Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Jenis Pencahayaan Ruang Interior

Jenis Pencahayaan Ruang Interior

Adalah hal yang jamak jika ruang dilengkapi dengan penerangan. Karena bila tidak dilengkapi dengan penerangan penghuni tidak bisa melakukan kegiatannya. Namun yang perlu diketahui, sistem pencahayaan pada ruang ini terdiri dari bermacam-macam jenis dan masing-masing punya tujuan yang berlainan.Apalagi jika mengingat jika setiap ruang juga punya fungsi yang berbeda-beda.

Jenis pencahayaan ruang interior tersebut antara lain adalah general lighting atau sering juga disebut dengan ambient lighting. Pencahayaan ini merupakan sistem penerangan yang memakai lampur ukuran besar dan sinarnya bisa menerangi ruang secara keseluruhan serta diletakan pada bagian plafon atau langit-langit. Jika ukuran ruangnya besar, jumlah lampu yang dipasang tidak cuma satu saja namun ada beberapa.

Plafon ini punya fungsi menjadi reflector yang membiaskan cahaya agar dapat merata ke semua bagian ruang. Adapun jenis ruang yang membutuhkan sistem pencahayaan ini yaitu dapur, ruang keluarga, ruang tamu, kamar mandi, ruang belajar dan sebagainya. Ruang tidur kadangkala juga perlu sistem penerangan ini terutama ketika sedang dipakai untuk berganti pakaian.

Accent ligting yaitu sistem penerangan yang hanya diaplikasikan untuk menyinari obyek-obyek tertentu seperti lukisan atau benda seni yang lain, lemari kuni dan sebagainya. Adapun tujuannya adalah untuk menonjolkan segi estetikanya.

Agar mampu menjalankan fungsinya secara maksimal, jenis lampu yang digunakan harus dapat memunculkan cahaya yang sinarnya tiga kali lipat lebih kuat dari lampu yang digunakan untuk penerangan ruang atau accent lighting. Jenis lampu ini contohnya adalah lampu holoten, mini spot, lampu tungsten dan spot light.

Sedangkan task lighting merupakan sistem penerangan yang dipakai dengan tujuan agar kegiatan yang sedang dilakukan lebih mudah dikerjakan karena mendapat pencahayaan yang cukup. Jenis ruang yang biasanya menerapkan sistem ini yaitu ruang kerja serta ruang belajar dan dapur. Saat bekerja ada beberapa orang yang membutuhkan penerangan khusus misalnya untuk menulis atau membuat gambar dan sebagainya.

Sedangkan untuk ruang belajar, selain menulis juga membaca. Kegiatan ini membutuhkan teknik penerangan yang khusus agar tidak merusak kesehatan mata. Demikian pula dengan ruang untuk memasak atau dapur, selain untuk memudahkan pekerjaan memasak juga untuk menghindari terjadinya kecelakaan seperti salah menyalakan kompor dan lainnya.

Ada lagi sistem penerangan yang dinamakan decoratif lighting yang tujuan utamanya yaitu untuk menonjolkan tampilan dekoratif dalam suatu konsep penataan ruang. Namun yang perlu diingat, yang ditonjolkan di sini bukan benda atau obyek akan diberi penerangan. Tapi justru lampu itu sendiri yang dijadikan sebagai tampilan utama yang ingin di eksploitasi keindahannya agar ruang tersebut bisa terlihat lebih indah dan sempurna.

Contoh yang paling sering dijumpai adalah penggunaan lampu gantung, lampu dinding, lampu berdiri atau lampu duduk dan sebagainya. Khusus untuk lampu gantung, meski pada umumnya sering berfungsi sebagai alat penerangan, namun desainnya selalu dibuat dengan tampilan yang menarik sehingga bisa menjadi fokus utama pandangan ruang. Sedangkan lampu lain, biasanya lebih menonjolkan sisi keindahannya daripada fungsi penerangannya.

Selain decoratif lighting, sistem penerangan lain yang punya tujuan utama untuk menciptakan keindahan adalah kinetic lighting. Sistem ini biasanya bersifat portable dan tidak selalu memakai energi listrik sebagai sumber tenaga penerangan. Contohnya adalah lilin, obor serta beberapa alat penerangan tradisional yang menggunakan minyak.

Ruang yang biasanya menggunakan sistem penerangan ini misalnya kamar mandi, kamar tidur, ruang makan atau restaurant dan hotel. Munculnya penggunaan istilah candle light dinner juga karena penggunaan lilin yang dipakai untuk menciptakan kesan yang romantis. Sedangkan obor dan sejenisnya pada umumnya bertujuan untuk menciptakan kesan yang lebih alami dan hanya dipakai untuk acara tertentu saja.

Sumber gambar : http://www.swiftsorchids.com

 
Artikel Lainnya :
 Keuntungan dan Cara Membuat Atap Kanopi dari Bambu Tips Merawat Kamar Mandi 
 Memasang Keramik Kamar Mandi Mengenal Jenis Agregat 
 Menjadikan Rumah Hunian Sebagai Rumah Penginapan Tips Cara Hemat Dalam Merenovasi Rumah 
 Teknik Pewarnaan Lorong Rumah Mengenal Jenis-jenis Genteng 
 Trend Desain Interior Tahun 2013 Rumah Gerobak Pelukis Affandi 
 Cara Membuat Taman Dinding dari Batu Bata Membuat Desain Kursi Taman yang Modern dan Unik 
 Membuat Kamar Mandi Terbuka Jenis-jenis Bambu Untuk Bangunan dan Fungsinya 
 Tampilan Rumah yang Membentuk Huruf G Rumah Bergaya Natural Dengan Bentuk Menjulang Pada Bagian Depan 
 Bentuk Huruf ‘V’ pada Rumah Bali Tips Perawatan Alang alang Sebagai Atap Rumah Tradisional Bali 
 Membuat Kursi Dari Tempat Duduk Sepeda Mencari Kontraktor di Lombok? Kami Partner Kontraktor Anda di Lombok 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker