Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mengenal Sejarah Arsitektur Belanda di Indonesia

Mengenal Sejarah Arsitektur Belanda di Indonesia

Selama 350 tahun di bawah penjajahan Belanda, tentu saja membuat negara ini banyak terkontaminasi oleh budaya-budaya yang dibawa oleh para penjajah, bukan hanya dalam soal bahasa, seni, agama dan sebagainya tetapi juga berpengaruh besar terhadap gaya arsitektur , bahkan sampai saat ini masih banyak bangunan-bangunan tua yang masih berdiri tegak menjadi saksi bisu betapa besarnya pengaruh itu, terutama di tanah jawa karena di sini lah tonggak-tonggak kekuasaan terbesar negeri ini banyak berdiri.

Sejarah arsitektur yang dibawa oleh kaum kolonial Belanda di Indonesia itu sendiri bisa dibagi ke dalam empat fase,

1. Abad 16 sampai tahun 1800-an
Pada masa itu bangsa Indonesia masih disebut dengan Hindia Belanda di bawah   kekuasaan perusahaan dagang VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), selama periode itu bangunan-bangunan belanda masih belum berorientasi dengan bangunan tradisional Indonesia dan tidak mengadaptasikannya dengan situasi iklim, cuaca dan lingkungan di Indonesia.

2.Tahun 1800-an sampai tahun 1902
Setelah pemerintahan Belanda mengambil alih kekuasaan dari VOC, Indonesia diperintah untuk mendukung kekuatan ekonomi Belanda, oleh karena itu Belanda perlu memperkuat kedudukannya sebagai kaum kolonialis dengan membangun gedung-gedung yang berkesan megah, maka pada saat itu banyak didirikan bangunan-bangunan bergaya neo-klasik yang sebenarnya bukan gaya arsitektur nasional belanda yang asli, karena lebih banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur klasik dari perancis atau lebih dikenal dengan sebutan The Empire Style, ciri-cirinya antara lain : denah simetris dengan satu atap dan ditutup dengan atap perisai. Karakteristik lain dari gaya ini diantaranya : terbuka, terdapat pilar bergaya yunani, terdapat gavel dan mahkota di atas serambi depan dan belakang.

3.Tahun 1902 sampai 1920
Pada saat itu kaum liberal belanda mendesak untuk menerapkan politik etis di tanah jajahan, dan pemukiman orang-orang belanda pun mulai tumbuh dengan cepat, dan muncul standar arsitektur yang berorientasi ke negri Belanda.

4.1920 sampai 1940-an
Ketika masa-masa ini muncul gerakan pembaruan dalam arsitektur baik nasional maupun internasional di belanda, yang kemudian mempengaruhi arsitektur kolonial di Indonesia, dan arsitektur baru tersebut kadang diikuti langsung atau muncul dengan gaya campuran (ekletisisme). Pada masa itu juga muncul arsitektur-arsitektur belanda yang memandang perlu untuk memberikan ciri khas pada bangunan-bangunan Hindia Belanda, dengan menggunakan arsitektur kebudayaan Indonesia sebagai sumber pengembangannya.
Sampai saat ini di Indonesia masih banyak bangunan-bangunan bergaya belanda yang masih bisa kita temui, ada yang berupa bekas gedung pemerintahan, perkantoran atau sekedar rumah hunian biasa, dan betapa pun bangunan-bangunan tersebut didirikan pada masa-masa kelam negri ini tapi sudah sewajarnya kita sebagai rakyat yang menghargai sejarah, tetap memelihara dan menjaga bangunan-bangunan tersebut agar tetap terawat dan tetap seperti aslinya, akan lebih baik lagi bila kita bisa memanfaatkannya sebagai aset wisata untuk menarik wisatawan baik local maupun luar negeri..

Apakah anda tertarik untuk membangun rumah bergaya Hindia Belanda? Sepertinya bukan sesuatu yang buruk, mungkin akan bisa menghidupkan kembali atmosfir arsitektur Indonesia di masa lampau, tentunya dengan sentuhan-sentuhan modern sesuai dengan selera anda.

 
Artikel Lainnya :
 Cara Membuat Desain Kaki Meja yang Cantik dan Unik Teknik Aplikasi Desain Ombre Pada Interior 
 Arsitektur sebagai Profesi dan suatu Bidang Seni Ide Menarik Membuat Kios Warung dari Bambu 
 Memperbaiki dan Mengganti Kusen yang Dimakan Rayap Teknik Aplikasi Warna Biru Untuk Ruang 
 Pengertian Housekeeping Dalam Pekerjaan Konstruksi Bangunan Rumah Gerobak Pelukis Affandi 
 Memilih Lukisan dan Benda Seni Lain Untuk Hiasan Interior Menerapkan Rumah Ramah Lingkungan yang dapat Menghemat Biaya Konstruksi Bangunan 
 Kreasi Tempat Tidur Unik Dari Bali Keuntungan dan Tips Menggunakan Kayu Sintetis 
 Desain Interior Toko Buku dan Perpustakaan Rumah Klasik Dengan Nuansa Elektik 
 Penggunaan Payung Untuk Hiasan Interior dan Makna Filsafatnya Perbedaan Desain Istana di Eropa dan Asia 
 Perbedaan Desain Gaya Eropa dan Klasik Rumah Kayu Kecil Bergaya Minimalis 
 Cara Membuat Taman Dinding dari Batu Bata Membuat Kamar Inap Untuk Tamu 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker