Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Fungsi dan Jenis Retaining Wall Atau Dinding Penahan

Fungsi dan Jenis Retaining Wall Atau Dinding Penahan

Retaining wall yaitu dinding luar yang punya fungsi sebagai penahan tanah agar kondisinya terus stabil dan tidak bisa longsor atau terlindung dari erosi. Retaining wall ini sering diaplikasikan di tanah yang kondisinya miring atau punya tingkat elevasi yang berbeda.

Tapi jika diaplikasi dengan baik retaining wall bisa jadi penambah daya tarik bangunan. Bahkan ada orang yang tertarik menjadikan element ini untuk membuat dekorasi taman tapi tidak boleh melupakan fungsi utamanya.

Apabila dilihat dari klasifikasinya, ada tiga jenis retaining wall atau dinding penahan. Pertama adalah jenis gravity, yaitu retaining wall yang menjadikan bobot atau berat material serta bahan pembuatnya sebagai element utama untuk menahan beban tanah. Bahan yang sering digunakan yaitu batu bronjong atau sering juga disebut dengan gabion.

Yang kedua adalah retaining gravity. Selain menjadikan bobot material sebagai andalan penahan beban, berat tanah yang ditahan juga berfungsi untuk menjaga strukur agar tetap stabil dan tidak mengalami perubahan dan penurunan. Sedangkan retaining yang ketiga yaitu non gravity, lebih mengutamakan konsep pembuatan konstruksi serta kekuatan material untuk mengaja agar tanah tetap stabil.

Lalu jika dilihat dari material ata bahan yang dipakai untuk membuatnya, menurut bintanghome retaining wall ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Yang pertama adalah retaining wall dari beton. Kelebihannya adalah lebih kuat menahan beban tanah namun bentuknya terlalu sederhana dan simpel.

Jika ingin menjadikan tampilannya lebih menarik, hal ini bisa dilakukan dengan cara menutup beton tersebut dengan batu alam dan menjadikannya sebagai dinding dekoratif. Namun tentu saja konsep ini butuh dana yang lebih besar sebab pembuatan beton itu sendiri memakan anggaran yang cukup banyak.

Kedua adalah menggunakan bahan dari kayu. Penggunaan material ini hanya bisa diaplikasikan pada area atau lokasi yang ukurannya lebih kecil dan tidak terlalu tinggi. Sebab kekuatan bahan kayu memang kurang begitu bagus dibanding dengan beton. Agar bisa lebih kuat menahan beban sistem aplikasi ini harus dilengkapi dengan balok pada konstruksinya.

Dan yang pasti adalah, kayu yang digunakan kualitasnya harus benar-benar terjamin dan mampu menghadapi perubahan cuaca. Dan yang tidak boleh dilupakan, saat dibuat harus diberi lapisan anti jamur dan lumut sekaligus anti air sehingga proses pengelapukan bisa dihindari secara lebih maksimal. Penggunaan bahan ini lebih cocok diaplikasi pada bangunan yang juga menggunakan kayu sebagai unsur utamanya.

Yang ketiga adalah retaining wall dari paving block. Sekarang penggunaan bahan paving block untuk membuat dinding penahan atau retaining wall makin disukai banyak orang karena sistem aplikasinya sangat mudah dilakukan. Karena bahan ini dibuat dengan ukuran standar dan punya bentuk yang selalu presisi serta simetris sehingga proses pemasangannya bisa dikerjakan dengan mudah.

Jika ukuran dinding tersebut cukup besar dan tinggi serta volume tanah yang harus ditahan lebih banyak dan berat berat, maka pemasangan paving block ini harus dilengkapi dengan konstruksi dan perekat. Namun jika hanya berukuran kecil saja, penggunaan perekat tidak diperlukan. Tapi untuk konstruksinya sebaiknya tetap dibuat meski konsepnya lebih sederhana.

Terakhir yaitu retaining wall dari batu alam. Pemakaian bahan ini bisa membuat dinding penahan tersebut terlihat lebih indah dan karakter serta nuansa alaminya semakin kuat. Retaining dari batu alam ini sangat cocok diaplikasikan pada bangunan yang menggunakan gaya arsitektur tropis.

Hal yang harus diperhatikan ketika membuatnya adalah, sistem aplikasinya harus diperhatikan secara teliti sebab ukuran batu yang berbeda-beda. Jadi penataan batu tersebut tetap harus dapat membuat permukaan dinding tetap terlihat rata dan tidak bergelombang. Sebaiknya batu tersebut dilekatkan dengan acian dari semen sehingga lebih kuat menahan beban.

Sumber gambar : http://www.negila.net

 
Artikel Lainnya :
 Merawat Kayu Menurut Jenisnya Villa Bernuansa Tradisional Bali Berlantai Dua 
 Kelebihan Genteng Aspal dan Cara Perawatannya Menghitung Volume Bahan Bangunan 
 Dekorasi Kamar Mandi Termewah Keuntungan dan Cara Membuat dan Memasang Lantai Kayu Bundar 
 Jenis Tanaman Untuk Menutup Tanah Aturan Perda Bangunan Tinggi di Bali 
 Jangan Percayakan Desain Rumah Anda pada Tukang Ide Menarik Membuat Taman Dinding dari Batako 
 Mengenal Teknik Desain Gaya Retro Jenis-jenis Pondasi Serta Kelebihan dan Kekurangannya 
 Desain Rumah Tinggal untuk Iklim Tropis Mengenal Arsitektur Rumah Suku Dani Papua 
 Konsep Rumah Sehat Jenis Tanki Air dan Cara Memilihnya 
 Membuat dan Memasang Papan Pengecoran Pada Tiang Beton Agar Rumah Panggung Bali Terlihat Lebih Anggun dan Megah 
 Membuat Kamar Inap Untuk Tamu Nuansa Kolonial di Rumah Bali 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker