Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Jenis Biaya Untuk Transaksi Jual Beli Rumah

Jenis Biaya Untuk Transaksi Jual Beli Rumah

Tidak jauh berbeda dengan transaksi pembelian barang lainnya, proses transaksi jual beli rumah juga membutuhkan biaya. Namun biaya yang harus dikeluarkan tidak hanya terdiri dari satu atau dua macam sama, melainkan ada beberapa jenis.

Jenis-jenis biaya untuk transaksi jual beli rumah tersebut antara lain yaitu, biaya pembuatan dan pengurusan IMB atau Ijin Mendirikan Bangunan. Surat IMB ini terdiri dari tiga macam yaitu IMB untuk rumah baru, IMB untuk melakukan renovasi dan IMB untuk rumah lama.

Untuk IMB rumah baru jika membelinya di komplek perumahan, semua sudah diurus oleh pihak developer dan prosesnya sekitar dua minggu. Apabila pembelian dilakukan secara kredit, pihak bank akan berhubungan dengan pengembang dan kita hanya menunggu prosesnya saja. Namun yang jelas adalah biaya ini dihitung tersendiri, tidak dijadikan satu dengan harga jual rumah.

Sedangkan IMB renovasi, biaya yang dikeluarkan tergantung dari seberapa banyak renovasi itu dilakukan. Bila bangunan tersebut dirubah fungsinya misalnya dari rumah hunian lalu diganti menjadi tempat usaha tentu lebih mahal. Biaya yang lebih tinggi juga harus dibayar jika renovasi ini bertujuan untuk memperbesar dan memperluas ukuran bangunan.

Lalu IMB lama adalah IMB yang harus dikeluarkan bila rumah yang sudah dibangun dan mau dibeli tersebut sebelumnya tidak punya IMB. Biaya yang harus dikeluarkan untuk IMB jenis ini merupakan IMB yang paling tinggi biayanya. Sebab selain IMBnya sendiri juga harus membayar denda.

Selain IMB, biaya lain yang harus dikeluarkan yaitu pajak penjualan dan pembelian. Bagi pihak penjual, perhitungan pajaknya adalah 5% dari harga tanah dan rumah kemudian dikalikan Nilai Jual Obyek Pajak atau NJOP. Sedangan untuk pembeli, perhitungannya 5% dari harga tanah dan rumah kemudian dikurangi 60 juta rupiah. Jadi jika harga bangunan dan lahannya tidak lebih dari 60 juta, pihak pembeli tidak akan terkena pajak.

Berikut adalah contoh perhitungannya. Luas tanah yang dijual adalah 145 meter persegi serta NJOPnya 1,3 juta per meter. Kemudian harga bangunan 500 ribu per meter. Pajak yang mesti dibayar pihak penjual adalah 5% x (145 x (1.3000.000 + 500.000)) = 13, 5 juta rupiah. Lalu untuk pihak pembeli : 5% x (145 x (1.300.000 + 500.000)) - 60.000.000 = 10.050.000.

Selain itu masih ada biaya lain lagi yaitu untuk notaris yang mengurus akta penjualan jual beli. Biaya untuk notaries ini sering menimbulkan masalah tersendiri jika proses jual beli rumah itu tidak dilakukan dengan sistem KPR. Sebab biasanya harus melakukan tawar menawar lebih dulu agar bisa mendapat ongkos yang lebih murah.

Adapun biaya atau hal-hal yang harus diurus oleh notaris yaitu cek sertifikat dan SK 59, yaitu aturan Menteri Dalam Negeri yang mengatur tentang pengalihan hak tanah. Selain itu masih ada lagi ongkos validasi pajak dan Akta Jual Beli atau AJB serta biaya balik nama atau BBN. Lalu yang terakhir SKHMT yaitu Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan dan APHT atau Akta Pemberian Hak Tanggungan.

Biaya yang terakhir adalah biaya bank. Namun jenis biaya ini hanya diberlakukan pada transaksi jual beli rumah yang dilakukan secara kredit atau angsuran. Pada umumnya bank akan memberi beban pada pihak pembeli berupa biaya apriasi, yaitu biaya untuk pengurusan adminitrasi pada proses permintaan kredit atau pinjaman.

Kemudian ada lagi yang dinamakan dengan PSTJ atau Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo. Namun biaya ini hanya dikenakan apabila pembeli akan melunasi kredit atau angsuran kurang dari satu tahun. Namun jika pelunasan tetap diangsur seperti biasa, tidak ada beban PSTJ. Adapun biaya yang harus dikeluarkan biasanya 5% dari sisa angsuran yang belum dilunasi.

Sumber gambar : http://www.realestate.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Gedung Kuning Khas Riau Rumah Klasik Dengan Nuansa Elektik 
 Persamaan dan Perbedaan Desain Plafon Rumah Eropa dan Amerika Perbedaan Desain Atap Gaya Mediterania, Tropis dan Minimalis 
 Jenis-jenis Dynabolt dan Fungsinya Mosaic Untuk Memperindah Tampilan Dinding dan Lantai 
 Tips Memilih Arsitek Villa Mendesain Ruang Untuk Membaca dan Perpustakaan 
 Menghias Dinding Dengan Panel Mengenal Bangunan Jineng Bali 
 Konsep Desain Furniture Minimalis Pemanfaatan Innercourt Rumah Sebagai Sumber Cahaya dan Udara 
 Jangan Percayakan Desain Rumah Anda pada Tukang Cara Membuat Dinding dari Tempurung Kelapa 
 Tips Bagaimana Menciptakan Kesan Alami di Apartemen Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Cahaya Luar Ruang 
 Penggunaan Payung Untuk Hiasan Interior dan Makna Filsafatnya Tips dan Cara Membuat Lantai dari Papan Kayu yang Masih Utuh 
 Rumah Panggung Berdinding Kaca Pengertian dan Fungsi Ventilasi Silang 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker