Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Jenis-jenis Taman Vertikal dan Cara Pembuatannya

Jenis-jenis Taman Vertikal dan Cara Pembuatannya

Beberapa waktu lalu dalam situs ini pernah diulas tentang taman vertikal atau vertikal garden, baik kelebihan yang dimiliki maupun cara pembuatan dan perawatannya serta beberapa hal lain yang saling berkaitan.

Meski sudah kenal lebih dekat dengan taman ini, tapi untuk jenis-jenisnya kemungkinan besar belum ada yang mengetahuinya. Sebab taman vertikal ini terdiri dari beberapa jenis dan masing-masing punya konsep pembuatan yang berbeda-beda. Jenis-jenis taman vertikal tersebut secara garis besar bisa dibagi menjadi empat macam.

Yang pertama adalah sistem bingkai bertingkat. Cara membuatnya sangat sederhana sekali dan bisa menggunakan bahan dari kayu, besi atau metal dan pada umumnya dibuat di luar ruang atau eksterior. Yang perlu diperhatikan ketika membuat taman vetikal jenis ini adlaah konstruksi dari kayu dan besi atau metal tersebut harus benar-benar kuat sebab beban yang mesti disangga juga lebih berat.

Selain itu taman ini sebaiknya tidak dibuat dalam ukuran yang terlalu tinggi sebab sistem untuk penyiramannya dikerjakan secara manual menggunakan selang atau gayung. Pembuatan tempat yang dipakai untuk menaruh pot tanaman harus diberi jarak yang cukup agar saat sudah tumbuh tanaman tersebut tetap terlihat rapi dan mudah ditata serta tidak menimbulkan kesan berantakan.

Yang kedua yaitu sistem bingkai gantung sebab bentuknya juga seperti bingkai. Lalu bahan yang dipakai untuk membuatnya adalah kayu, namun jika ingin bahan lain yang bersifat anti air dapat memilih metal dan besi. Kemudian untuk backboard atau bagian belakang bisa memakai papan dari triplek dan kayu lapis dan diberi lapisan dari kain tebal dan ditutup kawat untuk penahan. agar media tanam dan kompos tidak bisa jatuh atau melorot.

Sebelum tanaman diletakan harus dibuat lubang lebih dulu dan jaraknya bisa disesuaikan dengan ukuran tanaman maupun pola yang ingin dibentuk. Untuk penyiramannya bisa dilakukan pakai selang dan dibuat sistem irigasi. Air disalurkan pada pipa tersebut dengan cara dipompa. Apabila ingin yang praktis saja, cukup menerapkan cara manual.

Sistem modular adalah jenis taman vertikal yang ketiga dan bahan yang dipakai untuk meletakan tanaman bisa dibeli dalam bentuk yang sudah jadi sehingga lebih praktis. Bahkan beberapa toko tanaman hias sudah ada yang melengkapinya dengan aneka alat untuk penyiraman dan lainnya lengkap dengan tanaman serta media tanamnya yaitu tanah dan kompos.

Media tanam ini terdiri dari bingkai luar yang terbuat dari metal, kawah atau tray grow sebagai tempat untuk meletakan tanaman dan lubang atau saluran untuk sistem penyiraman.

Semua ini terbagi menjadi empat bagian dan masing-masing punya dua aliran air. Aliran pertama untuk memasukan air dan aliran kedua untuk pembuangan jika ada air yang tersisa. Bagi mereka yang tidak mau repot atau tidak bisa menyediakan waktu khusus untuk membuat taman, konsep ini sangat cocok diterapkan.

Terakhir atau keempat adalah sistem karpet yang merupakan taman vertikan dengan ukuran yang paling besar. Bingkainya sama-sama bisa dibuat dari kayu atau metal namun dilengkapi dengan lembaran yang bahannya dari plastik atau PVC. Namun yang terbaik adalah memakai wire mush atau bahan lain sejenis BRC. Bahan ini punya fungsi sebagai penyokong. Sedangkan lembaran untuk penahan tanahnya adalah kain atau karpet.

Meski punya ukuran yang besar, namun dibanding dengan jenis taman vetikal lainnya sistem pembuatannya juga paling rumit. Sebab konstruksinya harus dibuat sesempurna mungkin. Perlu diketahui, taman ini tidak menempel pada dinding, namun justru bisa menjadi tembok penyekat. Jadi pada bagian belakang tidak ada bidang lain kecuali media tanam itu sendiri. Adapun sistem penyiramannya bisa dilakukan dengan cara manual atau memakai konsep irigasi menggunakan selang.

sumber gambar : http://www.thegreenhead.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Konsep Desain Furniture Minimalis Gedung Kuning Khas Riau 
 Bagaimana Memulai Bisnis Developer Perumahan Membuat Cor Beton Untuk Rumah Tumbuh 
 Membuat Desain Home Theatre Membuat Partisi Pin Press 
 Pemanfaatan Innercourt Rumah Sebagai Sumber Cahaya dan Udara Ukiran Bali yang Anggun di Pintu Kamar Tidur 
 Desain Interior Ruang Garuda Istana Bogor Keuntungan Menggunakan Dinding Bambu 
 Gaya Arsitektur Vernakular Minimalis yang Trendy Tips dan Cara Membuat Kursi Taman Dari Roda Kereta 
 Membuat Taman Mini Bawah Meja Jenis Kayu yang Cocok Untuk Kusen dan Kelebihannya 
 Menciptakan Keharmonisan Keluarga di Ruang Keluarga berukuran 9m2 Menata Perabot Modern (Elektronik) Untuk Rumah Bergaya Tradisional 
 Masalah Yang Paling Sering Muncul Pada Penggunaan Batu Alam Mendirikan Bangunan Tanpa Bekisting 
 Tips Desain Plafon Rumah Mengenal Lebih Dekat Dengan Pergola 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker