Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Menggunakan Exhaust Fan Sebagai Alternatif Ventilasi Rumah

Menggunakan Exhaust Fan Sebagai Alternatif Ventilasi Rumah

Lubang ventilasi alami pada rumah anda mungkin sudah ada, tetapi untuk daerah-daerah tertentu atau perkotaan , ventilasi alami terkadang tidak cukup untuk sirkulasi udara di dalam ruangan atau rumah, karena panasnya suhu di sekitar rumah di perkotaan atau frekuensi aktifitas yang tinggi di dalam rumah.

Exhaust fan bisa menjadi salah satu solusinya, alat ini digerakan dengan listrik, berfungsi untuk menyedot udara di dalam ruangan sekaligus memasukan udara segar yang baru ke dalam ruangan, dengan begitu aktifitas sirkulasi di dalam ruangan akan lebih cepat. Dengan alat ini kita juga bisa mengatur berapa volume yang ingin kita masukan atau keluarkan.

Setiap ruangan di dalam rumah membutuhkan sirkulasi berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing. Misalnya untuk ruang tidur butuh pergantian udara sekitar 2 – 4 kali per jam, kamar mandi 6 – 10 kali, dan dapur 10 – 15 kali. Jika ruangan yang anda gunakan memiliki AC, exhaust fan bisa menjadi penyeimbang karena mengurangi kelembaban ruang. Tetapi perlu di ingat, penggunaan AC dan exhaust fan sebaiknya jangan berbarengan karena exhaust fan akan menyedot udara sejuk yang dikeluarkan oleh AC, nyalakanlah exhaust fan hanya pada saat anda tidak beraktifitas di ruangan tersebut, dengan begitu ada keseimbangan dari AC untuk menyejukan dan exhaust fan untuk mejaga kelembababn ruangan, hal itu untuk menghemat listrik juga tentunya.

Exhaust fan sebaiknya jangan dipasang secara berlebihan, pasanglah pada ruangan yang memiliki sirkulasi kurang dari lubang ventilasi alami. Ada beberapa tipe exhaust fan menurut pemasangannya, yang dipasang pada dinding (wall mount), jendela kaca (window mount), dan plafon (ceiling mount).

Untuk wall mount dan window mount exhaust fan, usahakan dipasang dengan bagian belakang menghadap ke area terbuka sebagai area menarik atau pembuangan udara kotor. Sedangkan untuk ceiling mount exhaust fan hanya berfungi untuk menarik udara keluar, pada jenis ini ada yang dilengkapi dengan lampu dan pipa penyalur udara keluar.

Umumnya exhaust fan dijual dengan ukuran yang berbeda sesuai keperluan, untuk memudahkan konsumen dalam memilih yang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya, exhaust fan berdiameter 8 inci untuk ruang 4 m2, 10 inci untuk ruang 8 m2, dan 12 inci untuk ruang hingga 12 m2.

Ada baiknya anda menghitung dulu volume yang dibutuhkan untuk sirkulasi udara ruangan yang ingin anda pasangi exhaust fan. Berikut ini cara untuk menghitung keperluan volume sirkulasi yang dibutuhkan oleh suatu ruang.

Pertama-tama ukurlah volume ruang yang anda miliki (panjang x lebar x tinggi), misalnya anda berniat untuk memasang exhaust fan di kamar tidur yang memiliki panjang 3m, lebar 2m dan tinggi 2 m, jadi dimensi ruang tidur tadi adalah 12 m3. Selanjutnya, kalikan volume ruang dengan kebutuhan sirkulasi udara per jam menurut kebutuhan ruang (untuk ruang kamar tidur adalah 6-10 kali pergantian udara), jadi 12 m3 x 8 kali pergantian udara adalah 96 m3. Setelah itu anda bisa mendatangi toko dan meminta rekomendasi ukuran exhaust fan yang sesuai dengan volume ruang yang sudah anda hitung sebelumnya.

Sekali lagi, exhaust fan hanya digunakan sebagai pendukung jika ventilasi alami dari rumah anda dirasa kurang mencukupi, gunakanlah seperlunya untuk menghemat listrik, nyalakan hanya pada saat diperlukan saja. Yang terbaik tetaplah ventilasi alami dari rumah anda, jadi sebaiknya ventilasi untuk rumah anda diperhitungkan dengan seksama sebelum membangun rumah , tanyakanlah pada kontraktor atau arsitek anda ventilasi yang sebaiknya anda gunakan untuk rumah anda, hitung berapa suhu rata-rata di daerah tempat anda ingin membangun rumah, dengan begitu keperluan lubang ventilasi bisa diperhitungkan dari awal.


 
Artikel Lainnya :
 Membuat Teritisan dan Desainnya Keuntungan dan Cara Membuat dan Memasang Lantai Kayu Bundar 
 Restoran Unik dengan Desain Rustik Tata Kelola Manajemen Proyek Bangunan 
 Teknik dan Cara Membuat Dipan Goyang atau Gantung Tips Memilih Furniture dan Asesoris Rumah 
 Cara Membersihkan Karpet Yang Terkena Noda Rumah Pavilliun Bergaya Kontemporer di Bali 
 Mengenal Jenis Batu Bata dan Cara Memilihnya Kayu Lengkung untuk Fasad Bangunan 
 Tips Bagaimana Membuat Teras Yang Nyaman Pemanfaatan Material Bangunan sebagai Penahan Radiasi Panas Matahari 
 Layout Rumah dan Zona Ruang Perbedaan Penggunaan Kaca Pada Bangunan Kuno dan Modern 
 Ide Menarik Menyatukan Kelambu Tempat Tidur dan Plafon Ide Menarik Membuat Tangga Dari Batu Bata 
 Kreasi Tempat Tidur Unik Dari Bali Bentuk Bangunan Paling Lucu 
 Rumah Kontemporer dengan Atap Melengkung Pondasi Rumah Unik di Taman Mekarsari Bogor 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker