Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Green Graffiti Untuk Mempercantik Tampilan Dinding

Membuat Green Graffiti Untuk Mempercantik Tampilan Dinding

Selama ini tanaman rumput lebih sering digunakan untuk menutup permukaan tanah yang ada di taman. Tujuannya adalah agar taman tersebut terlihat makin hijau dan segar. Selain itu tanaman rumput juga bisa menghindari munculnya debu dari tanah tersebut.

Jika mau kreatif, sebenarnya rumput ini juga bisa digunakan dengan fungsi yang lain yaitu untuk menciptakan seni graffiti hijau atau sering disebut dengan green graffiti. Bahan yang digunakan untuk membuat graffiti biasanya adalah cat yang mengandung bahan kimia yang sifatnya tidak ramah terhadap lingkungan.

Sedangkan green graffiti dari rumput, tentu saja bersifat sangat ramah lingkungan bahkan dapat membuat suasana yang ada di sekitar tempat itu terlihat makin indah dan sejuk. Biaya yang harus dikeluarkan juga tidak terlalu mahal meski prosesnya agak memakan waktu yang lama dan hasil tampilannya baru bisa dilihat beberapa minggu kemudian.

Jika tertarik serta ingin membuat green graffiti untuk mempercantik tampilan dinding, hal pertama yang harus dikerjakan adalah menyiapkan bahannya lebih dahulu. Bahan ini terdiri dari bibit rumput sebagai bahan utama, lalu pupuk penyubur tanaman, mentega atau susu, kapas dan yang terakhir adalah air. Bila merasa bingung kenapa menggunakan mentega atau susu, karena bahan ini mengandung sejenis partikel yang bisa membuat tanaman rumput ini bisa melekat di dinding. Sedangkan kapas menjadi media tanam.

Sedangkan alat yang harus disediakan antara lain mesin blender yang biasanya dipakai untuk membuat minuman jus buah, ember kecil atau gelas dan serok atau sendok. Alat lain yang juga harus disediakan adalah berbagai macam perabot untuk membuat sketsa atau pola gambar pada dinding.

Adapun cara membuatnya adalah, bibit rumput, susu atau mentega dan kapas dijadikan satu lalu dimasukan ke dalam air. Setelah itu campuran bahan ini bisa dihaluskan dengan cara dimasukan ke dalam blender. Jika putaran blender tidak kuat bisa diganti dengan alat lain yaitu mixer yang biasanya dipakai untuk membuat adonan kue.

Setelah menyatu dan menjadi halus tempelkan adonan rumput ini pada dinding yang sebelumnya sudah diberi pola maupun gambar. Proses penempelan harus dilakukan secara hati-hati sehingga tidak ada bagian yang keluar dari pola. Setelah itu tunggu hingga kering.

Bila sudah kering setiap hari graffiti yang hampir jadi ini harus disiram menggunakan air biasa. Namun agar tidak ada yang rusak atau bagian adonan yang jatuh, penyemprotan harus dilakukan dengan alat semprot dari tabung botol. Alat ini bisa dibeli di toko kimia atau bahan bangunan. Maka beberapa hari atau minggu kemudian, setelah tanaman rumput sudah tumbuh, maka jadilah green grafiti dan langsung bisa dinikmati keindahannya.

Kelemahan dari sistem pembuatan green graffiti ini yaitu daya tahannya kurang begitu lama dan mudah rusak apalagi jika hujan turun dengan deras. Apabila ingin yang lebih tahan lama serta awet, proses pembuatan pola dilakukan dengan sistem yang agak berbeda yaitu membuat lubang atau cowekan pada dinding. Jadi tanaman rumput dimasukan ke dalam cowekan atau lubang itu.

Tapi karena bersifat permanen, maka jika merasa bosan dan ingin mengganti pola atau gambar yang lain harus dilakukan pembongkaran lebih dulu. Berbeda dengan konsep pembuatan yang pertama, bila ingin mengganti pola dan gambar lain tinggal menghapus kemudian membuat yang baru lagi.

Khusus untuk konsep yang kedua, media tanam juga bisa menggunakan lumpur yang jenisnya bisa melekat pada dinding. Namun yang harus diperhatikan, rumput yang dipakai harus dipilih yang akarnya tidak dapat menjalar karena bisa membuat dinding jadi rusak. Dan selain tanaman rumput green graffiti bisa dibuat dari tanaman jenis lain yang sistem tumbuh dan ukurannya juga sama dengan rumput.

Sumber gambar : http://www.thisblogrules.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Perbedaan Model Lampu Outdoor dan Indor Desain Fasad Bangunan Bernilai Seni 
 Aneka Jenis Ornament Ukiran Rumah Banjar Kelebihan dan Teknik Memasang Batu Alam Untuk Dinding 
 Tempat Menyimpan Kaset/CD Bergaya Pac Man Game Membuat Desain Jendela Pivot 
 Membuat Desain Fasad Bernuansa Etnik Jawa Membuat Cor Beton Untuk Rumah Tumbuh 
 Mengamati Arah Perkembangan Gaya Arsitektur Rumah Indonesia di Tahun 2012 Paduan Gaya Arsitektur Modern dan Natural 
 Membuat Desain Kolam Bundar di Taman Bali Mengenal Jenis Pasir dan Semen 
 Membersihkan Cat Dinding Lama Gunakan Jasa Arsitek Walaupun Rumah Kecil 
 Memperbaiki Dinding Retak Dengan Sistem Injeksi Kelebihan dan Teknik Menggunakan Gebyok Jawa 
 Tips dan Keuntungan Menggunakan Keramik Komposit Arsitek dan Lingkungan 
 Ruang Terbuka di atas Bukit di Bali Membuat Dinding Dari Roster 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker