Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Bagaimana Cara Membuat Rumah Adem Tanpa Boros Listrik

Bagaimana Cara Membuat Rumah Adem Tanpa Boros Listrik

Dalam merencanakan pembangunan rumah tinggal biasanya kita hanya memikirkan dari tampilan fisik rumah saja, agar terlihat cantik, indah dan menarik. Namun pada kenyataannya setelah kita tempati, rumah tersebut terasa tak nyaman untuk di tinggali, terasa panas dan pengap, tanpa adanya AC sepertinya rumah itu tidak layak huni. Penghuni bisa merasa kepanasan setiap waktu, memang kita bisa menyiasatinya dengan penggunaan AC, kadang dengan kapasiras yang besar. Tentu saja hal itu akan membuat pemakaian listrik menjadi boros, dan konsekuensinya kita harus membayar listrik lebih mahal.

Prinsip utama dalam menurunkan suhu panas di dalam rumah adalah dengan menurunkan heat gain atau perolehan panas untuk rumah itu sendiri. Jika heat gain dari rumah anda karena struktur rumah penyebabnya, cobalah untuk mendekorasi ulang rumah anda, atau jika memang heat gain yang didapatkan adalah dari panasnya matahari, anda bisa menanam beberapa pohon di halaman rumah anda hingga sinar matahari bisa diredam sebelum masuk langsung ke dalam rumah. Walaupun itu hanya bersifat relative, artinya keadaan lingkungan di sekitar rumah anda juga sangat mempengaruhi suhu di dalam rumah anda pada akhirnya.

Usahakan agar ruangan dibawah atap antara penutup atap dan lanit-langit diberi ventilasi semaksimal mungkin. Hal ni dimaksudkan agar udara panas karena radiasi matahari yang terperankap dibawah penutup atap dapat dialirkan keluar.

Jika di rumah anda tidak menggunakan AC, usahakan ada sirkulsi udara secara terus menerus di dalam rumah, atau hal ini sering disebut ventilasi silang.

Penempatan ruang-ruang utama seperti kamar tidur, ruang keluarga dan ruang tamu sebaiknya tidak pada sisi barat, kecuali ada pembayangan pada sisi tersebut, seperti penanaman pohon yang cukup besar agar sinar matahari tidak masuk secara langsung. Pada sisi barat, ruangan akan cenderung mendapatkan radiasi dari sinar matahari siang dan sore yang lebih tinggi jika dibandingkan denga radiasi matahari pagi, sehingga bisa menyebabkan ruangan akan tersa lebih panas. Sebaiknya gunakan sisi barat untuk ruang servis, seperti kamar mandi dan gudang.

Usahakan untuk meminimalisir penggunaan material keras sperti, beton, tembok dan yang lainnya sebagai penutup halaman atau tempat parkir. Material keras akan memantulkan sinar matahari dan membuat ruangan pada rumah anda menjadi panas. Tanamilah halaman anda dengan rerumputan atau tanaman perdu, hingga bisa diperoleh suasana sejuk.

Pencahayaan dan permainan warna pada rumah juga bisa mempengaruhi suhu di dalam rumah, hal itu erat kaitannya dengan penghematan listrik. Gunakan warna-warna cerah yang bisa menghadirkan nuansa dingin pada rumah anda, seperti hijau lime, biru atau warna lainnya yang lembut. Untuk pencahayaan agar hemat listrik, cobalah memaksimalkan pencahayaan alami dari rumah anda terlebih dahulu, jika dirasa kurang mencukupi baru kemudian dilengkapi dengan pencahayaan buatan.

Ada baiknya pencahayaan alami dan ventilasi alami dipikirkan perencanaanya dengan matang. Merubahnya setelah bangunan jadi tentu akan mengeluarkan biaya baru, dan itu sebuah pemborosan yang tidak perlu jika sebelum membangun rumah anda telah memikirkannya dengan baik.

Memilih lampu yang hemat energi untuk pencahayaan dapat menekan biaya pengeluaran untuk membayar listrik rumah anda. Pilihlah lampu sesuai dengan kebutuhan ruang yang akan dipasangi lampu nantinya. Jangan sampai mmbeli lampu yang berkapasitas besar untuk menerangi ruang yang kecil, tentu itu menjadi sebuah pemborosan, tetapi juga jangan memasang lampu yang berdaya pijar kecil untuk ruangan yang besar, karena nantinya penerangan menjadi tidak maksimal dan akan mengganggu aktifitas penghuni rumah. Gantilah lampu sesegera mungkin sebelum usianya habis, memaksakan lampu yang sudah habis masa layak pakainya hanya akan merusak mata anda pada akhirnya.

 
Artikel Lainnya :
 Memilih Cat Dinding di Daerah Berhawa Panas Manfaatkan Perkembangan Teknologi Bahan Untuk Rumah Terbaik Anda 
 Ide dan Cara Membuat Taman Kecil di Tempat Tidur Membuat Dak Beton yang Baik 
 Perbedaan Rumah Dari Batu Bata dan Batu Alam Teknik Memasang dan Merawat Lantai Decking 
 Tips Dan Cara Membuat Taman Balkon Mau Membangun Rumah di Bali, Anda butuh Arsitek atau Kontraktor? 
 Acuan Dalam Mendesain Pintu Sebagai Elemen Penting Dalam Rumah Rumah Bambu Paling Keren 
 Perbedaan Penggunaan Kaca Pada Bangunan Kuno dan Modern Rumah Kayu di Tengah Pantai 
 Bagaimana Menciptakan Ruang-Ruang Bertema Dalam Rumah ? Penggunaan Batu Alam Sintetis Pada Bangunan 
 Keuntungan dan Cara Membuat Desain Lantai dari Batu Bata Rumah Minimalis di Atas Batu 
 Desain Kolam Renang Berbentuk Kerang di Bali Mengamati Arah Perkembangan Gaya Arsitektur Rumah Indonesia di Tahun 2012 
 Mengenal Jineman, Rumah Kecil untuk Bersantai Perbedaan Teknik Penggunaan Kuas dan Rol Untuk Mengecat Dinding 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker