Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Eksplorasi Bambu Untuk Rumah Modern

Eksplorasi Bambu Untuk Rumah Modern

Bambu adalah material lokal yang belum banyak di eksplorasi untuk rumah hunian berkonsep modern, selama ini yang kita tahu bambu dominan digunakan pada rumah-rumah sederhana di pedesaan dan berkesan tradisional, padahal jika dicermati, bambu sangat potensial untuk dikembangkan Selain eksotis, bambu juga memiliki karakter fisik yang kuat dan lentur sehingga layak digunakan untuk elemen struktural dan non struktural pada rumah.

Sebenarnya, beberapa arsitek lokal telah berhasil meraih kesuksesan dengan karya spektakuler di tingkat dunia dengan material bambu sebagai desainnya. Eksplorasi bambu pada dunia desain dan arsitektur menjadi satu alternatif untuk mewujudkan spirit lokal. Desain berspirit lokal dan tradisional ini merupakan suatu bentuk nyata dalam upaya gerakan hemat energi dan menciptakan perancangan rumah tinggal berorientasi pada alam.

Perlu ada eksplorasi desain yang lebih mendalam untuk dapat mengangkat citra bambu dari yang berkesan tradisional menjadi lebih modern dan elegan agar mudah diterima oleh semua kalangan masyarakat. Untuk menghasilkan desain yang ramah lingkungan dapat dilakukan melalui pendekatan lokalitas yang melebur dengan alam meskipun dengan cara yang paling sederhana sekalipun. Nilai sebuah karya tidak harus digambarkan melalui kemewahan visual saja, tetapi juga bisa melalui kesederhanaan yang menyentuh hati.

Bambu merupakan material yang tidak banyak membutuhkan energi dalam pelaksanaannya. Di samping itu sekaligus berfungsi juga sebagai alat untuk mensosialisasikan kemungkinan jenis material alami lain selain kayu untuk bahan bangunan. Tidak seperti pohon kayu yang sekali tebang habis, bambu dapat dipanen setiap 3 tahun sekali dan terus menerus tumbuh selama akaranya tidak ikut dirusak, sehingga bambu dapat cepat diperbaharui, renewable and suistenable material. Bambu sangat mudah diperoleh, hamper di seluruh wilayah Indonesia bambu dapat kita temui. Selain lebih murah, bambu juga mudah dalam pengelolaannya untuk dijadikan berbagai macam elemen bangunan.

Sebelum digunakan sebagai bahan bangunan, furnitur maupun elemen estetis lainnya , bambu harus terlebih dahulu dibawa ke workshop untuk diproses terlebih dahulu, agar awet dan tahan terhadap rayap, mengingat bahan ini akan kita gunakan untuk membuat sebuah rumah tinggal yang tentu saja bukan hanya satu atau dua hari kita tempati. Bambu diawetkan dengan cara perendaman dengan campuran 5 % bahan kimia dan 95 % air selama 14 hari, kemudian dikeringkan.

Aplikasi struktur bambu pada rumah tinggal bisa bermacam-macam. Bambu gombong atau bambu petung berdiameter 10 – 12 cm dapat kita jadikan sebagai tiang dengan cara diberi tulangan besi dan dicor beton, dengan menggunakan bambu kita dapat mengurangi jumlah cor beton sampai 50 % nya. Teknik ini disebut bamboocrete. Bambu juga bisa kita bentuk menjadi anyaman dan dapat digunakan pada sebagian dinding sebagai pengganti bata atau batako, anyaman bambu tersebut akan lebih baik bila kedua sisinya dilapisi oleh ram kawat berbentuk “honey”, kemudian diplester dengan finishing kamprot atau bisa juga dengan acian biasa, teknik ini disebut plastered bamboo wall yang dapat menghemat biaya dari Rp95.000,00/m2 menjadi Rp72.000,00/m2 dibandingkan dengan dinding batu bata konvensional. Bambu juga digunakan sebagai bahan penutup lantai. Batang bambu dipotong kecil-kecil, kemudian direkatkan satu sama lain sehingga akan membentuk sebuah panel, biasanya disebut laminated bamboo floor. Dengan kreatifitas kita masing-masing, bamboo akan dapat lebih banyak dibuat berbagai macam ornamen, furniture atau  elemen-elemen estetis lainnya.

Bukan hal yang mustahil di masa yang akan datang bamboo menjadi bahan utama dalam pembuatan sebuah rumah tinggal sebagai pengganti kayu, selain untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik, bambu juga memiliki nilai estetika yang tinggi jika kita dapat mengolahnya dengan baik.

 
Artikel Lainnya :
 Mendesain Ruang Cuci Mempercantik Tampilan Ruang Dengan Pixel 
 Membuat Dinding Dari Botol Kenapa Harus Membuat Gambar Kerja pada Pembangunan Rumah? 
 Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dan Kesalahan yang Sering Terjadi Ide Menarik Membuat Desain Jendela yang Cantik 
 Pondasi Rumah Unik di Taman Mekarsari Bogor Jenis Sertifikat Tanah 
 Tips dan Cara Membuat Kursi Taman Dari Roda Kereta Kelebihan Shower Screen Dan Teknik Memilihnya 
 Seluk-Beluk Kontrak Kerja dengan Arsitek atau Kontraktor Jembatan Indah di Tepi Sungai di Bali 
 Arsitektur Gedung DPRD Kalimantan Timur yang Indah Perbedaan Utama penggunaan Kayu Pada Rumah Minimalis dan Non Minimalis 
 Konsep Penataan Ruang Klasik dan Art Deco Menata dan Mendesain Foyer 
 Ukiran Bali yang Anggun di Pintu Kamar Tidur Tips Membeli Tanah dan Rumah Warisan 
 Mengapa Memilih Pagar Besi Agar Partisi Tidak Menimbulkan Kesan Sempit 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker