Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengatasi Dinding Rumah yang Merembes

Mengatasi Dinding Rumah yang Merembes

Musim hujan tiba, beragam penyakit musiman melanda rumah yang kita tinggali. Salah satunya adalah rumah menjadi lembab dan timbul bercak-bercak noda yang mengotori dinding. Apa yang harus kita perbuat untuk mengatasinya?

Mendeteksi asal rembesan

Ketika musim hujan tiba, kerap kali  dinding di rumah timbul bercak-bercak yang membuat tampak buruk di dinding rumah.  Itu adalah noda rembesan air yang melanda dinding rumah kita. Apabila tidak segera diatasi, rembesan air itu tidak hanya akan membuat tampilan dinding tidak sedap dipandang, tetapi juga dapat membuat dinding keropos/rapuh.

Sebelum melakukan action ada baiknya menelisik sumber-sumber yang menyebabkan terjadinya rembesan dinding. Hal ini akan lebih mengefisiensikan waktu, tenaga dan biaya karena kita menemukan 'penyakit' yang jadi sumber penyebab terjadinya rembesan di dinding. Penyebab dari rembesan tersebut biasanya snagat beragam, namun pada umumnya air yang merembes pada rumah berasal dari air hujan, air kondensasi AC, air tanah, air bersih maupun air kotor yang berada di saluran pipa rumah. Pada prinsipnya, rembesan terjadi karena adanya celah atau saluran yang dapat dilalui oleh air. Hal ini terjadi karena air memiliki sifat selalu mengalir pada retakan meski celahnya sangat halus sekalipun.  

Analisa sebab-sebab rembesan di dinding dan cara mengatasinya:

1. Plesteran dinding
Perhatikan plesteran dinding karena bisa jadi ini adalah penyebab yang paling sering terjadi dari rembesan air tersebut. Plesteran dinding yang paling ideal untuk menahan air adalah dengan menggunakan perbandingan semen : pasir = 1:2 (1 bagian semen dan 2 bagian pasir). Perbandingan plesteran ini biasa digunakan untuk trasraam (adukan dengan perbandingan khusus yang dibuat agar lebih tahan air). Adukan transraam terutama digunakan pada kamar mandi, ruang cuci dan dapur untuk menghindari kelembaban dinding dan rembesan air.

Adukan trasraam lumayan mahal, oleh karenanya banyak kontraktor yang menggunakan perbandingan adukan 1:5 untuk dinding dan lantai rumah. Sebenarnya perbandingan ini sudah cukup, namun apabila menghendaki dinding yang tahan dari rembesan air sebaiknya menggunakan perbandingan yang lebih kecil, seperti misalnya 1:3 atau 1:2.

2. Pemasangan batu bata
Ketika melakukan pemasangan batu bata, pastikan agar batu bata telah direndam di dalam air terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar batu bata menyerap air dan menutup pori-pori batu bata. Apabila memasang bata dalam keadaan kering akan mengakibatkan penyerapan air dikala musim hujan atau ketika dinding menerima limpahan air. Oleh karena pori-pori bata tidak sama besarnya (beragam), maka akan ada bagian bata yang basah dan lainnya kering. Sehingga timbullah flek-flek yang tidak meratya di dinding. Untuk itu, perhatikan baik-baik ketika memasang bata agar direndam di dalam air untuk menutup pori-porinya agar  dikemudian hari tidak menyesal karena menimbulkan masalah dinding merembes.

3. Sistem pemipaan (talang air)
Kita harus pandai-pandai dalam memilih beragam material untuk talang air. Mulai dari jenis dan kualitas talang air maupun besar kecilnya talang air yang digunakan di rumah kita akan mempengaruhi timbulnya rembesan air di dinding. Kualitas bahan talang air yang kurang bagus, ukuran talang air yang tidak sesuai ditambah pemasangan yang tidak tepat  dapat menyebabkan air meluber dan mengalir ke tempat-temapat yang rawan rembes.

4. Bangunan tetanggga dan lahan kosong
Perlu diperhatikan juga bangunan tetangga yang bersebelahan langsung dengan rumah kita. Terutama apabila dindingnya menempel dengan dinding rumah kita. atau  rumah kita merupakan rumah dupleks yang menggunakan dinding tunggal. Maka perlu di cek ruangan tetangga digunakan untuk kamar mandi, dapur, ruang cuci atau ruang yang selalu berhubungan dengan air.

Dinding yang bersebelahan dengan lahan kosong dapat mengakibatkan dinding merembes. Untuk itu sebaiknya untuk dinding bagian ini dipergunakan perbandingan plesteran 1:2 (trasraam) atau 1:3. Atau bisa juga dengan lapisan cat antibocor (waterproofing).

5. Membangun di kala musim hujan
Sebaiknya menghindari membangun rumah dikala musim hujan, karena banyak material bangunan yang akan mengandung air. Kalaupun terpaksa membangun dikala musim hujan, sebaiknya material bangunan ditutup terpal atau disimpan ditempat yang terlindung dari genangan air.

6. kebocoran pada pipa saluran air
Kebocoran yang snagat halus pada pipa saluran air dapat menyebabkan rembesan air yang akan berakibat fatal di dinding. Untuk itu, cek bagian mana yang terdapat bercak rembesan lalu segera ganti/perbaiki pipa saluran tersebut agar rembesan tidak berkelanjutan.

7. Cat dinding
Perhatikan pemilihan kualitas cat dinding. Akan lebih baik apabila memilih untuk menggunakan cat kedap air (waterproofing) terutama untuk bagian-bagian dinding yang rawan dengan rembesan.

 
Artikel Lainnya :
  Tips Untuk Menghemat Biaya Renovasi Murah Memilih dan Merawat Furniture Outdoor 
 Teknik Memasang dan Merawat Lantai Decking Solusi Rumah Tumbuh di Lahan Terbatas 
 Atap Susun dari Rumput di Teras Rumah Bali Memilih Cat Kusen Pintu dan Jendela 
 Gazebo Minimalis di Tepi Pantai Bali Ide Menarik Membuat Hiasan Interior Speaker Kayu Gelondong 
 Desain Pintu Bali yang Indah Gazebo Bali di Atas Kolam 
 Gazebo Bali dan Jenis-jenis Gazebo Desain Rumah Minimalis yang Alami 
 Tanggung Jawab Dalam Masa Perawatan Proyek Taman Terindah di Dunia 
 Kekurangan dan Kelebihan Kusen Kayu dan Alumunium Menggunakan Kain Etnik Untuk Hiasan Interior 
 Rumah Berlantai Tiga Dengan Tampilan yang Unik Rumah Panggung yang Modern dan Unik 
 Lampu Gantung Cantik di Ruang Makan Bernuansa Bali Rumah Atlet Terkenal Sedunia 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker