Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Asta Kosala Kosali sebagai Acuan Dalam Arsitektur Tradisional Bali

Asta Kosala Kosali sebagai Acuan Dalam Arsitektur Tradisional Bali Bali memang terkenal dengan budayanya yang kental. Masyarakatnya memegang teguh kebudayaan yang mereka dapat dari para leluhur. Hal ini masih berlangsung hingga saat ini. Salah satu sikap mereka tersebut tercermin dalam arsitektur tradisional Bali yang sangatlah berbeda dengan arsitek yang dimiliki tempat lain.

Arsitektur tradisional Bali memanglah sangatlah menarik untuk dinikmati dan dipelajari. Kesan seni yang tinggi tergambar jelas di bentuk-bentuk bangunan mereka. Bukan hanya pura, tapi rumah hingga gedung modernpun tetap memiliki satu kesamaan yang indah. Hal ini rupanya justru yang mebuat Bali terasa begitu berbeda dan cantik.

Rumah tradisional Bali tidak sebatas hanya merupakan tempat tinggal sebuah kelurga saja. Namun, di tempat ini pula banyak dilakukan upacara-upacara keagamaan untuk mendekatkan diri kepada Pencipta. Maka dari itu, bentuk dan arsitek di Bali nampak berbeda.

Dalam arsitektur tradisional Bali, ada acuan yang disebut Asta Kosala Kosali . Asta Kosala Kosali adalah aturan tentang bentuk-bentuk niyasa atau pelinggih. Bentuk-bentuk tersebut meliputi ukuran panjang, lebar, tinggi, pepalih atau tingkatan, dan juga hiasan. Selain itu, juga dalam asta kosala kosali perlu juga memperhatikan luas halaman. Halaman perlu dipikirkan untuk pembagian ruangan serta halaman yang digunakan. Di dalam konsep rumah tradisional Bali, jarak antara pelinggih juga tidak bisa sembarangan. Semua bentuk-bentuk tersebut menjadi elemen wajib yang harus digunakan dalam, membangun arsitektur tradisional Bali. Oleh karena itu, di sini dapat telihat bahwa masyarakat Bali sangatlah detail dalam merancang bangunan demi mendapatkan hasil yang sesuai kebutuhan sekaligus bernilai seni tinggi.

Hal yang menarik dari rumah tradisional Bali adalah terlihat dari arah puranya. Letak pura yang berada di utara membuat pembangunan rumah menjadi sarat akan arah mata angin. Ternyata, arah tersebut juga dipengaruhi oleh aturan kosala kosali. Arah-arah tersebut terbagi menjadi arah timur dan arah “Kaja” sebagai hulu. Arah timur merupakan arah yang sama dengan definisi kita ketika menggunakan kompas. Sedangkan arah “Kaja” adalah arah yang ditentukan dengan menggunakan patokan letak gunung maupun bukit. Namun, penggunanan arah “Kaja” hendaknya juga dilengkapi dengan menggunakan arah kompas. Hal ini dimasudkan agar pembangunan arah pura bisa tepat persis sesuai arah mata angin yang utama. Jika sudah demikian, maka akan mempermudah mengatur pelinggih-pelinggih, mempermudah saat diselenggaarakannya upacara, serta mempermudah arah untuk beribadah.

Mengapa rumah-rumah tradisional bisa tertata dengan rapi dan indah? Hal ini juga dikarenakan halamannya yang benar-benar berbentuk segi empat. Bentuk ini sangatlah penting karena berkaitan dengan upacara keagamaan yang sering dilakukan. Peletakkan sesaji, umbul-umbul, dan rangkaian peralatan lainnya sudah diatur letaknya masing-masing dalam sebuah halaman. 
  
Setiap rumah tradisioanal di Bali memiliki hampir kesamaan alam peletakkan bangunan. Bangunan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan upacara maupun kehidupan sehari-hari. Di dalam rumah tersebut, ruangan untuk beribadah, beristirahat, memasak, menerima tamu, gudang penyimpan beras tertata dengan rapi. Rumah tersebut kemudian di kelilingi oleh pagar yang tinggi yang disebut dengan aling-aling untuk melindungi dari bahaya yang berasal dari luar. Selain itu, pagar tersebut memiliki satu pintu masuk.

Ternyata, kosala kosali sangatlah mengandung banyak arti dan fungsi. Ilmu ini sangat mengatur tata ruang rumah dengan sangat baik baik dari kegunaanya maupun keindahannya. Hasilnya, penghuni merasa lebih mudah dan nyaman melakukan aktifitasnya di dalam rumah termasuk melakuakan peribadatan.

 
Artikel Lainnya :
 Teknik Membuat Basement Fungsi Tanda Keselamatan Pada Proyek Bangunan dan Cara Penggunaannya 
 Keindahan Menara Siger Lampung Gedung Piramida Museum Sepuluh November 
 Nuansa Etnik Bali pada Ruang Makan Terbuka Gapura Keraton Cirebon yang Menggunakan Gaya Majapahit 
 Teknik Pernis Ulang Pada Kayu Beberapa Prinsip Pembangunan Rumah Sehat 
 Gaya Desain Arsitektur Hotel dan Resort di Bali Menjadi Acuan Dunia Teknik Membuat dan Mendesain Rumah Pohon 
 Desain Teras Bali yang Segar dan Alami Pengertian dan Fungsi Innercourt dan Konsep Pembuatannya 
 Kelebihan dan Cara Memilih Batako yang Baik Membuat Ruang Tamu Berkonsep Outdoor 
 Lowongan Kerja / Dicari: Sekretaris Junior Untuk Kantor Arsitek dan Kontraktor Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Apartemen 
 Menggunakan Tanaman Gantung Untuk Memperindah Teras Memilih Tanaman Untuk Pagar Hidup 
 Ciri Taman Rumah yang Menggunakan Gaya Eropa dan Mediterania Atap Unik Museum Affandi 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker