Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Lubang Pada Dinding Keramik

Membuat Lubang Pada Dinding Keramik

Tidak selamanya dinding ditutup dengan lapisan dari adonan semen pasir atau acian. Ada berapa orang yang lebih tertarik memakai keramik untuk menutup permukaan dinding tersebut dengan alasan lebih mudah perawatannya dan tidak membutuhkan cat lagi. Namun kadangkala dinding dari keramik ini dapat memunculkan masalah tersendiri. Misalnya apabila ingin membuat lubang untuk memasang hiasan dinding atau keperluan yang lain.

Menurut Khedanta, cara membuat lubang pada dinding keramik teknik memang agak berbeda dengan dinding biasa. Karena jika tidak dilakukan secara benar dan hati-hati keramik tersebut dapat pecah atau rusak. Alat yang digunakan untuk membuat lubang ini yaitu mesin bor. Jangan memakai paku seperti pada dinding acian sebab keramik punya sifat yang keras dan paku kurang kuat menembus keramik, hal ini justru mengakibatkan dinding keramik menjadi rusak.

Langkah pertama, tentukan lebih dulu bagian mana yang akan diberi lubang dan buatlah titik as yang tepat dan akurat dan diberi tandan menggunakan spidol. Selanjutnya tutuplah permukaan dinding dengan suatu media yang sifatnya tidak licin dengan tujuan agar mata bor tidak mudah selip. Misalnya lakban kasar yang warnanya hitam atau yang lainnya. Lebih bagus lagi apabila memakai piringan khusus untuk membuat lubang bor.

kemudian siapkan mata bor jenis berlian yang ukurannya sesuai dengan ukuran lubang yang mau dibuat. Agar proses pengeboran lebih mudah dilakukan, celupkan lebih dulu mata bor tersebut di dalam air. Setelah itu mesin bor bisa dinyalakan dan pengeboran dilakukan sekitar lima hingga sepuluh detik saja. Tujuannya adalah untuk menjaga agar mata bor tersebut tidak mudah menjadi panas.

Pembuatan lubang ini memang tidak bisa dilakukan dalam satu kali waktu saja sebab keramik lebih keras dan jika dilakukan secara tergesa-gesa bisa menimbulkan retak-retak pada permukaan dinding. Jadi pengeboran yang pertama tadi hanya berfungsi untuk membuat titik lubang saja. Meski demikian ukuran putaran mesin bor harus berada pada tingkat paling tinggi dan maksimal.

Setelah itu titik lubang ini bisa dibasahi dengan air. Tujuannya seperti saat mata bor dicelupkan dalam air yaitu untuk menghindari proses pemanasan pada mata bor tersebut. Jika terlalu panas, mata bor akan mudah rusak dan menjadi tumpul bahkan bisa patah. Selain itu jika kondisinya basah, keramik akan lebih mudah dibor. Bandingkan dengan keramik yang akan dipotong, juga harus direndam dulu dalam air.

Jika perlu, permukaan keramik yang akan diberi lubang ini bisa diberi busa basah, sehingga debu yang keluar tidak akan menimbulkan kekotoran atau terbang kemudian masuk dalam mata serta terhisap oleh hidung orang yang sedang mengerjakan tugas ini. meski sudah menggunakan alat pelindung seperti kacamata atau masker, peristiwa seperti ini tetap bisa terjadi.

Hal lain yang perlu diperhatikan, saat proses pengeboran sedang dilakukan posisi mata bor harus selalu dalam kondisi yang tegak tidak boleh miring dan ditekan sekuat mungkin menggunakan tangan. Jika posisi mata bor miring, lubang yang dihasilkan menjadi tidak sempurna kecuali jika lubang tersebut juga dibuat miring. Sedangkan penekanan yang kuat bertujuan untuk menjaga agar mata bor tidak mengalami pergeseran. Bahkan jika tidak ditekan dengan kuat, mata bor bisa keluar dan hal ini sangat membahayakan.

Setelah berhasil membuat lubang pada keramik, ganti mata bor dengan ukuran yang lebih kecil. Sebab dinding yang bukan merupakan lapisan keramik yaitu batu bata punya sifat yang tidak terlalu keras atau lunak. Apabila memakai mata bor dengan ukuran yang sama ada kemungkinan lubang tersebut punya ukuran diameter yang lebih besar. Sehingga lubang tersebut tidak dapat digunakan.

Sumber gambar : http://www.picstopin.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Memilih Tukang Untuk Renovasi Rumah Ruang Terbuka di atas Bukit di Bali 
 Aneka Jenis Pekerjaan Finishing Bangunan Masalah Yang Paling Sering Muncul Pada Penggunaan Batu Alam 
 Jenis Biaya Untuk Transaksi Jual Beli Rumah Butuh Kontraktor Landscape/Lanskap untuk Villa atau Hotel Anda? 
 Cara Membuat Hiasan Dinding dari Teralis Kayu dan Tanaman Hias Teknik dan Cara Membuat desain Gapura Kampung 
 Jenis-jenis Bangunan Tradisional Suku Lore Sulawesi Tengah Kanopi Paling Mentereng 
 Ide Menarik Membuat Taman Pegas Ide Menarik Membuat Kursi Sofa dari Bathub Bekas 
 Cara Membuat dan Tips Membuat Desain Taman sekolah Tips Memilih Cat Rumah 
 Memilih Kain Untuk Hiasan Interior Ide Menarik Membuat Tangga Dengan Bentuk Seperti Kerangka Tulang  
 Mengenal Jenis-jenis Water Heater Desain Tempat Tidur yang Unik dan Mewah 
 Menghadirkan Kesan Mewah Rumah Kayu Bertingkat di Bali Teknik Memasang dan Merawat Teraso 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker