah Girik atau Adat Teknik Pewarnaan Lorong Rumah 
 Kesalahan-kesalahan dalam Membangun Rumah Teknik Membuat Sambungan Paralon dan Pipa PVC 
 Menghias Dinding Menggunakan Kabel dan Stop Kontak Perbedaan Desain Gaya Eropa dan Klasik 
 Ide Menarik Membuat Kursi Sofa dari Bathub Bekas Keuntungan dan Cara Membuat Plafon dari Potongan Kayu 
 Membuat Hiasan Pada Dinding yang Retak Teknik Pencahayaan Dalam Ruang atau Rumah agar Lebih Indah 
 Menghindari Debu Masuk Rumah Perkembangan Konsep Vernakular dalam Mendesain Resort 
 Membuat Taman dengan Aneka Pohon Sayur dan Buah Desain Kolam Renang Berbentuk Kerang di Bali 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker