Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengenal Arsitektur Tradisional Rumah Jawa

Mengenal Arsitektur Tradisional Rumah Jawa

Arsitektur tradisional jawa pada dasarnya adalah arsitektur yang dikelilingi oleh pagar, sebagaimana hal nya di bali dan daerah lainnya. Yang disebut rumah secara utuh seringkali bukanlah satu rumah utama, tetapi halaman yang berisi sekelompot bangunan dengan fungsinya yang berbeda. Tak ada pembatas yang tegas antara ruang luar dan dalam. Struktur bangunannya merupakan struktur rangka dengan konstruksi kayu, dinding ruanganpun biasanya hanya berfungsi sebagai dinding pembatas saja. Semua struktur yang ada dibiarkan terlihat jelas, tanpa berusaha menutupinya. Begitupun bahan bangunannya dibiarkan begitu saja untuk memperlihatkan karakter aslinya.

Arsitektur jawa dikenal cukup handal untuk meredam gempa.

Atap bangunannya menggunakan tritisan yang lebar untuk melindungi ruang beranda atau emperan di bawahnya. Sesungguhnya arsitektur seperti itu sangat cocok untuk rumah tinggal di daerah yang beriklim tropis dan sering dilanda gempa.

Halaman yang lega dengan perkerasan pasir atau kerikil sangat bermanfaat untuk penyerapan air hujan. Sedangkan pepohonan yang ditanam adalah pohon yang memiliki manfaat multi fungsi, yaitu sebagai peneduh, penyaring debu, peredam angin dan suara, juga sebagai sumber pangan bahkan sering pula dimanfaatkan untuk obat tradisional.

Kehidupan orang jawa dahulu yang selalu menyelaraskan diri dengan alam mempengaruhi gaya arsitektur yang dibangun. Kebiasaan bergotong royong dan saling tolong menolong membuat rumah yang dibangun tidak berpagar telalu tinggi, konstruksi yang terbuka dengan halaman yang luas. Karena di bangun dengan material kayu jati, maka bangunan tradisional jawa juga dikenal kuat dan awet.

Ilmu yang mempelajari seni bangunan oleh masyarakat Jawa biasa disebut Ilmu Kalang atau disebut juga Wong Kalang. Ada lima macam bangunan pokok dalam arsitektur jawa, di antaranya :

a.Panggang – pe, ialah bangunan yang hanya memiliki atap sebelah sisi saja. Biasanya digunakan sebagai tempat berdagang, atau menjaga keamanan, fungsi yang sama dengan pos ronda untuk saat ini.

b.Kampung, ialah bangunan dengan atap dua sisi dan sebuah bubungan di tengahnya. Umumnya digunakan sebagai rumah tinggal masyarakat, pada perkembangannya saat ini bentuk dasar rumah kampung diadopsi menjadi rumah pada umumnya digunakan sekarang.

c.Limasan, yaitu bangunan dengan atap di empat sisi, dengan sebuah bubungan di tengahnya. Digunakan juga sebagai tempat tinggal. Perkembangannya dengan penambahan emper atau serambi, serta beberapa ruangan akan tercipta bentuk-bentuk sinom, kutuk gambang, lambang gantung, trajumas, dan lain-lain. Hanya saja yang berbentuk trajumas tidak biasa digunakan sebagai tempat tinggal.

d.Joglo atau Tikelan, yaitu bangunan dengan Soko Guru dan atap 4 belah sisi, dan sebuah bubungan di tengahnya. Bangunan ini biasanya digunakan sebagai pendopo atau rumah tinggal dari kalangan bangsawan.

e.Tajug atau Masjid, yaitu bangunan dengan Soko Guru atap 4 belah sisi, tanpa bubungan, oleh karena itu bangunan ini meruncing di tengah atapnya. Bangunan ini biasanya digunakan untuk makam, mesjid atau tempat tahta raja.

Kepopuleran arsitektur tradisional jawa bukan hanya di tanah jawa atau di Indonesia aja, tetapi juga sampai ke manca Negara. Arsitektur tradisional Jawa harus dilihat sebagai totalitas hidup yang berawal dari tata krama meletakkan diri, norma dan tata nilai manusia Jawa dengan segala kondisi alam lingkungannya. Hal ini seharusnya patut kita contoh dalam membangun hunian modern pada saat ini. Dengan begitu keselarasan pembangunan yang pesat dengan kondisi alam akan tetap terjaga.

Kehidupan dengan gaya hidup yang makin meningkat membuat kita melupakan arsitektur asli negeri sendiri dan lebih memilih gaya-gaya arsitektur dari luar yang belum tentu cocok dengan iklim, cuaca, keadaan alam dan masyarakat pada umumnya di Indonesia.

 
Artikel Lainnya :
 Layakkah Membangun Rumah Diatas Tanah Kontrakan? Memadukan Konsep Tradsional dan Modern Rumah Betawi 
 Desain Atap Unik Dari Toraja Tips Membangun Rumah Baru Anda 
 Masalah Yang Sering Muncul Pada Rumah di Pinggir Jalan Memberi Warna Pada Garis Lurus Pada Bangunan 
 Rumah Bergaya Spanyol Arsitektur Rumah Etnik Natural 
 Membuat Teritisan dan Desainnya Tips Cara Membeli Rumah Second /Bekas 
 Teknik Pernis Ulang Pada Kayu Jenis-jenis Taman Vertikal dan Cara Pembuatannya 
 Ide Menarik Membuat Hiasan Lampu Gantung dari Tali Serba-serbi Rumah Cluster 
 Interior Kapal Pesiar Termasyur Menghias Dinding Menggunakan Kabel dan Stop Kontak 
 Perbedaan Utama Arsitektur Candi Hindu dan Budha Tips Syarat Rumah Ramah Lingkungan 
 Gedung Universitas Indonesia yang Megah Tiang Miring Untuk Memperluas dan Mempercantik Bangunan 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker