Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Seluk-Beluk Kontrak Kerja dengan Arsitek atau Kontraktor

Seluk-Beluk Kontrak Kerja dengan Arsitek atau Kontraktor

Apabila kita menggunakan jasa arsitek atau kontraktor , sebelumnya kita harus membuat kesepakatan-kesepakatan bersama yang tercantum didalam kontrak kerja atau kontrak perjanjian. Kontrak kerja ini dibuat rangkap 2 dengan kekuatan hukum yang sama dan harus disertakan saksi-saksi, akan lebih baik lagi apabila salah satu saksi tersbut adalah notaris. Sehingga selama proses kerjasama berlangsung, kedua belah pihak merasa terlindungi dari hukum dan dapat melakukan kewajiban serta mendapatkan hak-haknya sesuai dengan kesepakatan tersebut.

Didalam membuat kesepakatan yang bentuknya resmi, seringkali ditemukan kata0kata baku yang maknanya rancu. Untuk itulah, kontrak kerja hendaknya dibuat sejelas dan sedetil mungkin untuk menghindari kesalahafahaman yang mungkin nantinya akan terjadi. Baik pihak arsitek atau kontraktor maupun si client harus sama-sama memahami setiap pasal-pasal kesepakatan tersebut, dan jangan sampai ada hal-hal yang belum tercantum di dalam kontrak kerjasama. Berikut ini adalah beberapa hal yang musti termuat didalam sebuah kontrak kerjasama antara arsitek/kontraktor dan client:

-  IDENTITAS
Kedua belah pihak harus memberikan kejelasan identitas dan posisi diri masing-masing di dalam kerjasama yang akan dilakukan ini. Sebutkan nama, alamat, no telp yang dapat dihubungi, serta posisi nya sebagai apa dimana. Kemudian kedua belah yang bersepakat tersebut akan disebut sebagai pihak pertama dan pihak kedua.

- LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan yang harus di kerjakan oleh arsitek atau kontraktor apa saja, harus dijabarkan dengan detil. Apabila hanya melakukan renovasi maka apa saja yang akan direnovasi, hasil output-nya akan bagaimana, apakah gambar kerja, maket 3D, video presentasi, atau langsung pada pengawasan pelaksana pembangunan.

Dibagian ini juga harus dijabarkan fee jasa arsitek atau kontraktor yang harus dibayarkan serta kapan saja term-term pembayarannya. Apabila ada biaya-biaya tambahan apa yang akan dilakukan, apakah akan dibebankan kepada pihak client atau dibuat kesepakatan baru, dan sebagainya.

Tidak menutup kemungkinan akan terjadi revisi-revisi desain, maka perlu dicantumkan pula berapa kali klien dapat hak untuk melakukan revisi desain gambar arsitekuralnya.  Dan yang tak kalah pentingnya adalah harus dicantumkan pula kapan tugas kerja akan dimulai dan kapan selesainya. Hal ini untuk menghindari rentang waktu yang terlampau lama baik ketika melakukan proses desain maupun pengerjaan revisi desain.

- PASAL - PASAL
Untuk memudahkan pemahaman dan menghindari kesalahfahaman maka setiap kesepakatan dibuat dalam bentuk pasal-pasal. Apabila satu pasal membutuhkan penjelasan tambahan, maka penjelasan tersebut diuraikan lagi kedalam pasal-pasal baru yang lebih detil.

- SANKSI
Setelah kesepakatan telah diuraikan, maka harus ada sanksi-sanksi dan denda apabila kesepakatan tersebut dilanggar. Kontrak kerja tersebut memiliki kekuatan hukum untuk menggugat atau digunakan sebagai barang bukti apabila terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan yang sudah disetujui bersama sebelumnya. Baik pihak arsite/kontraktor maupun klien dapat menuntut dan mengajukan gugatan apbila kesepakatan tersebut dilanggar bentuk sanksi/denda apa dan bagaimana yang akan diberikan.

Pasal pertama dari pelanggaran yang terjadi dapat dilakukan dengan jalan musyawarah untuk mufakat atau perundingan kekeluargaan. Dan pasal berikutnya akan menegaskan apabila jalan musyawarah tidak tercapai mufakat maka akan ditempuh dengan jalur hukum. Kedua belah pihak dapat menyepakati badan hukum apa yang akan digunakan untuk pengajuan tuntutan pelanggaran tersebut. Dapat ditunjuk salah satu wilayah pengadilan tertentu.

- FORCE MAJEUR
Force Majeur adalah keadaan memaksa yang diluar kendali kedua belah pihak. Misalnya saja adanya epidemi, gempa bumi, gunung meletus, huru hara, blokade dan sebagainya maka untuk situasi semacam itu kedua belah akan dibebaskan dari kerugian yang muncul (misalnya keterlambatan waktu pengerjaan)

- MATERAI DAN TANDA TANGAN PENGESAHAN
Maing-masing Kontrak kerja tersebut harus dibubuhi materi sebesar Rp 6.000 dan ditandantangi oleh kedua belah pihak dengan tambahan saksi-saksi sebagai penguat kesepakatan.

 
Artikel Lainnya :
 Perbedaan Antara Membeli Rumah Siap Huni dan Membangun Sendiri Membuat Desain Ruang Bernuansa Peringatan Bahaya Merokok 
 Jenis-jenis Kolam Renang Motif Polkadot dan Teknik Aplikasinya Pada Ruang 
 Tips Desain Plafon Rumah Mengenal Jenis-jenis Engsel 
 Menggunakan Teras Secara Maksimal Persamaan dan Perbedaan Desain Plafon Rumah Eropa dan Amerika 
 Bangunan Berbentuk Kura-kura di Jepara Gunakan Interior Designer, Furniture Toko belum tentu Cocok untuk Ruang Anda ! 
 Keuntungan dan Tips Menggunakan Kayu Komposit Untuk Kamar Mandi Pengertian dan Cara Memasang Bouwplank 
 Menara Bali untuk Hiasan Taman Tampilan Kuning Rumah Villa di Bali 
 Villa Mewah di Bali yang Bernuansa Tropis dan Alami Membangun Karakter Ruang Makan 
 Rumah Berdimensi Tiga Garis Horizontal Pertimbangan Menggunakan Wallpaper Untuk Memperindah Dinding Rumah 
 Membuat Patung Rumput Veranda Terbuka dengan Nuansa Khas Bali di Lantai Atas  
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker