Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Rumah Kopel Dan Masalah Yang Sering Muncul

Rumah Kopel Dan Masalah Yang Sering Muncul

Pasti diantara kita ada yang pernah mendengar istilah rumah kopel, meski belum begitu paham apa arti sebenarnya. Bagi yang belum mengetahui, yang dimaksud dengan rumah kopel adalah dua rumah yang hanya terdiri dari satu bangunan saja.

Maksudnya jika dilihat secara utuh, rumah ini terlihat hanya punya satu konsep desain saja. Tapi sebenarnya rumah ini ada dua dan hanya dipisah oleh satu dinding. Demikian pula bagian lain seperti atap juga dibuat secara menyatu antara rumah yang satu dengan yang lainnya.

Di Indonesia, ada beberapa bangunan lama yang menggunakan konsep rumah kopel. Misalnya beberapa bangunan peninggalan Belanda yang ada di perkebunan teh yang ada di daerah Garut Jawa Barat. Bagian atap dari bangunan ini bentuknya memanjang sehingga membuat bangunan ini terlihat sebagai satu kesatuan yang utuh.

Demikian pula dengan dinding dan beberapa pintu yang berada di bangunan tersebut semuannya punya bentuk dan ukuran yang sama. Pada rumah ini dimiliki oleh beberapa keluarga sekaligus.

Beberapa pengembang perumahan juga ada yang menggunakan konsep rumah kopel. Bangunan yang terdiri dari dua buah dibuat secara menyatu. Jika dilihat secara sekilas saja, bangunan ini seperti satu saja jumlahnya. Namun ketika melihat dinding yang menjadi pemisah, barulah dapat diketahui jika bangunan tersebut terdiri dari dua rumah. Tapi agak berbeda dengan yang model lama, rumah kopel di komplek perumahan pada bagian atapnya juga dipisah secara jelas.

Kelebihan utama dari rumah kopel adalah tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas karena hanya terdiri dari satu bangunan saja. Tapi pada sisi yang lain, ada beberapa masalah yang sering membutuhkan solusi tersendiri.

Yang paling utama tentu saja, ketika ingin merubah atau mengganti desain dan tampilan rumah tersebut. Jika dua pemilik bangunan punya pandangan dan konsep yang sama, tentu hal ini tidak menimbulkan masalah yang besar.

Namun bagaimana seandainya dua pemilik rumah tersebut masing-masing punya pendapat yang berbeda jauh?. Misalnya saja pemilik yang pertama lebih suka memilih untuk mempertahankan bentuk bangunan lama, sementara yang satunya lagi ingin melakukan perombakan secara total. Hingga saat ini belum ada teknik yang bisa mengatasi masalah seperti ini. Kecuali jika bangunan tersebut dirobohkan kemudian dibuat dua bangunan baru yang didirikan secara terpisah.

Beberapa kejadian lain yang juga sering menjadi masalah misalnya ukurannya yang terlalu kecil atau sempit. Menurut situs rdvarsitek, hal ini bisa diatasi dengan cara menghilangkan beberapa ruang yang sebenarnya tidak punya fungsi primer atau utama. Setelah itu penataan atau lay out harus dibuat dengan konsep sesederhana mungkin. Pemisahan ruang sebaiknya memakai sekat saja, tidak perlu dinding permanen.

Sistem sirkulasi yang kurang baik juga sering terjadi pada rumah kopel. Agar udara bisa keluar dan masuk dengan lancar, ukuran jendela harus dibuat seproposional mungkin. Demikian pula dengan lokasi dan posisi penempatannya. apabila posisi jendela ini ternyata tidak bisa membuat cahaya matahari dapat masuk dalam ruang sebaiknya ada beberapa bagian atap yang dilengkapi bukaan.

Kemudian jika renovasi secara total tidak bisa dilakukan karena ada perbedaan pendapat seperti yang telah diulas tadi, ada beberapa teknik yang bisa diaplikasikan. Misalnya saja menggunakan media tanaman. Pilihlah tanaman rambat yang bisa tumbuh di dinding terutama dinding fasad. Meski punya tampilan yang berbeda, namun keberadaan tanaman ini tidak menjadikan desain bangunan seperti terpisah dan tidak ‘nyambung'.

Atau bisa juga kanopi yang ada didepan teras dijadikan satu sehingga ukuran teras tersebut jadi lebih besar dan memunculkan kesan yang kokoh. Tapi pada sisi yang lain kesan kokoh tersebut tidak serta merta membuat dinding fasad pada dua bangunan menjadi seperti terpisah.

Sumber gambar : http://www.certainteed.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Aneka Masalah Teknik Pengerjaan Proyek Bangunan Ide Menarik Membuat Ubin Lantai dari Kaca 
 Jenis Atap Penutup Carport Pencahyaan pada Meja Makan Beralaskan Batu Alam 
 Jenis Skema Pewarnaan Pada Dinding Interior Mengapa Cat Baru Cepat Mengelupas?  
 Pengertian dan Fungsi Valance Pengertian dan Cara Membuat Desain Pantry 
 Membuat Meja Gelembung Sabun Mendesain Ruang Cuci 
 Mengenal Jenis-jenis Water Heater Penggunaan Kayu Dengan Konsep yang Sama pada Rumah dan Pagar 
 Gabungan Mewah dan Etnik Tempat Tidur Bambu Dari Bali Keuntungan dan Cara Membuat Desain Lantai dari Batu Bata 
 Jenis Cat Dinding dan Teknik Aplikasinya Cara Hemat Dalam Membangun dan Renovasi Rumah 
 Jenis Biaya Untuk Transaksi Jual Beli Rumah Teknik Pewarnaan Lorong Rumah 
 Lowongan Kerja / Dicari: Sekretaris Junior Untuk Kantor Arsitek dan Kontraktor Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dan Kesalahan yang Sering Terjadi 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker