Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Pengertian dan Fungsi Ventilasi Silang

Pengertian dan Fungsi Ventilasi Silang

Karena suhu udara di wilayah tropis cenderung lebih panas, maka sebaiknya bangunan rumah yang ada di Indonesia perlu dilengkapi dengan yang namanya ventilasi silang. Yang dimaksud dengan ventilasi silang atau sering juga dinamakan dengan cross ventilation adalah bukaan yang jumlahnya ada dua pada suatu ruangan dan berada pada posisi yang saling berhadapan. Bukaan ini bisa berupa jendela maupun pintu dan letaknya tidak selalu ada di dinding tetapi juga dapat di bagian atas atau atap.

Adapun fungsi ventilasi silang ini yang utama adalah agar sirkulasi udara atau perputaran angin dalam ruang bisa berjalan dengan terus menerus tiada henti. Jadi udara yang kotor atau kurang bersih dan mengandung banyak polusi bisa terbuang. Hal ini bisa terjadi karena adanya semacam perebutan yang dilakukan oleh setiap penghuni rumah atau ruang tersebut.

Sepertu yang diulas properti kompas, ventilasi silang sistem kerjanya memanfaatkan munculnya perbedaan yang diciptakan angin sehingga ada daerah yang punya tekanan lebih tinggi maupun daerah yang tekanan anginnya lebih rendah.

Terjadinya perbedaan pada dua sisi bangunan tersebut mampu mendorong udara dari luar yang masih segar dan bersih masuk ke dalam bangunan maupun ruang tersebut. Sedangkan udara yang masih berada di dalam akan terdorong hingga keluar dan hal inilah yang membuat udara dalam ruang akan tetap terjaga kebersihan dan kesegarannya sepanjang waktu.

Selain bisa membuat sistem pergantian udara menjadi lebih bagus, ventilasi silang juga punya manfaat lain yaitu untuk mengurangi suhu yang lembab yang dapat mengakibatkan munculnya jamur. Penggunaan AC juga tidak dibutuhkan lagi karena suhu ruang akan terasa sejuk.

Jika mau dibuat, ukuran ventilasi silang ini harus disesuaikan dengan ukuran luas pada ruangan. Menurut SNI atau Standar Nasional Indonesia, ukuran luas ventilasi silang tersebut yang paling bagus dan ideal adalah paling sedikit duapuluh persen dari keseluruhan luas ruangan. Ini sudah termasuk ventilasi untuk menciptakan sistem yang lain yaitu pencahayaan dari sinar matahari.

Namun untuk rumah tinggal atau hunian biasa, syarat minimalnya yaitu lima persen. Sedangkan pada bangunan yang digunakan untuk perkantoran, pabrik dan lainnya sepuluh persen dari luas keseluruhan ruang. Dan perlu diketahui, karena setiap bangunan biasanya di bagian dalam selalu dibuat sekat-sekat ruang, maka masing-masing ruang tersebut sebaiknya diberi ventilasi silang.

Agar sistem kerja dari ventilasi silang ini bisa berjalan dengan baik sekaligus maksimal, element ini sebaiknya dibuat secara bersilangan juga, sesuai dengan penyebutan namanya yaitu di bagian atas ruang dan bawah. Jika kondisinya tidak memungkinkan bisa dibuat dengan cara menyerong baik kearah kiri maupun kanan.

Khusus untuk ventilasi silang yang dibuat di bagian atas dan bawah, ventilasi yang berada di atas digunakan sebagai media pembuangan sedangkan yang ada di bawah untuk jalur masuk. Karena udara dalam ruang punya sifat yang lebih panas dibanding dengan diluar sehingga dapat mudah terdorong atau terbuang.

Aliran angin yang bergerak juga bisa dapat pengaruh atau hambatan dari beberapa benda yang terletak di bagian tengah ruang. Misalnya teradapat perabot atau furniture yang ukurannya cukup besar. Perabot ini dapat mengganggu sistem kerja ventilasi silang dan efeknya adalah kecepatan angin atau pergerakan udaranya jadi berkurang. Sehingga agar sistem ventilasi udara bisa bekerja dengan baik, penggunaan perabot yang ukurannya besar dan tinggi sebaiknya diletakan di bagian pinggir.

Pembuatan ventilasi ruang juga harus memperhitungkan arah angin yang yang bertiup di daerah tersebut. Jika tidak memahami, masalah ini bisa ditanyakan pada ahli geofisika. Jadi pemilihan tempat untuk membuat ventilasi silang ini bisa dilakukan secara tepat dan akurat.

Sumber gambar : http://www.greentitles.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Jembatan Paling Eksotis di Dunia Kemana Tujuan Investasi Properti Tanah Setelah Bali? Lombok, Labuan Bajo, Raja Ampat? 
 Mengenal Jenis Retakan Pada Dinding dan Cara Mengatasinya Memasang Besi Tulang Kolom dan Sloof 
 Mengamati Arah Perkembangan Gaya Arsitektur Rumah Indonesia di Tahun 2012 Cara Membuat Taman Dinding dari Batu Bata 
 Tradisi yang Mempengaruhi Ragam-Bentuk Arsitektur Tradisional di Bali Supplier & Manufacture Bahan Bangunan Indonesia - Undangan Kerjasama 
 Veranda Terbuka dengan Nuansa Khas Bali di Lantai Atas Tips Membuat Konstruksi Rumah yang Murah 
 Sawah Bali untuk Landscape Villa Ide Menarik Membuat Tempat Tidur Anak Bertema Mobil 
 Rumah Pohon Suku Korawai Papua Konsep Rumah Sehat 
 Mempercantik Tampilan Tangga Luar Ruang Dengan Lampu Jasa Arsitek sebagai Bagian Investasi Rumah Anda 
 Arti dan Cara Membuat Patio Teknik Mencampur Warna Cat 
 Bagian Ruang Yang Harus Mendapat Perawatan Ekstra Mengenal Aneka Jenis Beton Bertulang 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker